Tampilkan postingan dengan label Hedline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hedline. Tampilkan semua postingan

Selasa, Januari 17, 2023

Ada Apa ? KPK Datangi Petugas Wisata Alam Sukawaya, Sukabumi

Ada Apa ? KPK Datangi Petugas Wisata Alam Sukawaya, Sukabumi

Sukabumi, HR.ID - KPK Jawa Barat Setda Kabupaten Sukabumi mendatang dan menyoroti lokasi taman wisata alam Sukawaya, Kab. Sukabumi, Jawabarat terkait resribusi yang kenangna untuk para pengunjung.

Hal itu ditanggapi akibat banyaknya laporan dan komplain dari wisatawan (i) yang berkunjung di kawasan taman wisata alam Sukawaya yang merasa keberatan atas tarif yang dikenakan kepada pengunjung, olehnya itu tim investigasi dari KPK Jabar, Setda Kabupaten Sukabumi  (WS dan JR ) mencoba mendatangi petugas Taman Wisata tersebut dikantornya yang beralamat di kampung wisata karang naya Cikakak kabupaten Sukabumi pada hari Minggu tanggal 15 Januari pukul 16.30 WIB untuk memperoleh informasi yang akurat atas penerapan PP no 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Non Pajak yang berlaku pada Kementerian Kehutanan.

Kedatangan tim investigasi KPK diterima oleh salah satu petugas taman wisata alam Sukawaya ( US ) yang kebetulan masih bertugas walaupun sudah sore dan hari libur tetapi karena pengunjung/wisata justru datangnya kebanyakan di hari libur seperti ini maka US tetap harus bertugas.

Dalam investigasi Tim KPK, memberikan bebera pertanyaan yang diajukan oleh tim investigasi (WS), sementara jawaban serta pemaparan dari petugas TWA sukawayana disampaikan dengan apa adanya. 

Beberapa poin yang dikutif HR.ID diataranya adalah jawaban dan pemaparan dari petugas TWA (US )atas pertanyaan (WS) yaitu

1 tentang SOP pengenaan atas tarip pas masuk berdasarkan PP no 12 tahun 2014 yang mana petugas TWA (US ) Memaparkan bahwa : pertama, pp no 12 ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia pada wilayah kehutanan,cagar alam dan atau suwaka alam/margasatwa.dan kami melaksanakan tugas atas dasar surat tugas dari balai besar untuk menerapkan PP tersebut dengan menugaskan beberapa orang dilapangan dalam pelaksanaannya.

US menjelaskan jika dari hasil retribusi tersebut disetorkan ke kas negara  setiap seminggu sekali.

“Biasanya setiap hari senin melalu bendahara yang ada di balai besar,” kata US

"Ok ini mungkin pihak yang berwenang dapat memastikan bahwa uang retribusi tersebut benar benar masuk ke kas Negara sesuai dengan pemaparan yg bapak sampaikan,” tanggapan WS.

Kedua saat Tim investigasi KPK mempertanyakan, "masuk ke Rayon  berapa TWA sukawayana ini"?  petugas TWA (US ) tidak bisa  menjawab tetapi pihak investigasi (WS) menyebut kalo TWA sukawayana masuk pada rayon 3 atas dasar informasi dari sumber yang dapat dipercaya.

(WS) pun memaparkan analisa atas penjelasan PP no 12 pada pasal XVI bahwa berdasarkan analisa saya secara pribadi untuk penerapan  tarif pas masuk itu menjadi kewenangan pemegang ijin usaha karena biasanya pemegang ijin usaha sudah ada kontrak untuk melakukan usaha di wilayah TWA dan tarip tersebut sudah mendapat legal dari kementerian kehutanan sebagaimana tertuang pada penjelasan pasal XVI  tersebut artinya jagan melebihi tarip yang di legalkan tersebut adapun kewajibannya yaitu membayar pendapatan negara bukan pajak ( PNBP ) yaitu sesuai dengan ketentuan dimana TWA sukawayana ini termasuk pada rayon 3 maka PNBP nya dikenakan Rp 10.000.0000,00,- ( Sepuluh juta) per hektar per 1 tahun.

“Itu menurut analisa saya pribadi pak mohon maaf kalo salah,” ungkap WS.

“Maaf pak kalo PNBP itu benar demikian tetapi untuk penerapan retribusi pas masuk itu tidak demikian karena ketentuan tersebut sudah tertuang dalam PP jadi mau ada pemegang ijin usaha ataupun tidak ada pemegang ijin usaha retribusi pas Masuk tersebut tetap diterapkan, jadi kalo pemegang ijin mengeluarkan tiket lagi maka ada kolaborasi dimana retribusi pemegang ijin usaha diterapkan dan retribusi pas masuk dari kementerian tersebut juga diterapkan,” bantah US.

"Penerapan pas masuk juga sudah banyak yang keberatan apalagi kalo ada retibusi dari pemegang ijin usaha diterapkan juga bersamaan, barangkali PP no 12 tahun 2014. Kalau benar seperti apa yang dipaparkan oleh pihak TWA (.US )  ini perlu dikaji ulang,” tanggapan WS

Ditempat yg berbeda  HR.ID mencoba menghubungi ketua KPK jabar Setda Kab. Sukabumi,  E. Suhendi dengan bermaksud meminta tanggapannya tentang masalah itu untuk dipublikasikan.

“Sudah konfirmasi ke pihak TWA dan pihak TWA mempersilahkan berita ini untuk di publikasikan,” jawab Suhendy.

