Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 29, 2022

Curanmor Tambora Berhasil Diringkus Polisi, Pelakunya 6 Orang

Curanmor Tambora Berhasil Diringkus Polisi, Pelakunya 6 Orang


Jakarta, HR.ID - Kurun waktu dua pekan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambora, Jakarta Barat, berhasil mengamankan 6 pelaku curanmor yang meresahkan masyarakat.

Ke 4 pelaku yang berhasil diamankan, diantaranya berinisial SR, CG, FA, AS, SA dan SG, dimana para pelaku kerap melancarkan aksinya di sejumlah wilayah Tambora, Jakarta Barat.

"Dari ke 6 (enam) pelaku yang berhasil diamankan oleh Polsek Tambora merupakan hasil tangkapan dalam kurun waktu dua pekan dan diamankan dibeberapa lokasi berbeda," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan saat di Mapolsek Tambora, Selasa (28/6/2022).

Dikesempatan yang sama, Kapolsek tambora, Jakarta Barat, Kompol Rosana Albertina Labobar menjelaskan, ada empat LP yang dilaporkan oleh para korbannya dan dalam kurun waktu dua Minggu semua pelaku berhasil ditangkap.

"Para pelaku melancarkan aksinya dengan berbagai modus seperti menggunakan kunci palsu, mengambil kunci sepeda motor korban hingga menggunakan Kunci Letter T," ucapnya Kompol Rosana.

Pertama kasus pencurian dengan korban MSI di mana ia parkirakan kendaraannya di depan gang tempat tinggalnya kawasan Krendang Timur, Tambora, Jakarta Barat, pada hari Minggu (26/5/2022).

Sepeda motor korban jenis Honda matik dicuri oleh SA dan SB dengan masuk ke dalam rumah untuk ambil kunci kendaraan.

"Jadi setelah mengambil kunci dia buru-buru keluar rumah dan membawa kabur sepeda motor korban, ujarnya Kompol Rosana.

Lokasi kedua, berada di Jalan Bandengan Utara III, RT12/11, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Korban berinisial ARS kehilangan sepeda motor jenis Honda Supra 125 saat memarkirkan di depan rumahnya.

Setelah korban melihat CCTV di sekitar lokasi kejadian, ternyata pencuri sepeda motornya adalah tetangganya sendiri berinisial CG, sehingga korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, untuk ditindak lanjuti pada (7/6/2022).

"Jadi setelah kami menerima laporan, tim buser langsung bergerak menangkap pelaku di rumahnya," terang Kompol Rosana.

Kasus ketiga adalah pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan Krendang Timur, dengan tersangka berinisial A dan PA pada (14/6/2022).

Keduanya ditangkap Polsek Tambora keesokan harinya atau pada (15/6/2022) usai korbannya berinisial F membuat laporan ke Mapolsek Tambora.

Tersangka A ini sudah dua kali melakukan pencurian sepeda motor di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

"Tapi untuk aksi ketiga kalinya berhasil menangkap A dan rekannya PA," jelas Rosana.

Lokasi pencurian terakhir, lanjut Kompol Rosana mengatakan, berada di kawasam Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada (17/6/2022).

Dalam perkara ini, tersangkanya satu orang berinisial SH mencuri sepeda motor milik korban berinisial MS.

Korban membuat laporan pagi hari setelah sepeda motornya hilang dan tim buser berhasil meringkus pelaku pada malam harinya.

"Mereka tidak saling mengenal, ini adalah empat komplotan pencuri sepeda motor berbeda," ucap Rosana.

Kompol Rosana mengaku, hasil pemeriksaan urine para tersangka ini negatif narkoba jenis apapun.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengunci ganda sepeda motornya dan memasang kunci pengaman agar tak mudah dicuri," terangnya Polwan Pertama mengembang Kapolsek di Jakarta Barat (Kompol Rosana).

Dari hasil penangkapan tersebut, kami mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 1 (satu) unit Sepeda motor Yamaha mio Soul warna Merah No.pol B-

3164-KCU a.n VENNA Noka : MH314D205DK265588 Nosin 14D1265406 (dalam keadaan kunci kontak rusak), 1 (satu) unit sepeda motor Honda Supra NF 125 No Pol : B-6793-BIH, 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna Putih Merah tanpa plat, 2 (dua) Lembar STNK Sepeda Motor, 1 (satu) buah kunci Letter T dan 1 (satu) buah pisau bersarung kulit bergagang kayu warna coklat.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan pasal 363 Kuhpidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 


Red: (Imam Sudrajat)

Rabu, Juni 15, 2022

Warga Negara Jepang Ditodong, Pelakunya Ditangkap

Warga Negara Jepang Ditodong, Pelakunya Ditangkap

JAKARTA, HR.ID - Kurun Waktu kurang dari 12 jam, Jajaran Polsek Tambora berhasil meringkus pelaku penodongan terhadap seorang karyawan MRT berwarganegaraan Jepang, Senin, 13/6/2022.

Korban Satomi Oki (34) menjadi korban aksi penodongan oleh pelaku di Jalan Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, saat dirinya akan pulang kerja.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce yang didampingi Kapolsek tambora Kompol Rosana Albertina Labobar dan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan menjelaskan keberhasil pihaknya mengamankan 2 orang pelaku berinisial NA als Tole (22) dan MFR (20).

"Pelaku melakukan aksi penodongan dengan menggunakan sajam jenis celurit terhadap seorang karyawan MRT berwarganegaraan jepang," ungkap Pasma Royce saat menggelar press conference di Mapolsek Tambora, Selasa, 14/6/2022. 

Lanjut Pasma mengatakan, para pelaku ini modus operandinya mencari sasaran korban ditempat yang sepi dengan berboncengan menggunakan sepeda motor kemudian menodongkan sajam agar mau menyerahkan barang berharga yang dibawanya.

"Mereka berkeliling mencari target korban dan tak segan segan melukainya jika korban melawan,"  kembali ungkap Pasma.

Lanjutnya dia menceritakan, bahwa  pada hari Senin, 13/6/2022, tersangka berdua berboncengan dengan menggunakan sepeda motor Honda CBR 150 warna biru putih, nopol B 3697 EHE, yang

dikemudikan oleh tersangka NA als Tole (22) dan MFR (20) dibonceng dengan membawa celurit memutar mencari korban disekitar kota tua Jakarta.

Ditempat kejadian, tersangka menemukan korban yang baru keluar dari kantornya (kerja lembur) yang akan pulang keapartemennya di daerah Gelodok, Jakarta Barat, dengan berjalan kaki.

Kemudian tersangka MFR (20) setibanya di jalan roa malaka Tambora, Jakarta Barat, turun dari sepeda motor dengan mengunakan celurit dan menghampiri korban.

Pelaku langsung merampas tas milik korban namun korban melawan dan korban langsung dibacok oleh tersangka MFA dengan mengunakan celurit sebanyak 1 (satu) kali diarea kepala belakang.

"Akibatnya korban mengalami luka bacokan dan harus mendapatkan luka jahitan akibat bacokan tersebut," tuturnya.

Selanjutnya kedua pelaku meningalkan korban di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan luka yang diderita korban.

