Tampilkan postingan dengan label Great News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Great News. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 18, 2022

Organisasi Muslimat Al-Ittihadiyah  Hadir di Jawa Barat, Ini Ketuanya

Organisasi Muslimat Al-Ittihadiyah Hadir di Jawa Barat, Ini Ketuanya


Bandung, HR.ID
- Pimpinan Pusat Pengurus Muslimat Al-Ittihadiyah (MAI) DR. Hartini Salama, MM telah melantik pengurus MAI Provinsi Jawa Barat periode 2022-2027 pada  tanggal 16 Juli 2022, bertempat di Hotel Cinnamon Bandung. Pelantikan pengurus MAI Jabar tertuang melalui SK No.02-PP-MAI/V/2022 yang dibacakan oleh Wasekjen Dr. Indah Suwarni.

Di sini Ir. Yessi Martaleni  dikukuhkan menjadi Ketua MAI Jabar, yang ditandai dengan penyerahan Pataka MAI. Yessi Martaleni   menyatakan siap mengemban tugas dari PP MAI  dengan amanah dan sebaik-baiknya dan akan  melaksanakan program sebagaimana arahan pusat yang tidak melenceng dari 3 pilar, yaitu Pendidikan dan Dakwah,  Ekonomi dan sosial, serta  kaderisasi.

Hadir pada pelantikan ini   di antaranya adalah perwakilan pengurus SALIMAH (Persaudaraan Muslimah),  Al Wasliyah Jabar,  Direktur LPPOM MUI Jabar, Perti (Persatuan Tarbiyah Indonesia), Wanita Islam Jabar,BKMT (Badan Kontak Majelis Ta'lim Indonesia) dan Sinergi Foundation, Yayasan  Daya inspirasi Disabilitas Indonesia.

Selesai acara pelantikan, secara maraton dilanjutkan dengan pemaparan program kerja tiap bidang  baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Ir. Lya Amalyana, Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah dalam paparan program kerjanya akan  mengadakan pembelajaran Bahasa Arab dan tafsir  dan akan mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan.

Sedangkan Ketua Bidang  Ekonomi, Rd.Fitri Kania Dewi, S.Pd akan mengadakan kegiatan pelatihan tataboga dan tata busana bagi para pelaku UMKM agar tercipta pelaku UMKM yang mandiri. Sedangkan untuk jangka panjang, Fitri menjelaskan akan  bekerjasama dengan KADIN (Kamar Dagang Indonesia), Ikatan Pengusaga Konfeksi dengan menggelar pameran ataupun seminar-seminar.

Ditanya apa gebrakan pertama program MAI, Ketua MAI Jabar, Yesi Martaleni menjelaskan sudah ada program-program yang akan dilakukan. Dan  dalam waktu dekat pada tanggal 18 Juli 2022  akan menggelar program kajian Majelis ilmu  bersama Ustad Effi Effendi du Masjid Trans Studio Bandung. Di  sini akan digelar juga booth produk-Produk UMKM  binaan MAI.

Pada tanggal 20 Juli 2022 akan mengadakan rihlah ke Teras Lembang ke Masjid Darul Aulia pimpinan Miftah Farid yang diikuti  sebanyak 250 jemaah .

"Pada rihlah ini jemaah akan mendapat pencerahan pikiran dan hati. Iman dan imunnya kuat karena para peserta akan menikmati keindahan bunga anggrek, dan memetik buah strewberry", tandas Yesi bersemangat.

Yang jelas,baik Yesi sebagai Kdtua MAI  Jabar mauoun Hartini Salama sebagai pimpinan PP MAI organisasi yang dipimpinnya  tidak berafiliasi dengan partai politik manapun. MAI benar-benar organisasi independen yang bergerak di 3 pilar yaitu pendidikan dan dakwah, ekonomi sosial dan kaderisasi.

Saat ini, menurut Hartini, MAI yang berdiri sejak tahun 1935 dan sempat mati suri, kini sudahtersebar di Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat yang sekarang baru dikukuhkan kepengurusannya.

Sementara itu  Ferika Aryanti dari LPPOM MUI Jabar mengatakan  pihaknya amat menyambut baik kehadiran MAI Jabar  sebagai organisasi wanita Islam yang menaruh perhatian terhadap kehalalan suatu produk. Sebagai lembaga yang berwenang terhadap pemberian label halal, BPOM MUI Jabar siap membantu dan bersinergi dengan MAI  Jabar.