Suhendy juga menanggapi tidak adanya anggaran untuk Fasilitas Umum. Ia mengatakan bahwa biasanya disetiap dinas itu mempunyai anggaran untuk dikucurkan dari anggaran negara baik APBN maupun APBD.

Namun di taman wisata alam sukawayana ini tdk ada satupun pembangunan yang menunjang fasilitas wisata. Sehingga tarip yg dikenakan berdasarkan PP no 12 thn 2014 dirasa sangat berat oleh pengunjung karena tidak sesuai dengan kepuasan pengunjung/wisata.

Diketahui bahwa tempat Wisata ini memang dikelola oleh swasta dan beberapa kalangan menganggap sesuatu yang wajar jika wisatawan merasa keberatan karena TWA sukawayana kalo di lihat hanya wisata alam berupa pantai tanpa ada fasilitas lain yang dibangun yg dapat menunjang untuk kenyamanan para pengunjung, Fasilitas duduk dibale, buang air dll semua serba bayar karena semua fasilitas yang ada milik perorangan para pedagang yang ada di lokasi tersebut.


Red: (Regis Fausan)

Jumat, Januari 13, 2023

Hasil Hubungan Terlarangnya Dibuang di Kamar Mandi, Wanita Ini Ditangkap

Hasil Hubungan Terlarangnya Dibuang di Kamar Mandi, Wanita Ini Ditangkap

 

Jakarta, HR.ID - Polsek Cempaka Putih mengamankan seorang wanita yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial N (26) yang telah melakukan aborsi dari hasil hubungan gelap di Jalan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (8/1/2023) yang lalu.

Hal tersebut di terangkan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Komarudin saat menggelar Konferensi Pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat. Kamis (12/01/2023), sekitar pukul 14.00 WIB.

"Pada tanggal 8 Januari, sekira pukul 03.00 WIB, di mana tersangka N melakukan upaya aborsi dengan meminum ramuan ataupun obat di mana di jam tersebut, tersangka melakukannya di dalam kamar mandi di sebuah rumah tempat tersangka bekerja," ucap Komarudin.

Lebih lanjut, Kombes Pol Komarudin mengatakan, bahwa bayi sempat hidup namun karena panik sehingga pelaku menyiram bayi menggunakan air.

"Hasil mayat bayi yang sudah kami terima bahwa bayi sempat hidup, namun oleh tersangka karena panik disiram dengan menggunakan air, sehingga hasil didapati bahwa ada genangan ataupun cairan di dalam rongga dada akibat disiram oleh tersangka," tutur Kombes Pol. Komarudin.

"Selanjutnya tersangka membungkus dengan potongan handuk, bayi yang sudah tidak bersuara lagi kemudian dimasukkan ke dalam tempat sampah plastik yang ada di luar kamar mandi, selanjutnya tersangka mengambil plastik hitam dan dibuang di bak sampah depan rumah," Sambung Kapolres.

Mayat bayi ditemukan oleh seorang pemulung yang melihat jika di dalam plastik tersebut ada kepala bayi yang berada ditempat sampah.

"Pada Pagi harinya sekitar pukul 06.30 ditemukan oleh seorang pemulung yang sedang mengais di tempat sampah, begitu diketahui ada di dalam plastik terlihat ada kepala bayi maka pemulung melaporkan kepada masyarakat sekitar," kata Kapolres.

Dengan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut, Polsek Cempaka Putih kemudian melakukan penyisiran untuk mencari pelaku yang membuang mayat bayi ketempat sampah.

"Kita melakukan penyisiran menanyakan kepada warga informasi orang yang di sekitar yang memang hamil barulah diketahui bahwa tersangka merupakan ART yang bekerja di rumah tersebut dan baru bekerja selama kurang lebih dua minggu dengan penampilan yang memang tidak terlihat bahwa tersangka sedang hamil," tutup Kombes Pol Komarudin.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 76 c jo Pasal 80 ayat (3) dan atau pasal 45 a jo Pasal 77 a Undang-undang R.I. No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 


Red: (Imam Sudrajat)

Senin, Desember 19, 2022

Dua Kali Pemain Terbaik Piala Dunia, Messi Buat Sejarah

Dua Kali Pemain Terbaik Piala Dunia, Messi Buat Sejarah


Qatar, HR.ID
- Lionel Messi telah membuat sejarah dengan menjadi pemain pertama di dunia yang memenangkan Bola Emas (Golden Ball) sebagai pemain terbaik Piala Dunia FIFA lebih dari sekali
Messi terpilih sebagai pemain terbaik di Qatar 2022 setelah memimpin tim Argentina meraih kemenangan di final hari Minggu melawan Prancis dengang skor 3 – 3 (4-2) dengan adu finalti.
Pemain berusia 35 tahun itu mencetak dua gol dan satu gol lagi melalui adu Finalti di final untuk mengakhiri turnamen dengan tujuh gol dan tiga assist serta dua gol yang ia ciptakan melalui adu Finalti melawan belanda di 8 besar dan Prancis di Final.

Sementara Messi memenangkan Bola Emas, tidak memenangkan Sepatu Emas. Penghargaan itu diberikan kepada Kylian Mbappe setelah hat-trick di final yang membuat penyerang Prancis itu mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak dengan delapan gol

Dari informasi yang didapatkan, Mbappe berada di urutan kedua dalam pemungutan suara dalam penunjukan Pemain Terbaik (Golden Ball), sementara gelandang Kroasia Luka Modric di urutan ketiga. 