Pelaku NA als Tole kemudian menyimpan barang bukti hasil kejahatan berupa handpone Iphone 12 di gerobak dilokasi parkirkan kemukus Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, hingga ditemukan oleh tim Buser Tambora.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh tim buser yang dipimpin oleh kanit reskrim Polsek Tambora Akp Yugo Pambudi, diketahui bahwa pelakunya adalah sdr NA als Tole (22) dan MFR (20) yang berhasil ditangkap Tim Buser Polsek Tambora, pada hari Senin tangal 13 Juni 2022, sekira pukul 19.00 WIB, di parkirkan KAI Jl.Kemukus Rt 04/06, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, dan salah satu pelaku berprofesi sebagai tukang juru parkir.

"Pelaku NA als Tole berprofesi sebagai juru parkir di daerah Jalan Kali Besar Tambora, Jakarta Barat," jelasnya Pasma.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya, pelaku dikenakan pasal 365 Kuhpidana. 


Red: (Imam Sudrajat)

Kamis, Juni 09, 2022

Investasi Pengadaan Alat Kesehatan BNPB Ternyata Fiktif, Ini Pelakunya !

Investasi Pengadaan Alat Kesehatan BNPB Ternyata Fiktif, Ini Pelakunya !

 

Jakarta, HR.ID - Satuan Reserse Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat membongkar kasus investasi Fiktif suntik modal alat kesehatan dengan total kerugian para korban senilai 65 milyar rupiah.

Dalam pembongkaran criminal berkedok infestasi ini polisi mengamankan sebanyak 6 tersangka. Dari keenam itu, masing-masing tersangka memiliki peranan yang berbeda-beda.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce didampingi Kasat Reskrim Akbp Joko Dwi Harsono mengatakan jika mereka mengamankan sebanyak 6 orang tersangka karena secara bersama sama melawan hukum menghimpun dana masyarakat dengan dalih penipuan investasi proyek pengadaan alat kesehatan dari BNPB.

"Pada faktanya proyek terebut fiktif dan tidak terdaftar sebagai distributor alat kesehatan dari Kemenkes Republik Indonesia," ujar Kombes Pol Pasma Royce saat press conference di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (8/6/2022).

Menurut Pasma, dari hasil penangkapan ini kami mengamankan 6 orang tersangka yang terlibat atas kasus investasi Fiktif suntik modal alat kesehatan mereka memiliki peran berbeda.

Sdri RE (41) selaku direktur Pt R B S bertindak selaku pengelola investasi bekerjasama dengan AS (31) selaku direktur PT SM bertindak sebagai pengelola investasi/tempat berakhirnya aliran uang dan SK (43) selaku komisaris Pt R B S yang membantu mengelola investasi Sdri RE.

"Ketiga pelaku ini yaitu Sdri RE (41), AS (31) dan SK (43) selaku pengelola investasi Fiktif suntik modal alat kesehatan," ucap Pasma.

Untuk kelancaran aksi investasi Fiktif tersebut mereka dibantu oleh 3 tersangka lainnya yakni Sdri Yf (37) bertindak sebagai perekrut para korban (marketing), Sdr YD (41) bertindak sebagai perekrut para korban (marketing),dan Sdri NH (33) bertindak sebagai admin/penampung modal para korban.

Pasma mengungkapkan, awalnya korban BH melaporkan kepada kami bahwa dirinya menjadi korban investasi Fiktif dan kami langsung melakukan penyidikan.

Setelah melakukan rangkaian penyidikan dan melakukan kordinasi dengan BNPB dan Kemenkes kami berhasil mengamankan pelaku.

Dimana awal mulanya untuk kronologi kejadian ini terjadi pada bulan September 2021, dimana sdr YF ini membuat status di media sosial di media sosial (WA dan Instagram) yang seakan-akan memberitahu ada investasi terkait pengadaan barang-barang alat kesehatan di beberapa rumah sakit di pemerintahan.

Dana yang dikumpulkan digunakan untuk proyek dan akan mendapat keuntungan secara langsung.

Pada tanggal 28 September 2021, tersangka inisial REP menyampaikan kepada saudara YF  bahwa ada pengadaan di BNPB (fiktif)

Saudara YF kemudian menyampaikan kepada korban-korbannya terkait pengadaan barang alkes (alat kesehatan) tersebut.

"Tersangka AS dan RE menyepakati terkait profit, Jadi dari saudara AS dan RE ada keuntungan 20 persen, lalu diserahkan kepada saudara YF, ini dipotong 1 persen dan diterima 19 persen keuntungan," ujar Pasma.

Kemudian saudara YF mengambil keuntungan 2-9 persen untuk 10 persennya diserahkan kepada korbannya.

"Pada awalnya bulan September 2021 masih berjalan sampai dengan Desember 2021 setiap bulannya profit keuntungan 10 persen kepada korban, bebernya Pasma.

Setelah bulan Desember, profit ini terhenti. tidak ada pembagian lagi keuntungan, sehingga ada pihak melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat terkait adanya infestasi fiktif suntik modal alat kesehatan.

Dikesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Akbp Joko Dwi Harsono menjelaskan, Jadi untuk total investasi fiktif ini, ada 37 korban investor, dan total kerugian yang ada di Polres Metro Jakarta Barat sebesar 22 Miliiar dari 37 investor tersebut yang kami tangani.

Namun kami mendapatkan informasi, korban lain yang sudah melaporkan terkait dengan perkara investasi dengan pelaku yang sama ini, yang diantaranya di Polda Jawa Barat ini ada kerugiannya 11 Miliiar, disubdit renakta Polda Metro Jaya yang sudah melaporkan ada Kerugian 2 Milliar rupiah, Renakta unit 3 Polda Metro Jaya ini korbannya yang melapor ada 3 Milliar, di unit 1 Cyber Polda Metro Jaya kerugian 17 Milliar, serta di Polres Depok jadi total ada 43 Miliiar.

"Jika di Total Kerugian para korban investasi Fiktif suntik modal alat kesehatan tersebut mencapai senilai 65 Miliiar," kata Joko

Dalam pengungkapan ini kami mengamankan beberapa alat bukti dari penggeledahan diapartemen city park Cengkareng Jakarta Barat untuk kejahatan diantaranya dari ke 6 (enam) tersangka dapat disita barang bukti berupa :

- Uang tunai senilai Rp.452.000.000.-

- 8 unit Handphone

- 1 unit Laptop merek HP

- 1 unit Sepeda Motor Honda Scoopy

- 2 set Tas mewah

- 5 Surat Pembelian Emas senilai Rp.20.000.000.-

- 10 Buku Tabungan

- 10 Kartu ATM

- 4 Token Bank

- 1 Sertifikat Apartemen.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan dugaan tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP.


Red: (Imam Sudrajat)

Senin, Juni 06, 2022

3 Remaja Ditangkap di Jl. Pengayoman, Makassar, Diduga Lakukan Prostitusi Online

3 Remaja Ditangkap di Jl. Pengayoman, Makassar, Diduga Lakukan Prostitusi Online


Makassar, HR.ID
- Karena diduga melakukan bisnis esek-esek online, Tiga orang remaja ditangkap polisi saat menunggu salah satu teman wanitanya yang sedang asik melayani pria hidung belang.

Penangkapan ini terjadi di salah satu hotel yang terletak di Jl. Pengayoman, Kota Makassar, Sulawesi selatan.

Menurut keterangan pihak yang berwajib, penangkapan ini terjadi saat polisi sedang melakukan patroli Kamtibmas di sekitar Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Pada Minggu dini hari (05/06/2022).