Red: (Siti Sundari)

 

Kodam III/Siliwangi  Bangun Sisfo dan Siskom Pendataan Wilayah

Kodam III/Siliwangi Bangun Sisfo dan Siskom Pendataan Wilayah


Bandung, HR.ID
Pembangunan sistem informasi (Sisfo) dan Sistem Komunikasi (Siskom) perlu diimbangi dengan  peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan zaman yaitu SDM yang menguasai   teknologi.

Itulah intisari arahan dan dan sambutan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo  yang disampaikan pada  pembukaan "Pembekalan   Pengetahuan Analisa Data  dan Digital" pada 15/7/2022 di  Aula Manunggal Denmadam III/Sil,  Bandung.

Pembekalan yang  diikuti 123 peserta itu, menurut Kapendam III /Sil Kolonel Inf. Ari  Tri Hedhianto,  terdiri atas 88 personel Aparat Intel (Apintel) dan 35 personel Kowad jajaran Kodam III/Siliwangi.

Pangdam mengatakan, pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM agar dapat mengoperasionalkan Sisfo dan Siskom secara optimal, sesuai dengan tugas yang diemban oleh masing-masing satuan.

"Diharapkan para prajurit dapat menggunakan Sisfo dan Siskom  tersebut untuk pendataan wilayah, dan selanjutnya dianalisa," jelas Pangdam.

Hal itu, kata Pangdam untuk menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa serta dalam rangka membangun pertahanan Kodam III/ Siliwangi.

Ke depan, Pangdam merencanakan akan lebih mengoptimalkan lagi manfaat dari Sisfo dan Siskom dengan memberikan pelatihan lanjutan pada anggotanya dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam   III/Sil  terutama yang berkaitan dengan pendataan wilayah.(Siti Sundari/Sumber Pendam III/Sil)


Red: (St.Sundari)

Kamis, Juli 14, 2022

Penting Bagi Prajurit TNI, ini Kata Pandam III Siliwangi

Penting Bagi Prajurit TNI, ini Kata Pandam III Siliwangi

Bandung, HR.ID - Pangdam III/ Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo  menekankan betapa pentingnya para prajurit bagaimana menjaga diri sendiri dan mengatasi tantangan alam tapi tidak melenceng dari tujuan operasi.

Hal itu ditegaskan Panglima saat kunjungan kerja  dan memberikan arahan di hadapan prajurit Yon Armed-5/105 Tarik/PG di Cipanas, Kabupaten Cianjur kemarin 13 Juli 2022.

Para prajurit dari Yon Armed-5 /105 Tarik/PG  itu sebagaimana penjelasan Kapendam III/Sil , akan diberangkatkan ke sektor wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur sebagai Satgas Pamtas RI -Malaysia.

Dalam kunjungan kerja tersebut Pangdam dengan serius  memeriksa alat kelengkapan utama yang akan dibawa ke daerah operasi setelah sebelumnya para prajurit itu telah mendapat pembekalan berupa latihan-latihan yang disimulasikan sama dengan medan operasi sebenarnya. 

Menariknya  di sini  Pangdam  juga mengecek  mesin penjernih air dan pompa Hidran air tanpa listrik yang akan dibawa Prajurit di  medan tugas guna membantu  masyarakat di medan operasi yang mengalami kesulitan air. Alat /mesin itu menurut Kapendam   merupakan hasil karya putra bangsa dari  SMK Subang yang secara teknis telah dipraktekkan penggunaannya.

Pangdam juga tidak bosan mengatakan kalau managamen operasi yang sudah didapat dalam pembekalan,   harus dilaksanakan di medan tugas.

"Jangan sampai ada inisiatif di luar yang telah disepakati di awal tugas sebelum pemberangkatan. Jika satu pos tidak komit dengan kesepakatan awal, maka pos itu tidak bermanfaat", pesan Pangdam wanti- wanti.