Dalam sejarah  persepakbolaan turnamen 4 tahunan itu sejak dimulainya pada tahun 1930 tak pernah satupun pemain yang meraih Dua kali meraih penghargaan Bola Emas (Golden Ball)  sebagai pemain terbaik diturnamen itu, hanya Messi sang bocah ajaib yang mampu melakukannya dan itu adalah sejarah baru yang tak bisa dilupakan sampai kapanpun.

Messi telah melakukannya. Akhirnya. Kehormatan besar terakhir untuk menjadikan dirinya sebuah sejarah baru, dimana Lionel Messi sekarang memiliki semuaanya setelah Argentina mengangkat Piala Duni, terlebih lagi, dia sekarang dapat secara sah mengklaim sebagai pesepakbola pria terhebat sepanjang masa.

Legenda Brasil, Pele hebat yang membawa timnya tiga Piala Dunia dan tetap menjadi satu-satunya orang yang melakukannya. Tapi sepak bola sangat berbeda pada tahun 1958, 1962 dan 1970. Messi bermain di era yang lebih ketat, dengan lebih banyak pertandingan dan lebih banyak tekanan. Pele juga tidak menjadikan dirinya sebagai pemain terbaik dua atau tiga kali, ia hanya menang secara tim. Pele sekali mendapatkan Golden Ball yakni pada tahun 1970.

Pele memainkan hampir seluruh karir klubnya di Santos sebelum bermain singkat di New York Cosmos. Sementara Messi telah membuktikan dia bisa menang jauh dari zona nyaman Barcelona setelah membantu memenangkan kejuaraan Prancis bersama Paris Saint-Germain musim lalu. Messi bersinar sepanjang karirnya, menginspirasi Barcelona meraih empat Liga Champions dan 10 gelar Spanyol, serta memimpin Argentina ke Copa America sebagai juara pada tahun lalu. Secara individu, ia memiliki rekor tujuh Ballons d'Or

Penghargaan sangat pantastis, Messi 7 kali sebagai pemain terbaik yang mendapatkan Bola Emas Ballons d'or sebuah penghargaan sepak bola tahunan untuk para pemain yang bermain di liga liga Eropa. Penghargaan ini digagas oleh penulis majalah France Football, Gabriel Hanot, yang meminta rekan-rekannya untuk memilih pemain terbaik di Eropa pada tahun 1956. Pemenang perdananya adalah Stanley Matthews dari Blackpool. Messi terakhir mendapatkan penghargaan itu bersam PSG - Prancis 2021.

Tapi itu bukan hanya trofi Messi; itu adalah cara dia memainkan permainan yang berarti dia harus dilihat sebagai yang terbaik sekarang dia juga telah memenangkan Piala Dunia yang mungkin akan menjadi karier terakhirnya dipiala duni dan selanjutnya akan memilih pension di Sepak Bola. Dai sudah menikmati segalanya disepak bola, uang dan materi sudah mengalir untuknya selain penghargaan yang bertumpuk itu. Kebahagian puncak telah ia dapatkan saat mengangkat piala Emas Fifa 2022 yang tak pernah ia lakukan sepanjang keikut sertaannya dipiala dunia.

Tahun 2014, Messi terpilih sebagai pemain terbaik yang menerima Bola Emas (Golden Ball) di turnamen World Cup Brasil, namun saat itu Messi dan kawan-kawan  gagal mempersembahkan trofy paling bergengsi didunia sepak bola setelah Argentina dikalahkan oleh tim Jerman dengan skor 0 - 1


Jutaan anak di seluruh dunia menyukai sepak bola terutama karena Messi. Pria kecil pemalu dengan magic di kakinya. Bocah dari Rosario itu bisa jadi salah satu penggemarnya, ini akan menginspirasi banyak orang terutama bagi siapa saja yang dalam kehidupannya ikut aktif dalam permainan sepak bola.

Artikel Terdahulu: 

Siapa Saingan Messi Untuk Gelar Pemain Terbaik World Cup Qatar 2022 ?


Banyak pendukung Argentina di Qatar adalah pekerja migran dari tempat-tempat seperti India atau Bangladesh. Mereka semua mencintai Messi dan basis penggemar Argentina membengkak tidak seperti tim yang lain di turnamen Worl Cup Qatar 2022.

Di final melawan Prancis, ia mengatur nada dan tempo sejak awal untuk Argentina yang berada diatas angin, umpan-umpan tepat dan dribel berani mendesak timnya. Dia tetap tenang untuk memasukkan penalti awal dan kemudian terlibat dalam gol kedua Angel Di Maria yang luar biasa, salah satu gol tim terbaik dalam sejarah final Piala Dunia.

Prancis, yang dilemahkan dan merasa prustrasi sejak dua goll telah bersarang di gawangnya hingga menit ke 79, entah bagaimana menyamakan kedudukan melalui dua gol cepat Kylian Mbappe pada menit ke 80 dan 81. Namun pahlawan Argentina itu menemukan kembali alurnya di perpanjangan waktu dengan mencetak 1 gol di menit ke 108.  Itu adalah salah satu tujuan paling berantakan dalam karirnya, tetapi dia tidak akan peduli.

Dia melewatkan Sepatu Emas Piala Dunia karena Mbappe menyamakan kedudukan dengan mencetak gol ketiganya pada menit ke 118 untuk mengirim final ke adu penalti, tetapi sekali lagi Messi tidak peduli. Diapun memenangkan penghargaan individu dalam bentuk Player of the Tournament pada laga itu.

Tapi yang lebih penting, setelah rasa sakit karena kalah 0 – 1 di perpanjangan waktu dari Jerman pada tahun 2014 di Barasil, dia sekarang menjadi juara dunia - bahkan setelah kalah dari Arab Saudi di pertandingan pembukaan Argentina (1 – 2 ).