Salah satu Tim Penikam Polrestabes Makassar yang melakukan penangkapan, Briptu Lukman kepada wartawan, Minggu (5/6/2022) membenarkan jika para remaja putra putri tersebut ditangkap karena diduga melakukan prostitusi online melalui aplikasi sosmed.

"Para remaja itu ditangkap saat sedang menunggu teman wanita mereka yang sedang berkencan dengan pria hidung belang di salah satu hotel di Makassar melalui aplikasi media sosial," ungkap Lukman

Kata lukman, selain mengamankan dua orang remaja pria inisial AA (16), dan NS (18), mereka juga mengamnkan satu orang remaja wanita inisial NF (15).

Penangkapan ketiganya berawal saat dua remaja (AA dan NS) sedang nongkrong dengan gelagat mencurigakan. Karena kecurigaan itu, Tim Penikam Polrestabes Makassar menginterpgasi yang bersangkutan dan selanjutnya dilakukan penggeledahan.

Saat interogasi, pihak kepolisian menemukan kejanggalan bahwa mereka diduga terlibat dalam prostitusi online. Polisi pun melakukan pengembangan dan mengamankan wanita NF sebagai korban dalam kasus ini.

"Kita amankan meraka para pelaku karena diduga melakukan prostitusi online dan wanita yang jadi korban adalah wanita masih di bawah umur sekitar 15 tahun," lanjut Lukman

Saat ditangkap dan gelandang ke posko Tim Penikam Polrestabes Makassar, kedua tersangka mengaku jika mereka menjajakan NF ke pria hidung belang melalui media sosial dengan biaya sekali kencan senilai Rp 400 ribu.

"Untuk sekali kencan para terduga pelaku memasang Tarifnya sebesar Rp 400 ribu untuk sekali kencan," ungkap Lukman.

Hingga berita ini di publikasikan, ketiga remaja itu telah diamankan di Mapolrestabes Makassar, guna untuk melakukan pendalaman peran masing serta proses hukum lebih lanjut.

Red. (MHRP

Minggu, Juni 05, 2022

2 Orang Debt Collector Ditangkap Usai Rampas Sepeda Motor

2 Orang Debt Collector Ditangkap Usai Rampas Sepeda Motor

Jakarta, HR.ID - Polsek Kembangan, Jakarta Barat, berhasil mengamankan 2 debt collector yang buron usai melakukan perampasan sepeda motor di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

2 orang debt collector yang sempat buron tersebut berinisial SB (26) dan YR (22), Sebelumnya Polsek Kembangan mengamankan 1 rekan nya berinisial OYS (31).

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan mengatakan, saat ini Polsek Kembangan, Jakarta Barat, berhasil mengamankan 2 pelaku yang berprofesi sebagai Debt Collector.

"Kedua pelaku diamankan setelah terlibat aksi perampasan sepeda motor di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, jadi total yang berhasil kita amankan sebanyak 3 orang" kata Kompol Moch Taufik Iksan saat dikonfirmasi, Jumat, (3/6/2022).

Dikesempatan yang sama, Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Kompol Binsar H Sianturi menjelaskan, kejadian tersebut bermula dimana Pelaku OYS (31) bersama dengan 3 rekan lainnya memberhentikan korban Ilyas Ramadhan yang sedang mengendarai sepeda motor jenis scopy di Pondok indah.

"Modus pelaku mengaku sebagai petugas leasing dan menuduh korban terlambat membayar angsuran dan denda pengambilan BPKB," kata Kompol Binsar

Selanjutnya pelaku mengambil kendaraan sepeda motor korban dengan memboncengi korban ke arah jalan raya Joglo Kembangan, Jakarta Barat.

Setibanya dilokasi, pelaku yang membawa handphone milik korban berpura-pura menyerahkan kepada korban.

Saat korban turun dari boncengan pelaku, kemudian korban berjalan mengambil handphone yang dibawa oleh rekan pelaku, lalu sepeda motor milik korban di bawa oleh pelaku yang memboncengi korban.

Namun saat pelaku berusaha melarikan diri, pelaku mengalami kecelakaan dengan menabrak pengendara sepeda motor yang sedang di kendarai oleh seorang ibu-ibu.

"Melihat kejadian tersebut pelaku sempat menjadi bulan bulanan warga sekitar, beruntung nyawa pelaku berhasil diselamatkan oleh petugas kepolisian dari Polsek Kembangan yang sedang berpatroli," ucapnya Kompol Binsar.

Lanjut Kompol Binsar menerangkannya, kedua pelaku yang sempat buron SB (26) dan YR (22) berhasil kami amankan di daerah Tangerang.

"Para pelaku sudah beraksi selama 1 tahun dengan modus mengaku sebagai petugas debt collector, pelaku sudah merampas sepeda motor lebih dari 5 kali," ujar Kompol Binsar.

Para pelaku usai berhasil merampas sepeda motor kemudian dijual kembali kepada seorang penadah dan kami telah berhasil mengidentifikasi pelaku penadah tersebut.

"Rata-rata dari hasil penjualan tersebut pelaku menjual dengan harga 3 juta hingga 4 juta, masing-masing pelaku mendapat pembagian sebesar 300 ribu hingga 400 ribu rupiah," jelas Binsar.

Pihak kepolisian ini juga menerangkan jika terangkan pelaku bukan dari leasing resmi, tapi mereka hanya mengaku bahwa dirinya ditugaskan untuk melaksanakan penarikan /kendaraan bermotor jenis rda dua ,

"Mereka hanya mengaku saja sebagai petugas debt collector," ungkap Binsar.

 

Dijelaskan juga bahwa pada umumnya mereka beraksi secara random, dengan artian mereka mencari sasaran secara acak untuk mencari korbannya.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, Jakarta Barat, Akp Reno Apri Dwijayanto menghimbau kepada masyarakat, jika menjumpai hal serupa agar segera melaporkan ke Polsek terdekat.

"Jangan mau diambil paksa debt collector ditengah jalan karena perbuatan mengambil motor milik orang lain ditengah jalan adalah rangkaian peristiwa tindak pidana, " ujar Akp Reno.

Reno menjelaskan, debt collector yang benar adalah mendatangi rumah debitur pada jam operasional antara jam 08.00 WIB s/d 17.00 WIB terkait masalah penunggakan.

Umumnya mereka para debt collector beraksi dengan menggunakan dan memiliki aplikasi untuk pengecekan nomor polisi.

Baik itu yang ada di playstore maupun diinstall langsung dan menanyakan hal tersebut kepada korbannya setelah mereka mengetik nomor polisi dan kemudian memberhentikan kendaraan korbannya.

"Saran kami agar OJK dan Kominfo melakukan filtering dan dilakukan take down terhadap aplikasi pengecekan nomor polisi yang tidak berijin dari korlantas polri," tutupnya Akp Reno. 


Red: (Imam Sudrajat)

Kamis, Mei 19, 2022

Salah Serang Rekan Begal Penusuk Polisi dengan Tombak Ikan Ditangkap di Kamar Hotel bersama Wanita Pujaannya

Salah Serang Rekan Begal Penusuk Polisi dengan Tombak Ikan Ditangkap di Kamar Hotel bersama Wanita Pujaannya

Foto: Tangkapan Layar, Kondisi Johan Silaen di RS Jambi

Jambi, HR.ID – Kawan geng begal yang menyerang anggota polisi, Perwira Pertama Polda Jambi, Johan Silaen dengan tombak ikan akhirnya ditangkap di kamar salah satu hotel di Kota Jambi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan membenarkan hal itu.  Ia juga membenarkan jika pelaku bernama Rahmat Fikri, 24, ditangkap saat berduaan bersama kekasihnya disebuah kamar hotel.