Selain itu, kata Pangdam, Komandan Pos  juga harus paham kondisi di lapangan terutama masyarakatnya. Masyarakat yang dihadapi sama tapi pola pikirnya sudah berubah karena isu. Jadi kondisi ini mempengaruhi juga terhadap konsep operasi.Di sini pentingnya peranan para komandan mulai dari Danpos sampai Danyon dalam menjalankan operasi.Kemandirian pos amat menentukan, oleh karena itu lengkapi dan rencanakan dulu di sini

Pangdam yang saat melakukan kunjungan kerja ke Batalyon  Armed-5 /105 Tarik /PG ke Cipanas ini didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Dam III /SIL dalam perjalanan pulang sempat menyambangi Koramil 0608/Cianjur.

Di sini Pangdam menyampaikan bahwa Kodam III/Sil akan mencoba menata lahan yang tidak produktif menjadi produktif mulai dari pesisir utara sampai selatan Jawa Barat dengan memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat.

Pada kesempatan ini di akhir kunkernya   Pangdam memberikan bantuan berupa 100 paket sembako yang diserahkan secara simbolis kepada 5 warga dan 5 Babinsa. (Siti Sundari/sumber Pendam III Siliwangi).

Red: (st.Dundari)

Rabu, Juni 15, 2022

 Andi Syahriwijaya Ajak Wija To Bone di Makassar Bergabung di KKM-Bone

Andi Syahriwijaya Ajak Wija To Bone di Makassar Bergabung di KKM-Bone


Makassar, HR.ID - Ketua Dewan Pengurus Provinsi Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKM Bone) Sulawesi Selatan , Andi Syahriwijaya mengajak warga bone yang berada di Makassar untuk bergabung di Organisasi kedaerahan yang dipimpinnya.

Hal ini diungkapkaan saat ritunitas organisasi setiap bulannya yakni silaturrahmi dengan rangkaian arisan keluarga besar DPD-KKMB, Sulsel yang berlansung di Rumah Makan, Kanrejawa, JL. Hertasning, Kota Makassar, Selasa 14 Juni 2022.

“Kami mengajak segenap wija to Bone yang berada di Kota Makassar untuk bergabung di KKMB,” ajak Syahriwijaya  

Syahriwija yang terpilih sebagai ketua KKMB beberapa waktu lalu saat Musyawarah Provinsi III, Sabtu (3/7/2021) di Lt.4 Kantor Bappeda Sulsel, menginginkan organisasi yang dipimpinnya, selain sebagai ajang silaturrahmi, ini juga bisa lebih maju, berbobot dan punya nilai jual. Ia menginginkan organisasi tersebut kedepan sebagai wadah menyatukan warga bone baik dari kalangan pejabat maupun masyarakat lainnya.

“Dalam perantauan, masyarakat wija to Bone harus bersatu, saling bahu membahu antara satu dengan yang lainnya. Siapapun warga Bone, baik pejabat atau lainnya kita ajak untuk bergabung di organisasi Kedaerahan ini,” tegas dia.

Andi Syahriwija, yang didampingi Sekretarisnya, Andi Ahmad Agung beserta beberapa jajaran pengurus lainnya, lanjut mengatakan bahwa didalam keluarga besar DPD KKMB senantiasa menjaga ukhuwah dan persaudaraan baik sesama wija To Bone maupun sesama warga masyarakat kota Makassar yang berbagai suku-suku didalamnya. Selain itu, wija to Bone diharapkan untuk senantiasa menjaga pesan pesan para leluhur.

“Iyami riala Sappo, getteng, lempu na ada tongeng,” ucapnya dalam bahasa bugis.

Selain ajakan kepada wija to bone untuk bergabung di KKMB, Syahriwijaya juga mengisyarakat jika dalam beberapa bulan kedepan akan dilaksanakan Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Pusat KKM-Bpne.

“Menurut Informasi, kota Makassar akan menjadi tuan rumah pada rakernas tersebut, untuk itu, kami sebagai tuan rumah yang ditunjuk oleh Dewan Pimpinan Pusat akan menyambut hal itu dengan senang hati,” ungkap Syahriwijaya.

Terkait waktu pelaksanaannya, ia menjelaskan jika rakernas tersebut akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2022 mendatang. Ia juga mengaku jika pihaknya akan menjadi tuan rumah yang baik sekaligus mensukseskannya. 