Dia memiliki nyali dalam adu penalti untuk menjadi yang pertama dan mencetak gol, berbeda dengan pemain Brasil Neymar, yang akan menjadi yang terakhir dan tidak pernah melakukan tendangan penalti saat Kroasia mengalahkan Brasil di perempat final

Messi juga merupakan panutan. Dia memiliki masalah dengan otoritas pajak Spanyol, tetapi skandal bukanlah kata yang dapat Anda kaitkan dengan pemain berusia 35 tahun itu. Bandingkan dia dengan legenda Argentina sebelumnya, Diego Maradona

Maradona, Almarhum playmaker itu bisa dibilang lebih baik dalam sepak bola daripada Messi, jika itu mungkin, tetapi larangan narkoba, kecurangan "Tangan Tuhan" dan tuduhan keterlibatan dengan geng kriminal Italia membuat Maradona tidak bisa dipuji sebagai yang terhebat

Tentu, tidak mungkin Argentina memenangkan Piala Dunia 1986 tanpa dia, tetapi hal yang sama dapat dikatakan untuk Messi pada tahun 2022 ketika negaranya menambah mahkota ketiga.

Amerika Selatan telah menunggu 20 tahun sementara Eropa mendominasi. Messi membantu menghentikan Prancis mempertahankan trofi mereka

Akan ada orang yang masih menganggap Cristiano Ronaldo adalah yang terhebat. Tapi medali pemenang Piala Dunia hilang dari daftar prestasinya. Kita juga harus membandingkan kepergian Messi dari Barcelona - penuh air mata, rendah hati, ramah - dan keluarnya Ronaldo dari Manchester United, Real Madrid dan Juventus - berjudul, sombong, egois

Kemenangan Piala Dunia, dalam pertandingan Piala Dunia terakhirnya, menempatkan Messi di puncak pohon sepak bola.

Setelah 18 tahun berkarier di Sepakbola, Lionel Messi telah mengoleksi semua gelar paling prestisius yang dia mampu raih:

1 FIFA World Cup 
1 Copa América
7 FIFA Ballon d'Or 
1 Olympic - Gold Medal
4 UEFA Champions League
3 FIFA Club World Cup
3 European Super Cup
10 La Liga
7 Copa Del Rey
8 Supercopa De Espana
1 Ligue One Prancis

Messi sudah pensiun dan beristirahat dari dunia sepak bola dengan tenang sebagai seorang Legenda dan salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Namun kita masih ingin melihat aksi-aksi Leo Messi di lapangan, usia 36 tahun masih memungkinkan untuk bisa satu atau dua tahun lagi sebelum benar gantung sepatu. Messi telah mewujudkan Impiannya.

Akan tetapi usai bermain manis dan cantik semalam dengan mengalahkan Prancis 7 - 5 (4 - 2) La Pulga, Messi dengan terus terang mengatakan "Tidak, saya tidak akan pensiun dari tim nasional Argentina," katanya kepada TyC Sports, lanjut dia, "Saya ingin terus bermain sebagai juara." Lionel Messi mengakui tidak ada lagi yang bisa dia lakukan dengan seragam Argentina untuk melampaui apa yang telah dia capai di Qatar. Namun pahlawan Piala Dunia Argentina mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan memperpanjang karir internasionalnya. Legenda Argentina itu juga mengatakan dia punya firasat akan memenangkan turnamen kali ini dan mempersembahkan untuk negaranya, warga Argentina dan seluruh dunia penggemar tim Argentina.

Daftar Pemain Terbaik Piala Dunia dari Masa ke Masa

2022: Lionel Messi – Argentina
2018: Luka Modric - Kroasia
2014: Lionel Messi - Argentina
2010: Diego Forlan - Uruguay
2006: Zinedine Zidane - Prancis
2002: Oliver Kahn – Jerman
1998: Ronaldo - Brazil
1994: Romario - Brazil
1990: Salvatore Schillaci - Italia
1986: Diego Maradona – Argentina
1982: Paolo Rossi - Italia
1978: Mario Kempes - Argentina
1974: Johan Cruyff - Belanda
1970: Pele -  Brazil
1966: Bobby Charlton - Inggris
1962: Garrincha - Brazil
1958: Didi – Brazil
1954: Ferenc Puskas - Hungaria
1950: Zizinho - Brazil
1938: Leonidas - Brazil
1934: Giuseppe Meazza - Italia
1930: Jose Nasazzi -  Uruguay

Red: (AndiMsH))

Rabu, Desember 14, 2022

Siapa Saingan Messi Untuk Gelar Pemain Terbaik World Cup Qatar 2022 ?

Siapa Saingan Messi Untuk Gelar Pemain Terbaik World Cup Qatar 2022 ?



Qatar, HR.ID
- Empat tim terakhir sedang mempersiapkan diri untuk babak semifinal Piala Dunia yang berlangsung pada Selasa 13 dan Rabu 14 Desember. Melihat para pemain kunci dari masing-masing tim yang memperebutkan satu tempat di final Piala Dunia yang sekarang mereka hanya tersisa menjadi empat dari 32 tim yang dicatat oleh FIFA.

Setelah empat tim diperempat final Piala Dunia FIFA 2022 yang semakin seru kini menampilkan campuran favorit pada babak penyisihan dan pemenang kejutan, dimana pada laga semifinal akan mempertemukan tim Argentina vs Kroasia pada Selasa 13 Desember diikuti oleh Prancis vs Maroko pada Rabu 14 Desember.