Sebelum penanhgkan Fikri, terlebih dahulu pada saat terjadinya penusukan Kanit Resmob Ditreskrimum Polda Jambi, pelaku utama yang diketahui bernama Taufik Hardiansyah alias Taufik Galing (32) tewas ditembak polisi.  Pelaku merupakan spesialis jambret lintas kabupaten/kota Jambi sebanyak 11 TKP, yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pelaku Fikri ditangkap tim gabungan dari salah satu kamar hotel di Kota Jambi, karena bersembunyi dari kejaran polisi.

Dalam persembunyiannya dari kejaran polisi, Fikri ditangkap tim gabungan Resmob Polda Jambi bersama Opsnal Polresta Jambi, Polres Batanghari, Polres Muaro Jambi dan Polres Tanjab Timur di Hotel Harisman Residen, Kecamatan Jelutung, kota Jambi.

“Pelaku diamankan pada malam sekitar pukul 22.00 WIB, saat pelaku sedang berada di dalam kamar hotel bersama pasangannya,” kata Kaswadi.

Kaswadi menyampaikan bahwa saat pelaku Fikri diamankan, kriminal begal itu berusaha melakukan perlawanan dan melarikan diri, namun dengan tegas polisi melakukan tindakan terukur sehingga pelaku di hadiahi timah panas dibagian kakinya.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan satu senjata tajam jenis pisau, satu unit sepeda motor, satu alat isap sabu-sabu atau bong sabu-sabu milik pelaku

Kaswandi Irwan menambahkan bahwa pelaku Fikri tersebut saat melakukan aksi jambret diberbagai tempat kejadian perkara (TKP) selalu berdua bersama dengan almarhum Taufik Galing. Kedua pelaku ini kerap beraksi  sebagai target sasaran korbannya adalah perempuan dengan menggunakan senjata tajam.

Selaim itu, Kaswadi juga memaparkan jika Pelaku Fikri baru bebas dari Lapas Kelas IIA Jambi pada akhir 2021 lalu dengan kasus jambret.

Fikri dikabarkan telah membawa kabur seorang perempuan dari rumah orangtua perempuan tersebut untuk tidak pulang ke rumah (pacar pelaku) yakni wanita yang  ditemukan dalam kamar hotel bersamanya.

Orangtua perempuan tersebut sudah membuat laporan kehilangan anak ke Polsek Jambi Selatan.

Diketahui sebelumnya, Seorang Perwira Pertama Polda Jambi, Kanit Resmob Ditreskrimum Polda Jambi, AKP Johan Silaen ditusuk memakai tombak ikan oleh seorang pelaku begal saat melakukan operasi penangkapan, Selasa (10/5/22), di kelurahan Tanjung Pasir, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi.

Saat dilakukan penangkapan pelaku sudah mengetahui keberadaan polisi, dan menantang polisi untuk masuk ke rumah. Nahas, saat pintu didobrak pelaku sudah siap menyerang dan menusuk salah satu anggota polisi dengan sebuah tombak.

Saat itu juga , Silaen langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah Raden Mattaher, dengan kondisi tombak ikan masih tertancap di perut, dan langsung dilakukan operasi.  Kini kondisinya sudah membaik.

 

Red: (MHR)

 

Aksi Pencabulan Dibawah Umur oleh Tetangga Kost Dibekuk Polisi

Aksi Pencabulan Dibawah Umur oleh Tetangga Kost Dibekuk Polisi


JAKARTA, HR.ID
- Pria setengah abad berinisial D als Boby (50) harus merasakan dinginnya  hotel prodeo lantaran telah melakukan aksi perbuatan cabul terhadap anak perempuan dibawah umur berkebutuhan khusus (down syndrome).

Anak perempuan dibawah umur berinsial SR (14) mendapatkan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh pelaku yang merupakan tetangga kostnya.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce di dampingi Kasat Reskrim Akbp Joko Dwi Harsono dan Kasi Humas Kompol Moch Taufik Iksan.

Pasma Royce menerangkan, kami berhasil mengamankan seorang pria yang telah melakukan aksi pencabulan terhadap anak perempuan dibawah umur pengidap down syndrome.

Adapun menjadi dasar LP 414/2022 tanggal 14 mei 2022 perkaranya adalah perbuatan cabul terhadap anak SR (14).

"Kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu 14 mei 2022, sekira pukul 15.00 WIB, bertempat di daerah Mangga Besar Tamansari,, Jakarta Barat," jelas Pasma Royce, saat menggelar press conference di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu, (18/5/2022).

Pasma Royce menjelaskannya, kejadian tersebut bermula Pada saat korban duduk di tangga lantai 3 dan pelaku akan naik ke lantai 4.

Antara pelaku dan korban sama-sama tinggal di kos-kosan di daerah Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

"ini sama-sama pada saat mau naik karena terhalang meminta minggir tidak mau si korban akhirnya si pelaku mengangkat korban dan melakukan perbuatan cabul," ucapnya Pasma.

Atas dasar kelakukan dari pelaku yang berinisial D alias Bobi, maka orangtua dari korban melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat dan kami melakukan tindakan kepolisian.

Lanjut Kombes Pasma mengatakan, setelah kami berhasil mengamankan terhadap pelaku, kami juga akan berkoordinasi dengan P2TP2A terkait dengan psikologis anak.

"Kordinasi dengan P2TP2A ini untuk memberikan trauma healing terhadap kondisi kejiwaan korban," jelas lagi.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 76 e junto 82 uu ri no 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. 


Red: (Imam Sudrajat)


Selasa, April 26, 2022

30 Orang Ditangkap, 359 Didiskualifikasi Kasus Kecurangan Penerimaan CPNS, Terbanyak di Sulsel

30 Orang Ditangkap, 359 Didiskualifikasi Kasus Kecurangan Penerimaan CPNS, Terbanyak di Sulsel

 

Jakarta HR.ID - Kasus kecurangan dalam penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) tahun anggaran 2021 diungkap oleh aparat kepolisian.  Ada 30 orang akan dijerat hukuman yang telah ditetapkan sebagai tersangka,  apalagi 9 diantara mereka merupakan pegawai negeri sipil (PNS). 21 orang lainnya adalah masyarakat sipil.

Selain 30 orang telah ditetapkan jadi tersangka 359 orang peserta didiskualifikasi sebagai CPNS karena terbukti melakukan kecurangan saat tes seleksi CPNS tahun 2021.

Kasus ini tengah ditangani oleh Mabes Polri dengan membentuk satgas KKN CPNS.  Dari hasil pencapaiannya, Mabes polri memastikan bahwa ada 359 yang didikualifikasi sebagai CPNS dan terbanyak di Sulawesi Selatan.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan kasus kecurangan CASN tersebar di lima provinsi berbeda. Kelimanya adalah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

“Sudah dilakukan penangkapan terhadap 21 warga sipil, ada sembilan PNS yang terlibat dalam kegiatan kecurangan itu,” kata Gatot di Bareskrim Polri, Senin (25/4/2022).