Red: (A.MsH)

Sabtu, Juni 04, 2022

PT PLN Dapat Digugat Jika Pemasangan listrik Warga Ditolak Hanya Karena Tidak Bayar Biaya Supervisi

PT PLN Dapat Digugat Jika Pemasangan listrik Warga Ditolak Hanya Karena Tidak Bayar Biaya Supervisi

Makassar. HR.ID - Saat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerapkan penggunaan Nomor Identitas Instalasi Tenaga Listrik (NIDI) sebagai salah satu syarat dikeluarkannya Sertifikat Laik Operasi (SLO) kepada pelaku usaha jada penyediaan tenaga listrik.

Dengan mewajikan inplementasi NIDI tersebut, pemerintah beranggapan instalasi listrik dapat beroperasi dengan aman. Sebab, NIDI memuat lokasi dan tanggal selesai pemasangan instalasi listrik, badan usaha pemasangan instalasi listrik, spefisikasi komponen terpasang, hingga gambar instalasi listrik.

Menaggapi hal yang dimaksud pemerintah tersebut, praktisi Hukum Willy Brordus Pondaag, S.H, menjelaskan jika Usaha Penunjang Ketenagalistrikan sangat jelas hak dan tanggungjawabnya sebagaimana ketentuan pasal 15 dan pasal 16 UU/Ketenagalistrikan.

“Jadi intinya keberadaan Usaha Penunjang ketenagalistrikan (Instalatir/Kontraktor listrik) tidak boleh melebihi atau over dalam melaksanakan tugasnya, apalagi sampai-sampai membuat kesepakatan "Supervisi berbayar", kata Willy

Menurut Willy, Persoalan Nomor Identitas Instalasi Tenaga listrik yang di singkat NIDI atas Produk DJK, dilaksanakan atau tidak bukan problem bagi Masyarakat, asalkan tidak ada Pungutan. Karena jika sudah menyangkut pungutan-pungutan, saya kira pihak yang memungut harus di edukasi dan jika tetap dilakukan oleh pemungut, sebaiknya di laporkan saja ke Aparat Penegak Hukum. (APH)

Masalah kelistrikan Berpijak pada UU No 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, dan sebagai upaya untuk mempertegas hak dan kewajiban setiap warga negara dan penduduk guna mewujudkan tanggung jawab negara dan korporasi, oleh karenanya kata Willy, segala pungutan-pungutan harus diatur melalui UU, utamanya dalam penyelenggaraan pelayanan publik serta norma hukum yang memberi pengaturan secara jelas.

Lanjut Willy, Nomor Identitas Instalasi Tenaga listrik yang di singkat NIDI itu-kan hanya Administrasi guna pemenuhan kebutuhan pelayanan yang tidak boleh dimanfaatkan dengan membebankan masyarakat tanpa dasar hukum dan saya kira tanpa NIDI pun PT PLN (persero) akan tetap melakukan pemasangan jika sudah sesuai syarat yang diatur oleh direksi. Sebab jika PT PLN menolak pemasangan hanya karena masyarakat tidak membayar biaya supervisi, Masyarakat dapat menggugat Perusahaan Negara itu.

Semantara itu beberapa waktu lalu, pemerintah menegaskan jika NIDI menjadi syarat untuk terbitnya SLO yang memastikan bahwa instalasi listrik yang dipasang atau dibangun benar-benar aman. Kewajiban memiliki NIDI dilakukan demi menjaga keselamatan ketenagalistrikan, karena penerbitan NIDI memerlukan laporan pekerjaan pembangunan dan pemasangan dari badan usaha yang telah memiliki IUJPTL.

Untuk itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Agung Pribadi, menjelaskan jika NIDI akan bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha jasa tenaga listrik, yaitu menjaga pemenuhan keselamatan ketenagalistrikan pada suatu instalasi, menjadi solusi bagi instalatir resmi yang memiliki izin untuk dapat melakukan pekerjaannya, serta memperluas kesempatan untuk berusaha dan memperkuat pendataan Sumber Daya Manusia di bidang ketenagalistrikan.

Selain itu, dengan adanya NIDI masyarakat dipermudah dalam mendapatkan instalasi yang aman serta adanya jaminan untuk memperoleh detail dari instalasi yang dimiliki. NIDI juga mempermudah Pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap perizinan berusaha yang telah diterbitkan.


Red: (Mamat Sanrego)

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Artikel Penting Untuk Dibaca

loading...
loading...