Dengan mempertaruhkan tempat di final Piala Dunia, setiap pemain harus tampil di puncak kekuatan mereka untuk menjaga negara mereka tetap di jalur kemenangan di Qatar sekaligus mengincar penghargaan Golden Ball (Pemain terbaik dan Golden Boot (Top Scorer)

Piala Dunia kali ini telah memperlihatkan lebih dari sekadar penampilan bintang yang adil, baik dari pemain mapan atau wajah baru yang mengambil kesempatan untuk bersinar di turnamen terbesar sepak bola internasional.

Siapa yang memiliki bakat untuk membawa tim mereka ke final ? Siapa yang dapat membuat perbedaan ketika taruhannya berada pada posisi tertinggi?

Dari Kylian Mbappe dari Prancis hingga Lionel Messi dari Argentina, inilah para pemain top yang harus diwaspadai di semifinal Piala Dunia.

Argentina: Lionel Messi, Julian Alvarez and Enzo Fernandez

Sementara perdebatan tentang siapa pemain terbaik dunia masih berkecamuk, Lionel Messi dari Argentina terus menunjukkan mengapa namanya selalu dibicarakan ketika orang membicarakan pesepakbola terhebat sepanjang masa.

Dengan Lima gol (dan 1 Gol Melalui Adu Finalti) sudah dicetak pada Piala Dunia kali ini, pemain berusia 35 tahun itu sedang dalam misi untuk membawa kembali gelar dunia pertama untuk negaranya sejak 1986. Penalti Messi di perempat final melawan Belanda membuatnya menyamai Gabriel Batistuta sebagai pencetak gol terbanyak Argentina. Pencetak gol Piala Dunia yang produktif dengan 10 gol. Tapi Messi jauh lebih berarti bagi Argentina daripada sekadar gol. Seorang pemimpin di lapangan, kemampuannya untuk membelah pertahanan terbuka lebar dengan umpan cekatan ditunjukkan dengan bantuannya yang luar biasa untuk gol pembuka Nahuel Molina melawan Belanda.

Melawan Kroasia pada Rabu dini hari, kontribusi Messi memang sangat dibutuhkan tim. Messi mencetak 1 gol melalu titik putih kemudian akselerasinya melawati pemain bertahan Kroasia dengan asit yang cukup cantik kepada Alvares dengan penyelesaian yang membuahkan gol. Wajarlah jika ia mendapatkan penghargaan sebagai Player of the Match awards usai laga kontra Krosia. Empat dari Enama laga yang dilakoni sejak penyisihan goruop Messi menjadi Man Of Yhe Match.

Hanya satu kendala yang menghalangi Messi untuk tidak menyandang gelar pemain terbaik kali ini yakni Messi telah menyandang pada gelaran yang sama di tahun 2014 yang saat itu menjadi Runer Up setelah dikalahkan Jerman di babapk Final dengan angka tipis 01. Dalam sejarah persepak bolaan Piala dunia hingga kini tak seorangpun pemain yang pernah menyandang Gelar Pemain terbaik sebanyak dua kali atau lebih.

Argentina kali ini akan berlaga di Final menunggu npemenang antara Francis dan Maroko. Di Final, Messi harus tampil memukau jika Argentina ingin mengangkat trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam sejarah mereka di Qatar tahu 2022 ini.

Pemain lain yang menjadi pusat peluang Argentina di Qatar adalah Julian Alvarez, yang mencetak dua gol atas namanya di turnamen ini. Striker Manchester City ini masih berusia 22 tahun tetapi telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling menarik di Piala Dunia. Ia menambah dua gol lagi saat menantang Kroasia di semi final. Dua gol yang diciptakan ke Gawang Kroasi satu hasil akselerasi dari lapangan tengah dan satunya lagi hasil umpan dari sang La Pulga.

Dengan perpaduan Messi yang saling tarik ulur, banyak yang diharapkan dari Alvarez karena ia bertujuan untuk mencetak gol yang dibutuhkan untuk mengatasi pertahanan lawan yang kuat pada Final nanti dan messi diharap akan memberi asist untuknya.

Penyerang lain yang telah mengumumkan dirinya kepada dunia selama turnamen ini adalah Enzo Fernandez, dengan lini tengah memainkan peran kunci dalam perjalanan timnya ke semifinal. Fernandez sudah mencetak satu gol atas namanya di Piala Dunia ini setelah tendangan melengkung yang luar biasa melawan Meksiko. Dan setelah melewati karirnya pada Piala Dunia di bangku cadangan menjadi tim inti, gelandang Benfica telah menjadi anggota penting dari starting eleven Argentina saat mereka memasuki tahap akhir kompetisi.

Croasia: Luka Modric, Andrej Kramaric and Josko Gvardiol

Kroasia harus tunduk dan mengakui kehebatan Messi dan kawan kawan. Menghadapi Messi, Luka Modric sebagai kapten dilapangan cukup memberi perlawanan yang terlihat bagaimana penguasaan bola yang lebih banyak dimiliki ketimbang tim Argentina.

Meski kalah, sering disebut sebagai pemain terhebat Kroasia, gelandang Real Madrid Luka Modric yang sekali lagi menjadi jantung ambisi negaranya saat mereka bertujuan untuk mencapai final Piala Dunia kedua di banyak turnamen. Kali ini Modric gagal akan tetapi ia tetap ,asuk dalam daftar pemain hebat dipiala dunia Qatar. Ia bersama timnya telah mencapai puncak di 4 besar dan bisa dipastikanturnamen Empat taghunan ini akan menjadi yang terakhir untuk Nodric. Ia akan memilih pensiun dari timnas.Kroasia.