Gatot menyebutkan jika lokasi kecurangan terbanyak ada di Sulawesi Selatan.

“(Sulawesi Selatan, red) ada beberapa lokasi, yaitu di Kota Makassar, Tana Toraja, Sidrap, Palopo, Luwu, dan Enrekang,” ungkap Gatot.

Untuk jumlah calon ASN yang didiskualifikasi Gatot menyebutkan ada sebanyak 359 orang berdasarkan surat keputusan BKN. Kemudian jelas dia, ada 81 orang yang lulus belum didiskualifikasi,

Menurut dia, kasus ini terungkap setelah adanya informasi dugaan kecurangan CASN yang dilaksanakan pada 14-30 Oktober 2021.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan-RB) yang bekerja sama dengan Bareskrim Polri melakukan penyelidikan perihal dugaan kecurangan itu dan berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan wewenang dengan melakukan tidak kecurangan dalam penerimaan CPNS untuk tahun 2021 di 5 propinsi dengan 10 wilayah yang berbeda.

Lebih jauh Gatot menjelaskan, modus operandi yang digunakan para tersangka yaitu menggunakan aplikasi remote access atau remote utilities.

Aplikasi itu merupakan perangkat yang dipakai peserta agar komputernya bisa diakses orang lain dari jarak jauh.

"Modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku adalah menggunakan aplikasi remote access atau remote utilities atau root serve dan yang terakhir menggunakan perangkat khusus yang dimodifikasi oleh para pelaku atau miss pay," jelas Gatot.

Sebagai alat bukti, Bareskrim menyita komputer berupa Desktop dan Laptop sebanyak 43 unit, handphone 58 unit, flash disk 9 unit, dan 1 unit DVR CCTV.

Puluhan tersangka itu kini ditahan dan akan dijerat dengan Pasal 46 juncto Pasal 30, Pasal 48 juncto Pasal 32 juncto dan Pasal 50 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Red: (MHR)

Senin, April 25, 2022

Pemerkosaan dan Pembunuhan di Kemayoran Sudah Terungkap. Pelakunya 3 Orang

Pemerkosaan dan Pembunuhan di Kemayoran Sudah Terungkap. Pelakunya 3 Orang


JAKARTA, HR.ID - Terungkap pelaku pembunuhan dan pemerkosaan yang terjadi beberapa hari lalu, tepatnya pada hari Jum'at tanggal 22 April 2022, yang berlokasi di rumah Jl. Sumur Batu Kemayoran, Jakarta Pusat.

Diberitakan sebelumnya, adanya penemuan jasad seorang gadis berinisial TM (20) yang tergeletak tak bernyawa di dalam kamar kost diduga menjadi korban pembunuhan di sertai pemerkosaan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol Ewo Samono.S.H.,M.H., dalam press conference di gelar di Aula Polres Metro Jakarta Pusat, Senin siang (25/4/2022).

Dalam ungkap kasus tersebut, hadir Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Akbp Wisnu Wardana.S.H.,S.I.K., Kapolsek Kemayoran Kompol Ewo Samono.S.H.,M.H., dan Kasubag Humas Akp Sam Suharto.S.H.,M.H.

Kompol Ewo Samono Menerangkan, bahwa korban meninggal dunia lantaran dikeroyok dan di perkosa oleh sejumlah pelaku.

"Korban dikeroyok dan di perkosa oleh 3 (tiga) pelaku yaitu, MBA (19), AK (20), dan AS (18). Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia pada hari Jum'at tanggal 22 April 2022, sekitar pukul 23.00 WIB, di Jl. Sumur Batu Raya RT 012/,RW 002, Kelurahan Sumur Batuz Kemayoran, Jakarta Pusat," ungkapnys Kompol Ewo.

Dari diamankannya ketiga pelaku tersebut, pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti diantaranya, 1 (satu) helai pakaian korban warna biru tua dengan motif batik, 1 (satu) buah celana dalam korban ukuran 30 merk KE ADY, 1 (satu) kabel charger warna hijau muda, 1 (satu) buah bantal bersarung warna cokelat, 1 (satu) buah sprei warna batik cokelat, 1 (satu) buah selimut warna kombinasi merah ungu, 1 (satu) buah kondom bekas, 1 (satu) buah handphone merk Vivo warna biru, 1 (satu) buah dompet warna pink berisi uang Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Astrea No Pol : B.5056.YE.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan dengan pasal 285 KUHP dan 170 ayat 2 ke 3 KUHP atau 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. 


Red: (Imam Sudrajat)

Minggu, April 17, 2022

Kisah Cinta Segitiga Pegawai Dishub Kota Makassar Berakhir Diujung Pistol

Kisah Cinta Segitiga Pegawai Dishub Kota Makassar Berakhir Diujung Pistol


Makassar, HR.ID - Kasus penembakan petugas dishub kota  Makaassar, Najamuddin Sewang kini pelaku dan motifnya sudah mendaptkan titik terang.  Otaknya adalah seorang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Iqbal Asnan. Motif kisah cinta segitiga mereka yang berakhir diujung pistol diduga melatar belakangi peristiwa tersebut.

Iqbal ditangkap di rumahnya Jalan Muhammad Tahir, Kota Makassar, Iqbal diamankan oleh tim khusus yang dibentuk Kapolda Sulsel, Irjen pol Nana Sudjana. Saat penangkapan yang diliput beberapa media terlihat pejabat kepolisian yang hadir, Kapolrestabes Makassar, Kombes pol Budhi Haryanto, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Simanjuntak, serta beberapa personel jatanras, propam dan brimob

Penembakan maut Najamuddin Sewang terjadi sekitar pukul 10.30 wita pada Minggu (3/4/2022) lalu di pertigaan Jalan Danau dan Jalan Manunggal 22 Kota Makassar.  Kurang lebih seminggu lamanya kasus ini tidak terungkap, namun berawal dengan penangkapan salah seorang pegawai Dishub (AB) kini semua rahasia dibalik penembakan misterius ini telah mendapatkan titik terang terlebih lagi polisi telah memeriksa 20 orang saksi dan 4 diantaranya menjadi tersangka termasuk  mantan Kadis Perhubungan Kota Makassar yang dituding sebagai dalang  dan terlibat cinta segi tiga bersama korban.

" Ada 4 tersangka, ada otak pelaku, terus yang merencanakan sampai dengan eksekutor," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto saat jumpa pers di Polrestabes Makassar, Sabtu (16/4/2022).

Pihak kepolisian membeberkan bahwa peristiwa penembakan itu terekam CCTV, saat korban hendak pulang ke rumahnya usai bertugas.  Ada Tiga unit kendaraan yang melintas pasca penembakan tersebut masing-masin satu unit sepeda motor dan dua unit mobil yang diduga adalah pelaku eksekuter yang disewa oleh Iqbal. Polisi juga menyebut jika para pelaku menggunakan senjata jenis pistol revolver.

Awalnya, korban Najamuddin dikabarkan tewas karena kecalakaan, namun oleh pihak keluarga meminta pihak kepolisian untuk autopsi korban oleh karena  pihak keluarga menemukan adanya luka bocor dibagian pinggang korban.  Dan dari hasil Autopsi ditemukan proyektil peluru dalam tubuh korban

Dugaan motif pembunuhan berencana ini juga mulai mendapatkan titik terang, yakni dengan adanya keleterlibatan korban dan pelaku menjalin hubungan asmara dengan satu orang perempuan yang sama yakni Rachma yang juga sebagai pegawai ASN di dinas perhubungan kota Makassar, Sulawesi selatan, bahkan dikabarkan Iqbal dan Rachma telah melaksanakan nikah siri.

