Sabtu, November 02, 2019

FPI dan Banser Tidak Bermusuhan, Kata Ketua Umum Banser


FPI Dan Banser Tidak Bermusuhan

HarapanRakyat-Dua pembesar Organisasi Nahdatul ulama baru-baru ini membuiat orang tercengan ketika mereka berdua menyatakan mendukung kepulangan Habib Risieq dan satunya lagi menyatakan menghormati Habib Rizieq.  Dua pembesar tersebut adalah Ketua Umum PBNUA said Aqil Siraj dan Wakil Sekretaris PBNU Helmy Faishal Zaini 

Menanggapi hal tersebu, PA 212 menilai pernyataan Ketum PBNU Said Aqil Siradj dan Wakil Sekretarisnya bisa mencairkan suasana antara Banser dan FPI yang selama ini terkesan tidak akur. 

Disinyalir bahwa selam ini antara FPI-LPI dan Banser terkadang saling berbenturan alias tidak akur utamanya diwilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah serta sebagian di Pulau Sumatra. 

Namun Ketum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menanggapi pernyataan 212 sebagai sesuatu yang tidak perlu.  Yaqut menilai hubungan kedua organisasi itu netral sehingga tidak perlu ada yang dicairkan.

"Selama ini Banser tidak pernah punya masalah dengan FPI. Saya selalu katakan di mana-mana Banser itu tidak bermusuhan dan tidak berkawan dengan FPI selama ini. Posisi kita netral saja. Jadi tidak ada masalah apapun dengan FPI. Jadi apa yang harus dicairkan?" kata Yaqut kepada awak media di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).


Menurutnya, Jika ada gesekan antara Banser dan FPI di lapangan, menurut Yaqut, hal itu bersifat situasional dan bukan konflik permanen. Banser dan FPI disebutnya hanya berbeda sikap dalam berdakwah.

"(Beda sikap terhadap) Banyak hal. Harakah kalau dalam istilah kami, harakah itu gerakan. Jadi kalau mereka berdakwah, FPI berdakwah dengan cara mengedepankan nahi mungkar (mencegah keburukan), kalau kami di Banser mengedepankan amar ma'ruf (mengajak pada kebaikan). Itu saja beda harakahnya," jelasnya.

Yaqut juga  mengungkapkan jika menurut persefsinya kalau kemudian dalam masa-masa tertentu ada sedikit senggolan, gesekan di antara FPI dan Banser itu kan dinamika di lapangan. Dan itu sangat situasional. Dan itu bukan permusuhan apalagi konflik yang sifatnya permanen. Jadi tidak ada yang perlu dicairkan, selama ini juga nggak ada apa-apa.

Sebagaiman diketahui Sebelumnya diberitakan, dalam ceramah, Ketum PBNU Said Aqil Siradj meminta masyarakat menghormati habaib, termasuk Habib Rizieq Syihab.  Novel Bamukmin selaku pemeran PA 212 mengapresiasi pernyataan Said Aqil dan, menurutnya, sikap itu patut ditiru umat Islam. Nove menyebut ceramah Said Aqil soal menghormati habaib (para habib) membawa kesejukan dan menyatukan umat Islam. Dia berharap ceramah itu diimplementasikan di kehidupan nyata.

"Dengan begitu menjadi cair dari NU serta sayap organisasinya termasuk Banser untuk menggalang persatuan, tidak lagi mendiskreditkan FPI selaku ormas di bawah pimpinan HRS (Habib Rizieq) karena di FPI umumnya para pimpinan pimpinan di FPI dan LPI tersebut mulai dari ranting sampai ke pengurus DPP dan sayap organisasi FPI adalah para habaib," sebut Novel Bamukmin

Disisi lain meskipun pernyataan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini yang mengatakan mendukung tentang kepulangan Rizieq Shihab tidak mewakili PBNU secara kelembagaan atau bersifat pribadi namun setidaknya ini boleh jadi sebagai tanda jika kedepan FPI dan Banser akan bersama-sama menjalin kerja sama untuk menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar. 

Banyak kalangan utamanya di media-media sosial yang merespon hal ini dengan sesuatu yang bernilai positif, disamping sebagai penyatuan ummat muslim FPI dan NU ini juga akan mengurangi sedikit ketegangan tentang isu radikalisme yang sebenarnya tak jelas ujung pangkalnya. 

Memang diketahui selama ini antara NU dan FPI atau antara LPI dan Banser tidklah sejalan utamanya dalam hal politik.  Ini berawal dari Pilkada DKI, FPI selaku penentang Taipan untuk berkuasa di ibukota Jakarta sementara Banser NU mendukung sang Taipan.  Taipan yang dimaksud adalah Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama.
  
Dengan demikian pernyataan Isfah  Wakil Sekjen PBNU serta Ketua PBNU, Said Aqil Siraj tersebut boleh jadi mencerminkan ketidak harmonisan antara kubu Jokowi dan PBNU dalam penyusunan kabinet Jokowi Jilid II atau boleh jadi NU akan kembali ketihtanya sebagai suatu organisasi Muslim pemersatu Ummat. 



Red: Alf

SHARE THIS

Author:

MARI MEMBANGUN KEBERSAMAAN, BERSAMA KITA BERJUANG

0 Please Share a Your Opinion.:

Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Artikel Penting Untuk Dibaca

loading...
loading...