Seorang pengumpan yang luar biasa dengan kemampuan untuk membuka pertahanan yang paling keras kepala, Modric yang berusia 37 tahun tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa waktu dalam pertandingan mengejarnya untuk tetap menampilkan yang terbaik. Melawan tim Argentina telah membuktikan jika dirinya masih kuat dan terhebat di Kroasia.

Modric telah memenangkan Liga Champions UEFA tahun ini dengan klub Real Madrid dan akan mengincar kejayaan internasional di Qatar dalam penampilan terakhirnya di Piala Dunia.

Modric gagal mengangkat trofi Piala Dunia, meski bantuan striker Andrej Kramaric membantuinya untuk menciptakan gol ke gawang Argentina namun senua titik jadi kegagalan., Andrej sendiri telah menikmati musim yang kuat tahun ini dengan dua gol dalam perjalanan ke semifinal. Sering bermain sebagai penyerang tunggal untuk negaranya, pemain berusia 31 tahun ini sekali lagi menjadi titik fokus serangan timnya saat menghadapi Argentina pada hari rabu semalam.

Dan sementara tim Kroasia yang menua ini bertumpuh dan beralih ke pemain seperti Ivan Perisic yang berusia 33 tahun, Marcelo Brozovic yang berusia 30 tahun dan Mateo Kovacic yang berusia 28 tahun untuk melihat mereka lolos ke final, mereka juga dapat mengandalkan satu bek muda yang semakin membuktikan nilainya seiring berjalannya turnamen Piala Dunia: Josko Gvardiol, tapi mereka gagal membawa negaranya ke Final

Bek berusia 1,85m berusia 20 tahun ini telah bermain dengan sangat baik sepanjang turnamen di Qatar dan, bersama dengan penjaga gawang dan pahlawan adu penalti Dominik Livakovic, akan berada di jantung pertahanan negaranya saat Kroasia berusaha menggagalkan barisan Argentina yang banyak dihuni penyerang berbakat. Kali ini ia juga tak berdaya menghadang Messi yang begitu lincah.

Francis: Kylian Mbappe, Antoine Griezmann and Olivier Giroud

Juara dunia Prancis memasuki semifinal kedua melawan Maroko sebagai favorit, tetapi harus tampil sebaik mungkin untuk mengalahkan semifinalis Piala Dunia pertama di Afrika pada hari Rabu.

Dengan absennya pemenang Ballon d'Or Karim Benzema, Kylian Mbappe telah menjadikannya sebagai ancaman pencetak gol utama bagi negara yang ingin memenangkan gelar Piala Dunia berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Dengan lima gol sudah di turnamen, Mbappe memimpin perebutan Sepatu Emas menuju empat besar. Dia akan berharap untuk bangkit kembali dari penampilan yang relatif tenang di perempat final melawan Inggris saat dirinya bercita-cita untuk membawa negaranya ke final dan kembali mempertahankan Piala yang didapatkannya pada tahun 2018 di Rusia.

Berdiri di samping Mbappe diskuat Prancis adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya, Oliver Giroud, yang mencetak Empat gol atas namanya di Qatar setelah gol kemenangannya melawan Inggris.

Pada usia 36 tahun ini kemungkinan besar akan menjadi Piala Dunia terakhir Giroud untuk Prancis dan dia ingin meninggalkan panggung internasional dengan trofi Piala Dunia lainnya dimana dia ikut andil dalam memenangkan negaranya di Rusia empat tahun lalu.

Sementara Giroud telah membuktikan dirinya sebagai pemain pengganti yang sangat baik untuk absennya Benzema, dia telah dibantu oleh penampilan luar biasa dari Antoine Griezmann yang telah memantapkan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik turnamen. Griezmann adalah duri di sisi Inggris selama perempat final dan, bersama dengan Ousmane Dembele, sekali lagi akan menjadi kunci opsi serangan timnya ketika dia melawan Maroko pada hari Rabu.

Maroko: Sofiane Boufal, Achraf Hakimi, Yassine Bounou

Sementara Maroko adalah paket kejutan Piala Dunia ini, rute mereka ke semifinal telah ditempa melalui penampilan luar biasa dari para pemain seperti Sofiane Boufal.

Keahlian dan kecepatan Boufal menyulitkan tim lawan untuk menghadapi Piala Dunia kali ini, termasuk Marcus Llorente dari Spanyol yang tampak kewalahan dengan kepiawaiannya di babak 16 besar.

Pada usia 29 tahun, Boufal berada di puncak karirnya dan perlu sekali lagi membawa energi dan tipu daya ke pertandingan melawan Prancis pada hari Rabu.

Pemain Maroko lainnya yang menjadi pahlawan pertandingan Spanyol adalah Achraf Hakimi, dengan bek kanan Paris Saint Germain itu mencetak gol penentu dalam adu penalti.

Cepat, kuat, dan banyak ancaman dalam serangan karena dia solid dalam pertahanan, Hakimi akan menjadi salah satu yang harus diperhatikan di semifinal di mana dia kemungkinan besar akan memiliki tanggung jawab membelenggu rekan setimnya di PSG yaitu Mbappe.

Penjaga gawang Yassine Bounou akan mengharapkan malam yang sibuk melawan serangan Prancis yang kuat, namun penampilannya sejauh ini di Piala Dunia ini - di mana Maroko hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan - menunjukkan bahwa dia lebih dari tugas menjaga bola keluar. dari jaringnya.

Seorang pahlawan adu penalti melawan Spanyol, yang gagal mencetak satu pun tendangan penalti mereka, Bounou mempertahankan clean sheet lainnya dalam kemenangan 1-0 perempat final atas Portugal yang mengalahkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. keluar dari persaingan.