Rachma adalah wanita cantik yang bekerja sebagai ASN di dishub Kota Makassar;. Dia menjabat sebagai kepala seksi. Dari pengakuan keluarga, kakak korban, Juni, meyakini jika Rachma adalah awal persolan dalam jalinan cinta segitiga bersama Iqbal dan Najamuddin sebelum terjadinya pembunuhan itu.

Sebeleum peristiwa itu, Juni sewang mengaku jika pernah mendapat telepon dari Iqbal yang berupa teguran agar Najamuddin tidak mendekati Rachma. Juni sudah menyampaikan hal itu ke korban dan sudah memperingati, apalagi korban juga sudah mempunyai isteri.

Kedekatan kakak korban memang sudah berlangsung lama, ia berdua penempuh pendidikan di perguruan tinggi yang sama. Bahkan Juni yang meminta kepada Iqbal saat menjabat Kadis Perhubungan untuk mempekerjakan korban sebagai pegawai kontrak di Dinas perhubungan.

Najamuddin diduga tidak menghiraukan permintaan Juni untuk tidak mendekati Rachma seperti yang diminta oleh Iqbal Asnan.  Dan hal itulah yang mungkin menyulut amarah sang dalang untuk menghabisi Najamuddin dengan menyewa tiga orang eksekutor sekaligus untuk menghabisi korban dengan tembakan.

Iqbal sudah berkeluarga. Isteri iqbal, Ekayani Pratiwi bekerja sebaga ASN pempkot Kota Makassar yang menjabat sebagai lurah Paccerakang, Kec. Biringkanaya.

Hingga berita ini kami himpun, tiga tersangka masing-masing  A, AKS dan S serta Seorang sebagai otak pelaku, Iqbal Asnan diamankan dan ditahan di Mapolrestabes Kota Makassar. Ia disangkakan kasus kekerasan  dalam tindak pidana pembunuhan berencana yang diatur dalam Pasal 340 KUHP, yaitu: “Barangsiapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.


Red: (MHR)

Jumat, April 01, 2022

580 Kg. Bawang Merah Ingin Dijual COD Batal, ini Penyebabnya

580 Kg. Bawang Merah Ingin Dijual COD Batal, ini Penyebabnya

Kota Tangerang, HR.ID - Sarminto seorang petani bawang asal Desa Kajang, Kecamatan Sawahan, Magetan Jawa Timur tidak pernah menduga akan menjadi korban penipuan dan penggelapan di Neglasari, Kota Tangerang.

850 Kg Bawang Merah senilai Rp.21.000.000,- (dua puluh satu juta rupiah) yang ia bawa dari Magetan untuk dijual COD (cash on delivery) ternyata dibawa kabur oleh Pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 27 Maret 2022, sekitar jam 12.00 WIB di Kios Jl.Pembangunan III, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Pelaku bernama Mustopa, asal Kabupaten Kaur Bengkulu, yang sehari-hari berjualan Bawang di Pasar Induk Jatiuwung Kota Tangerang.

Pada awalnya korban mencoba memasarkan hasil pertanian bawangnya dengan memanfaatkan media sosial. Anak korban kemudian memposting hasil Panen Bawang Merah mereka ke Facebook miliknya.

Pelaku melalui akun Facebooknya yang bernama “UD Mandiri” menyatakan berminat untuk membeli dilanjutkan komunikasi menggunakan nomor handphone pelaku di nomor 081323590062. Profile Facebook pelaku dituliskan merupakan Lulusan Universitas Trisakti.

“Tersangka ini bukan lulusan Universitas Trisaksi, dia hanya lulusan SD 03 Kabupaten Kaur Bengkulu." Keterangan Kapolsek Neglasari, Kota Tangerang, Kompol Putra Pratama.

Korban berangkat dari Magetan Jawa Timur ke Tangerang menyewa mobil Pickup L300, sesampainya di alamat yang diarahkan oleh Pelaku yaitu di Jalan Pembanguan III Neglasari, muatan bawang merah tersebut diturunkan dari mobil. Pelaku kemudian mengajak makan siang ke warung daerah Cikokol kemudian pada saat di warung Pelaku pamit ke kamar mandi dan tidak balik lagi. Korban buru-buru kembali ke lokasi Kios tempat menurunkan bawang merah ternyata bawang merah korban dan pelaku sudah tidak ada.

“Untuk meyakinkan korban, Pelaku mengirimkan foto KTP dirinya yang ternyata menggunakan KTP orang lain dan fotonya dia ganti dengan foto dirinya sendiri. KTP yang digunakan pelaku adalah KTP atas nama Zulkarnain yang beralamat di Kp Gelam RT 11 / 2, Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang," ujarnya Kompol Putra Pratama.

Setelah berhasil menipu Pak Sarminto, pelaku masih sempat mengejek korban via aplikasi pesan Whatsapp karena terlalu gampang ditipu.

P e l a k u

“Korban dari pelaku ini adalah orang-orang susah, petani yang berjuang lama untuk menanam bawang merah hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari setelah panen, ditambah ejekan pelaku kepada korban membuat kami Polsek Neglasari berupaya maksimal untuk menangkap pelaku dan Alhamdulillah, baru hari ke lima berhasil kami tangkap karena licinnya pelaku ini," tutur Kompol Putra Pratama.

Korban saat ini tidak hanya Sarminto, Petani bawang asal Temanggung bernama Hartanto juga mengalami kejadian yang hampir serupa. Tanggal 11 Maret 2022 Korban berangkat dari Temanggung Jawa Timur menuju Tangerang dengan membawa bawang merah sebanyak 50 karung dengan berat total 1.550 Kg (1,5 Ton) senilai 33 Juta Rupiah.

Hartanto diajak ketemuan oleh pelaku di Kios Pinggir Jalan Jenderal Sudirman, Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, tepatnya di dekat Paragon Square Apartemen. Modus hampir serupa, setelah menurunkan muatan korban diajak makan Bersama kemudian pelaku pura-pura membeli rokok kemudian menghilang.

Lanjutnya Orang nomor 1 di Polsek Neglasari (Kompol Putra Pratama) menjelaskan, bahwa Pak Hartanto awalnya juga dihubungi oleh pelaku via Facebook. Tidak menutup kemungkinan masih banyak korban-korban lain.

“Kami menghimbau kepada korban lain dari pelaku ini bisa datang ke Polsek Neglasari atau bisa menghubungi Polsek kami via Telp, kami akan datang langsung untuk menemui korban-korban dari pelaku ini," tambah Kompol Putra Pratama.

“Kepada pelaku ini kami kenakan pasal penipuan dan atau penggelapan Jo Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman pidana 15 tahun penjara," tutup Kompol Putra Pratama.

 (Redaksi/Imam Sudrajat)

Rabu, Maret 30, 2022

Perdagangan Ilegal Obat Keras Sejenis Tramadol & Hexsimer kini Marak Kembali di.Kab.Tangerang

Perdagangan Ilegal Obat Keras Sejenis Tramadol & Hexsimer kini Marak Kembali di.Kab.Tangerang


Tangerang, HR.ID – Kini Kembali marak penjualan secara bebas obat keras daftar-G jenis Heximer dan Tramadol yang berkedok toko kosmetik di Kabupaten Tangerang.  Hal tersebut terkesan ada pembiaran dari Aparat Penegak Hukum (APH), ini terlihat jelas oleh awak media yang memuat pemberitaan prihal beredarnya kembali kedua jenis obat keras tersebut, namun sampai saat ini belum ada tindakan serius dari APH. Hingga berita ini dipublikasikan Rabu (28/03/2022).

Seperti yang di temukan oleh awak media saat investigasi disalah satu took kosmetik, di temukannya toko obat berkedok toko kosmetik yang terletak di kp.secang cisoka Kec.Balaraja  Kabupaten Tangerang  memperdagangkan obat tersebut secara bebas.

Penjaga toko yang mengaku namanya fery menjelaskan bahwa dirinya udah hampir 8 bulan ini menjual obat-obatan keras tersebut 

"Kurang lebih 8 bulan toko ini buka dan saya menjual jenis obat Heximer dan Tramadol saja, kalau obat keras yang lain saya tidak menjual," ungkap  fery

Terkait hal itu, kini mendapatkan perhatian dari Rasmidi SH, Ketua Dewan Pimpinan Daerah LSM Provinsi Banten. Saat di temui diruang kerjanya,ia mengatakan jika pebjualan obat-obat terlarang tersebut terus dibiarkan akan merusak generasi bangsa.

"Pokoknya Kalau obat keras golongan daftar-G ini terus di biarkan bisa dipastikan akan merusak generasi bangsa mengingat obat keras tersebut banyak di konsumsi oleh para remaja yang masih berstatus pelajar kalau dibiarkan mau jadi apa bangsa ini,"

Ia menambahkan bahwa aparat penegak hukum harus segera bertindak karena kalau masih dibebaskan kedua jenis obat keras itu dikhawatirkan tindakan kriminal akan meningkat.

“Untuk itu sekali lagi saya minta kepada APH segera ambil tindakan agar peredaran kedua jenis obat keras ini dapat terhenti" tegasnya.

Rasmadi mengakaitkan Informasi perdagangan illegal itu karena telah diketahui oleh ramainya pemberitaan tentang toko di kiar beberapa Minggu lalu diberbagai media online telah tersebar luas dan ini jelas fakta terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Jika pelaku dan barang bukti terkait peredaran dan penjualan obat tersebut tidak bisa ditindak langsung, nanti kami yang antar ke APH langsung agar langsung proses," Tutup Rasmadi


Red: (ImamIskandar)

Sabtu, Maret 26, 2022

1 Lolos 3 Ditangkap Polisi Pelaku Begal di Palmerah

1 Lolos 3 Ditangkap Polisi Pelaku Begal di Palmerah


Jakarta, HR.ID
- Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus tiga pelaku begal yang beraksi di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, yang beraksi pada 13 Maret 2022 lalu.

Ketiga pelaku  yakni MG, RM dan AG.yang masih remaja itu ditangkap usai melakukan begal kepada korbannya berinisial IL (17), dan merampas sepeda motor serta barang berharga korban.

Pihak kepolisian dalam hal ini, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono memberikan keterangan bahwa ketiga pelaku ditangkap pada malam harinya paska kejadian begal itu terjadi.

"Kita amankan malam hari. Jadi setelah 14 jam kejadian kita berhasil mengamankan pelakunya tiga orang,"  ungkap Joko di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (25/3/2022).

Lebih lanjut Joko menjelaskan, kejadian bermula ketika korban yang tengah melintas di Jalan Brigjen Katamso dipepet oleh empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor saling berboncengan.

Saat dipepet, korban yang sempat sedikit melawan kemudian malah dibacok pada bagian punggungnya hingga terluka.

"Kemudian dirampas motornya, dompetnya, barang-barang berharga milik korban. Korban luka bacok dipunggung," kata Joko melanjutkan.

Menurut Joko, antara korban dengan pelaku rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Bahkan korban dan pelaku pernah melihat satu sama lain, namun tidak saling mengenal.

Meski demikian, saat ditanya motif pelaku, Joko memastikan kasus tersebut murni pencurian dengan kekerasan.

"Ternyata mereka pernah saling liat, walaupun tidak kenal dekat tapi pernah saling liat. Murni pencurian dengan kekerasan," Jelas Joko.

Joko juga memberkan penjelasan jika, ketiga pelaku itu berhasil diamankan dibawah pimpinan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat Akp Avrilendy dan Kasubnit Jatanras iptu M Rizky Ali Akbar ditangkap di lokasi berbeda.

Joko mengakui jika Pihaknya turut mengamankan beberapa alat bukti diantaranya 2 (dua) unit sepeda Motor milik pelaku, 1 (satu) unit sepeda motor korban, Dompet, dan Sajam celurit custom.  Selain itu, Joko menerangkan jika pelaku juga mengambil uang sebesar Rp200 ribu dari dompet korban yang saat itu dirampas.

Pihak kepolisian untuk saat ini tengah memburu salah seorang pelaku lain yang sempat melarikan diri.  Sudah berstatus sebagai DPO,

"Para pelaku kita ancam dengan pasal 365 ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," pungkas Joko Dwi Harsono. 


Red: (Imam Sudrajat)

Jumat, Maret 18, 2022

Konsumsi Obat-Obatan dengan Resep Dokter, Artis Ini Ditangkap Polisi

Konsumsi Obat-Obatan dengan Resep Dokter, Artis Ini Ditangkap Polisi

Jakarta, HR.ID - Konsumsi obat-obatan dengan resep dokter musisi Jazz berinisial MFL (29), ditangkap polisi.  Bukan hanya karena gara obatan tersebut akan tetapi dia juga kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis ganja. 

Pria yang merupakan vokalis band Sisitipsi itu ditangkap di parkiran yang berlokasi di kawasan Blok M Jakarta Selatan, pada Kamis (17/3/2022) dini hari.

Informasi dari pihak berwajib, dalam hal ini Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setyo membenarkan hal itu.  Ia mengatakan bahwa pihaknya dibawah pimpinan kanit 1 Narkoba Akp Harry Gasgari berhasil meringkus MFL usai mendapat informasi masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkoba.

Ia menerangkan jika saat itu, MFL yang selesai manggung dan hendak menuju mobil di parkiran, langsung ditangkap.

"Saat kita amankan, kita cek mobilnya itu ada biji-biji ganja di karpet mobilnya," ujarnya Kompol Danang saat ditemui, Jumat (18/3/2022).

Setelah di cek, lanjut Kompol Danang, pihaknya melakukan pemeriksaan pada dompet tersangka. Di dalam dompet, polisi menemukan obat-obatan berbagai jenis yang dikonsumsi MFL.

"Psikotropika memang ada resep dokternya. Cuma kita cek lagi apakah yang diresepkan itu memang semua jenis obat-obatan yang disebutkan tadi," jelas Danang.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan ada sebanyak 0,20 gram ganja dan beberapa butir obat-obatan dengan resep yang ditemukan.

Saat polisi melakukan penggeledahan di rumahnya yang berada di kawasan Larangan, Cipadu, Tangerang.

"Kami amankan kertas papir merek radja mas yang berada di dalam tas tersangka," ungkap Zulpan.