Pemain Terbaik Piala Dunia dari Masa ke Masa
 
2018: Luka Modric - Kroasia
2014: Lionel Messi - Argentina
2010:  Diego Forlan - Uruguay
2006: Zinedine Zidane - Prancis
2002: Oliver Kahn – Jerman
1998: Ronaldo - Brazil
1994: Romario - Brazil
1990: Salvatore Schillaci - Italia
1986: Diego Maradona – Argentina
1982: Paolo Rossi - Italia
1978: Mario Kempes - Argentina
1974: Johan Cruyff - Belanda
1970:  Pele -  Brazil
1966:  Bobby Charlton - Inggris
1962: Garrincha - Brazil
1958: Didi – Brazil
1954: Ferenc Puskas - Hungaria
1950: Zizinho - Brazil
1938:  Leonidas - Brazil
1934: Giuseppe Meazza - Italia
1930: Jose Nasazzi -  Uruguay


Red: (TimHR)



Selasa, Desember 13, 2022

Teka Teki Siapa Pemain Terbaik Piala Dunia Qatar 2022

Teka Teki Siapa Pemain Terbaik Piala Dunia Qatar 2022

Photo: FIFA WORLD Cup @FIFAWorldCup

Qatar, HR.ID
Empat tim terakhir sedang mempersiapkan diri untuk babak semifinal Piala Dunia yang berlangsung pada Selasa 13 dan Rabu 14 Desember. Melihat para pemain kunci dari masing-masing tim yang memperebutkan satu tempat di final Piala Dunia yang sekarang mereka hanya tersisa menjadi empat dari 32 tim yang dicatat oleh FIFA.

Setelah empat tim diperempat final Piala Dunia FIFA 2022 yang semakin seru kini menampilkan campuran favorit pada babak penyisihan dan pemenang kejutan, dimana pada laga semifinal akan mempertemukan tim Argentina vs Kroasia pada Selasa 13 Desember diikuti oleh Prancis vs Maroko pada Rabu 14 Desember.

Dengan mempertaruhkan tempat di final Piala Dunia, setiap pemain harus tampil di puncak kekuatan mereka untuk menjaga negara mereka tetap di jalur kemenangan di Qatar sekaligus mengincar penghargaan Golden Ball (Pemain terbaik dan Golden Boot (Top Scorer)

Piala Dunia kali ini telah memperlihatkan lebih dari sekadar penampilan bintang yang adil, baik dari pemain mapan atau wajah baru yang mengambil kesempatan untuk bersinar di turnamen terbesar sepak bola internasional.

Siapa yang memiliki bakat untuk membawa tim mereka ke final ? Siapa yang dapat membuat perbedaan ketika taruhannya berada pada posisi tertinggi?

Dari Kylian Mbappe dari Prancis hingga Lionel Messi dari Argentina, inilah para pemain top yang harus diwaspadai di semifinal Piala Dunia.

Argentina: Lionel Messi, Julian Alvarez and Enzo Fernandez

Sementara perdebatan tentang siapa pemain terbaik dunia masih berkecamuk, Lionel Messi dari Argentina terus menunjukkan mengapa namanya selalu dibicarakan ketika orang membicarakan pesepakbola terhebat sepanjang masa.

Dengan Empat gol (dan 1 Gol Melalui Adu Finalti) sudah yang dicetak Piala Dunia kali ini, pemain berusia 35 tahun itu sedang dalam misi untuk membawa kembali gelar dunia pertama untuk negaranya sejak 1986. Penalti Messi di perempat final melawan Belanda membuatnya menyamai Gabriel Batistuta sebagai pencetak gol terbanyak Argentina. Pencetak gol Piala Dunia yang produktif dengan 10 gol. Tapi Messi jauh lebih berarti bagi Argentina daripada sekadar gol. Seorang pemimpin di lapangan, kemampuannya untuk membelah pertahanan terbuka lebar dengan umpan cekatan ditunjukkan dengan bantuannya yang luar biasa untuk gol pembuka Nahuel Molina melawan Belanda.

Messi harus tampil memukau jika Argentina ingin mengangkat trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam sejarah mereka di Qatar tahu 2022 ini.

Pemain lain yang menjadi pusat peluang Argentina di Qatar adalah Julian Alvarez, yang mencetak dua gol atas namanya di turnamen ini. Striker Manchester City ini masih berusia 22 tahun tetapi telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling menarik di Piala Dunia.

Dengan perpaduan Messi yang saling tarik ulur, banyak yang diharapkan dari Alvarez karena ia bertujuan untuk mencetak gol yang dibutuhkan untuk mengatasi pertahanan Kroasia yang kuat dan messi diharap akan memberi asist untuknya.

Penyerang lain yang telah mengumumkan dirinya kepada dunia selama turnamen ini adalah Enzo Fernandez, dengan lini tengah memainkan peran kunci dalam perjalanan timnya ke semifinal. Fernandez sudah mencetak satu gol atas namanya di Piala Dunia ini setelah tendangan melengkung yang luar biasa melawan Meksiko. Dan setelah melewati karirnya pada Piala Dunia di bangku cadangan menjadi tim inti, gelandang Benfica telah menjadi anggota penting dari starting eleven Argentina saat mereka memasuki tahap akhir kompetisi.

Croasia: Luka Modric, Andrej Kramaric and Josko Gvardiol

Sering disebut sebagai pemain terhebat Kroasia, gelandang Real Madrid Luka Modric akan sekali lagi menjadi jantung ambisi negaranya saat mereka bertujuan untuk mencapai final Piala Dunia kedua di banyak turnamen.