Atas kejadian itu, MFL dikenakan Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nokor 35 tahun 2009 tentang narkotika, Pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman pidaha maksimal lima tahun.

Diketahui, MFL ditangkap polisi lantaran terjerat kasus narkoba. Dia ditangkap karena terbukti tmengkonsumsi ganja.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setyo memastikan hasil tes urine tersangka positif menggunakan ganja.

"Hasil tes urine tersangka dinyatakan positif THC (ganja)," pungkas Danang.

Red: (Imam Sudrajat)

Kamis, Maret 10, 2022

Cinta Ditolak, Perkosa dan Membunuh Lalu Meminta Maaf Kepada Keluarga Korban

Cinta Ditolak, Perkosa dan Membunuh Lalu Meminta Maaf Kepada Keluarga Korban


Jakarta, HR.ID
- Terkait kasus pemerkosaan dan pembunuhan di rumah kost Jalan Mangga Besar XIII, Jakarta Pusat, karena cinta ditolak, Polres Metro Jakarta Pusat gelar Konfrensi Pers pada hari Rabu (9/3/2022) dimana pelaku meminta maaf.

Sebelum narasi permintaan maaf pelaku disampaikan, pada kesempatan itu, Waka Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes hariyanto memberikan keterangan, Kejadian memilukan yang terjadi pada hari Jum'at, tanggal 04 Maret 2022, sekitar pukul 16.00 WIB, di kamar kosant lantai 2 dan peristyiwa itu dengan cepat bisa  terungkap oleh Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Pelaku teman korban, pelaku melakukan pembunuhan dan pemerkosaan karena cintanya di tolak oleh korban, setelah itu pelaku mengambil seluruh barang-barang korban untuk menghilangkan jejak," tutur Setyo.

Selain Wakapolsek, Kapolsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kompol Maulana menambahkan, "tersangka MA 23 tahun warga Taman Sari, Jakarta Barat, adalah teman korban Aw usia 19 tahun warga mangga besar XIII yang sudah kenal selama 2 tahun, korban sering di antar jemput kerja oleh pelaku, jadi pelaku merasa korban suka juga dengan pelaku, setelah berulang menyatakan cinta dan di tolak pelaku kesal dan membunuh serta memperkosa korban."

Dalam Konfrensi Pers itu, pelaku, (MA) yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sesuatu sempat menuturkan permohonan maafnya kepada keluarga korban. Ia juga menyatakan menyesali perbuatam yang dilakukan."

Barang bukti yang di amankan 1 (satu) unit hp infinix, 1 (satu) unit hp realme tipe c15 biru, pakaian korban, 1 (satu) buah dompet wanita hitam, 1 (satu) sarung, pakaian dan celana tersangka. Saat ini tersangka di amankan Polres Metro Jakarta Pusat.


Red: (Imam Sudrajat)


Senin, Maret 07, 2022

Ini Lurah yang Diduga Lecehkan Profesi Wartawan dan LSM

Ini Lurah yang Diduga Lecehkan Profesi Wartawan dan LSM


Kab. Tangerang, HR.ID
– Salah seorang oknum Kepala Desa (Kades) yang berada di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, diduga telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Profesi Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad (06/03/2022), bermula saat ada voice note masuk di WAG yang menyinggung tentang kinerja wartawan dan LSM sehingga membuat rekan-rekan media lainnya merasa tersinggung atas percakapan oknum kades tersebut.

“Wartawan LSM lewat, mau lima puluh ribu dikasih amplop silakan, tidak mau akan saya tujukan ketika saya lagi di didik di pusdikit cimahi bandung, ya jangan macam macam LSM Wartawan,” isi voice note yang di duga Kades (Kepala Desa) Wanakerta tersebut.

Ketua Apdepsi Kabupaten Tangerang, Bapak H. Maskhota Hjs.SE, saat dikonfirmasi melalui handphonenya mengatakan, Kepala Desa (Kades) tersebut diduga bercanda, namun bercanda seperti itu menurutnya sudah kelewatan.

“Kepala Desa tersebut diduga bercanda, namun bercandanya sudah kelewatan, sampaikan aja mohon maaf kepada teman-teman wartawan dan LSM,” jelas H. Maskhota Hjs.SE,  lewat WhatsApp, Ahad (6/3/2022)

Hal ini ditanggapi oleh Ketua FWJ Indonesia DPW Banten, Robby. Kepada awak media dia mengecam keras terhadap oknum Kepala Desa Wanakerta yang secara tidak langsung melecehkan profesi wartawan.

Robby pun meminta Oknum Kepala Desa tersebut untuk segera minta maaf kepada seluruh wartawan secara terbuka (Konfrensi pers).

“Atau kalau tidak kami FWJ Indonesia sebagai organisasi wartawan akan melakukan aksi unjuk rasa demi menjaga harga diri dan martabat wartawan atau akan melaporkan kepada kepolisian terkait pelecehan profesi wartawan,” Ancam Robby.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Wanakerta ketika dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya terkait kejadian ini via handphone belum bisa memberikan tanggapan.

 

Red: (Imam)

Sabtu, Maret 05, 2022

Sadis, Gadis Cantik 21 Tahun Diperkosa Dikamar Kontrakannya Lalu Dibunuh

Sadis, Gadis Cantik 21 Tahun Diperkosa Dikamar Kontrakannya Lalu Dibunuh


Jakarta, HR.ID - Sadis apa yang di alami oleh seorang gadis belia berparas cantik berinisial AW (21) yang tewas diduga dibunuh dan diperkosa di kamar kontrakannya di Jl. Mangga Besar 13 Sawah Besar, Jakarta Pusat. Jum'at (4/3/2022).

Dugaan pembunuhan tersebut di yakini setelah didapati adanya luka lebam di bagian wajah dan bekas cekikan di bagian leher korban.

Tewasnya korban pertama kali diketahui oleh Kakak korban yang baru saja pulang ke rumah kontrakan dan terkejut setelah mendapati adik tercintanya sudah tergeletak tak bernyawa di lantai.

Menurut keterangan saksi (Irma) yang sebelumnya melihat korban pada hari kamis malam kemarin masih terlihat sehat-sehat saja saat bersama kekasihnya.

"Padahal waktu malam Kamis korban masih segar bugar saat bersama kekasihnya," ukata Irma kepada media di TKP.

Dari pemantauan lokasi peristiwa naas itu, polisi yang tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung memasang garis polisi dan meng-identifikasi jasad korban. Tak hanya itu saja, dalam mengungkap kematian korban yang di nilai tak wajar, saat ini pihak kepolisian juga masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk kakak korban.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kompol Maulana Mukarom menerangkan, dari olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) di lokasi, diduga korban telah di bunuh dan di perkosa oleh pelaku.

"Hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), korban mengalami luka cekik di leher dan ada sperma diduga akibat pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku," terang Kompol Maulana Mukarom kepada Wartawan.

Selanjutnya, usai identifikasi jenazah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Salemba, Jakarta Pusat, untuk dilakukan autopsi.

Kapolsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, masih menjelaskannya, pihaknya saat ini masih memburu pelaku dugaan pembunuhan tersebut.

"Saat ini Tim Reskrim Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, masih memburu pelaku dugaan pembunuhan tersebut," tutup Kompol Maulana Mukarom.


Red: (Imam Sudrajat)

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Artikel Penting Untuk Dibaca

loading...
loading...