Seorang pengumpan yang luar biasa dengan kemampuan untuk membuka pertahanan yang paling keras kepala, Modric yang berusia 37 tahun tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa waktu dalam pertandinagan mengejarnya untuk tetap menampilkan yang terbaik.

Modric telah memenangkan Liga Champions UEFA tahun ini dengan klub Real Madrid dan akan mengincar kejayaan internasional di Qatar dalam penampilan terakhirnya di Piala Dunia.

Jika Modric ingin mengangkat trofi Piala Dunia, dia membutuhkan bantuan striker Andrej Kramaric, yang telah menikmati musim yang kuat tahun ini dengan dua gol dalam perjalanan ke semifinal. Sering bermain sebagai penyerang tunggal untuk negaranya, pemain berusia 31 tahun ini sekali lagi akan menjadi titik fokus serangan timnya saat menghadapi Argentina pada hari Selasa.

Dan sementara tim Kroasia yang menua ini sekali lagi akan beralih ke pemain seperti Ivan Perisic yang berusia 33 tahun, Marcelo Brozovic yang berusia 30 tahun dan Mateo Kovacic yang berusia 28 tahun untuk melihat mereka lolos ke final, mereka juga dapat mengandalkan satu bek muda yang semakin membuktikan nilainya seiring berjalannya turnamen Piala Dunia: Josko Gvardiol.

Bek berusia 1,85m berusia 20 tahun ini telah bermain dengan sangat baik sepanjang turnamen di Qatar dan, bersama dengan penjaga gawang dan pahlawan adu penalti Dominik Livakovic, akan berada di jantung pertahanan negaranya saat Kroasia berusaha menggagalkan barisan Argentina yang banyak dihuni penyerang berbakat.

Francis: Kylian Mbappe, Antoine Griezmann and Olivier Giroud

Juara dunia Prancis memasuki semifinal kedua melawan Maroko sebagai favorit, tetapi harus tampil sebaik mungkin untuk mengalahkan semifinalis Piala Dunia pertama di Afrika pada hari Rabu.

Dengan absennya pemenang Ballon d'Or Karim Benzema, Kylian Mbappe telah menjadikannya sebagai ancaman pencetak gol utama bagi negara yang ingin memenangkan gelar Piala Dunia berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Dengan lima gol sudah di turnamen, Mbappe memimpin perebutan Sepatu Emas menuju empat besar. Dia akan berharap untuk bangkit kembali dari penampilan yang relatif tenang di perempat final melawan Inggris saat dirinya bercita-cita untuk membawa negaranya ke final dan kembali mempertahankan Piala yang didapatkannya pada tahun 2018 di Rusia.

Berdiri di samping Mbappe diskuat Prancis adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya, Oliver Giroud, yang mencetak Empat gol atas namanya di Qatar setelah gol kemenangannya melawan Inggris.

Pada usia 36 tahun ini kemungkinan besar akan menjadi Piala Dunia terakhir Giroud untuk Prancis dan dia ingin meninggalkan panggung internasional dengan trofi Piala Dunia lainnya dimana dia ikut andil dalam memenangkan negaranya di Rusia empat tahun lalu.

Sementara Giroud telah membuktikan dirinya sebagai pemain pengganti yang sangat baik untuk absennya Benzema, dia telah dibantu oleh penampilan luar biasa dari Antoine Griezmann yang telah memantapkan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik turnamen. Griezmann adalah duri di sisi Inggris selama perempat final dan, bersama dengan Ousmane Dembele, sekali lagi akan menjadi kunci opsi serangan timnya ketika dia melawan Maroko pada hari Rabu.

Maroko: Sofiane Boufal, Achraf Hakimi, Yassine Bounou

Sementara Maroko adalah paket kejutan Piala Dunia ini, rute mereka ke semifinal telah ditempa melalui penampilan luar biasa dari para pemain seperti Sofiane Boufal.

Keahlian dan kecepatan Boufal menyulitkan tim lawan untuk menghadapi Piala Dunia kali ini, termasuk Marcus Llorente dari Spanyol yang tampak kewalahan dengan kepiawaiannya di babak 16 besar.

Pada usia 29 tahun, Boufal berada di puncak karirnya dan perlu sekali lagi membawa energi dan tipu daya ke pertandingan melawan Prancis pada hari Rabu.

Pemain Maroko lainnya yang menjadi pahlawan pertandingan Spanyol adalah Achraf Hakimi, dengan bek kanan Paris Saint Germain itu mencetak gol penentu dalam adu penalti.

Cepat, kuat, dan banyak ancaman dalam serangan karena dia solid dalam pertahanan, Hakimi akan menjadi salah satu yang harus diperhatikan di semifinal di mana dia kemungkinan besar akan memiliki tanggung jawab membelenggu rekan setimnya di PSG yaitu Mbappe.

Penjaga gawang Yassine Bounou akan mengharapkan malam yang sibuk melawan serangan Prancis yang kuat, namun penampilannya sejauh ini di Piala Dunia ini - di mana Maroko hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan - menunjukkan bahwa dia lebih dari tugas menjaga bola keluar. dari jaringnya.

Seorang pahlawan adu penalti melawan Spanyol, yang gagal mencetak satu pun tendangan penalti mereka, Bounou mempertahankan clean sheet lainnya dalam kemenangan 1-0 perempat final atas Portugal yang mengalahkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. keluar dari persaingan.


Red: (TimHR)

 

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Artikel Penting Untuk Dibaca

loading...
loading...