Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 13, 2022

BP3KRI Laporkan CV. Jaya Lestari Ke Disnaker Atas Pelanggaran Perusahaan

BP3KRI Laporkan CV. Jaya Lestari Ke Disnaker Atas Pelanggaran Perusahaan


Bandung, HR.ID
- Ketua Badan Pengawasan Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (BP3KRI) Uzuan Fajarudin Marpaung SE SH MH melaporkan  CV. Jaya Lestari yang punya nama lain PT. Omega Lestari dan Polaric Texcore, yang diduga melakukan banyak pelanggaran ketenagakerjaan ke Disnaker Kab. Bandung secara resmi pada hari selasa tanggal 9 November 2022.

CV. Jaya Lestari yang punyai nama lain PT. Omega Lestari dan Polaric Texcore tersebut adalah  Perusahaan Manufaktur yang bergerak di bidang Printing Textile, dengan lokasi Pabrik di Bandung. Jl Cisirung KM 2 No. 171 Bandung dan di daerah Majalaya Kabupaten Bandung, didirikan oleh Agnes dan Kevin Lumanta (Beni Setiawan) dan memiliki ratusan karyawan.

"Tadi kami berkunjung langsung Ke Disnaker Kabupaten Bandung serta mengirim surat ke beberapa Institusi penegak Hukum lainnya. Untuk menindak lanjuti adanya Dugaan banyaknya Pelanggaran yang dilakukan Perusahaan tersebut." Ujar Uzuan, di Bandung. (8/11/2022)

Menurut Uzuan, Perusahaan tersebut sudah beroperasi sejak 2012 silam dilihat dari website perusahaan http://polaric-texcore.com/ melakukan ushanya tanpa pengolahan limbah Ipal ditempat TPS B 3 nya. inlet sampai dengan tempat pengolahannya belum sempurna. Terutama masih banyak limbah yang berceceran dimesin-mesin operasi (mesin produksi), selatnya juga belum diolah dan belum dirapikan.

Uzuan juga menambahkan “TPS belum tertib masih bersatu dengan bahan-bahan kimia. Ijin belum ada karena masih terhambat pengurusan UKLPL yang ada pada dinas terkait yang membidanginya. Dan Dansektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Kav Purwadi juga pernah memimpin patroli dan cek pengolahan limbah pabrik CV. Jaya Lestari di bulan Januari 2022”.


Masih menurut Uzuan, pemilik perusahaan tersebut wajib bertanggung jawab atas terjadinya kerusakan lingkungan sekitar.

 

Uzuan kepada awak media mengatakan, telah mendatangi  kantor Disnakertrans Kabupaten Bandung pada hari selasa 8 November 2022, melaporkan CV. Jaya LestariI atas dugaan :

Pengawas Disnaker Kabupaten Bandung belum pernah melakukan pemeriksaan regular masalah ketenagakerjaan sesuai dengan Peraturan Peundang Undangan Ketenagakerjaan di CV. Jaya Lestari.

Perusahaan CV. Jaya Lestari tidak memiliki PP (Peraturan Perusahaan) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Sehingga Karyawan menjadi resah atas aturan yang di buat pengusaha secara sepihak.

Pihak CV. Jaya Lestari tidak mempunyai Wajib Lapor Perusahaan ke disnaker yang harus di buat dan update setiap tahun. Sehingga banyak complain yang di lakukan masyarakat setempat dan karyawannya sendiri. Diantaranya:

Tidak memiliki Wajib Lapor ketanaga kerjaan sesuai UU No.7 Tahun 1981

PKWT tidak di daftarkan di Disnaker

SK Pengangkatan Tenaga Kerja Tetap (PKWTT), Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) List/rekap Kontrak Kerja Karyawan. Perjanjian Kerja Karyawan harian.

Tidak memiliki Surat izin/ Pengesahaan Pemakaian Ketel Uap, Bejana tekan, Pesawat angkat, & angkut, Pesawat tenaga dan produksi, Motor diesel, batubara, Instalasi listrik, Penyalur petir, Instalasi pemadam kebakaran, Perancah, Tanur dan lain lain.

Tidak memiliki Daftar/ list penggunaan bahan kimia dan jumlah kapasitas yang tersimpan.

Tidak memiliki Serifikat/ piagam pengesahan panitia pembinaan keselamatan dan Kesehatan kerja (P2K3)

Tidak memiliki Dokumen hasil uji sanitasi dan lingkungan (UKL/UPL/DPLH)

Tidak memiliki Akte Pengawasan Ketenagakerjaan

Tidak memiliki Daftar/ List peralatan dan mesin yang di pergunakan berikut kapasitasnya.

Adanya gaji karyawan CV. Jaya Lestari di bawah UMK. Ini juga yang membuat Perusahaan tidak mempunyai Wajib Lapor Perusahaan dan takut memberikan bukti atau rekap pembayaran upah karyawan harian, bulanan dan borongan.

Adanya Sebagian besar karyawan CV. Jaya Lestari yang tidak di daftarkan BPJS Ketangakerjaan dan Kesehatan

Semua karyawan CV. Jaya Lestari berstatus karyawan kontrak baik dari level terendah sampai Direktur

Tidak adanya potongan PPH 21 atas gaji karyawan yang seharusnya ada potongan. Ini berindikasi akan adanya kerugian negara atas penerimaan pajak.

Dalam dugaan dan Indikasi Pelanggaran yang di lakukan CV. Jaya Lestari maka:

Dalam pasal 17 UU No. 24 Tahun Tahun 2011 diterangkan bahwa pemberi kerja yang tidak mendaftarkan kepesertaan BPJS Karyawan di kenai sanksi administrative berupa; Teguran tertulis, Denda dan/ atau Tidak mendapatkan pelayanan public tertentu. Sementara sanksi pidananya berupa penjara maksimal 8 Tahun dan denda maksimal Rp. 1 miliar.

Menurut pasal 15 UU No. 1 Tahun 1970 untuk pihak yang melakukan pelanggaran K3 akan mendapatkan sanksi berupa kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi Rp. 100.000,-

Sementara dalam dugaan dan Indikasi Tindak Pidana CV. Jaya Lestari:

Sanksi Perusahaan membayar gaji di bawah UMR di jelaskan dalam pasal 81 ayat (63) UU Cipta Kerja, bahwa peusahaan yang membayar upah dibawah UMR, maka akan di kenai sanksi pidana minimal 1 tahun kurungan penjara, dan denda minimal Rp. 100 juta dan maksimal Rp. 400 juta.

Menurut pasal 188 UUK, Perusahaan yang tidak memilikiPP (Peraturan Perusahaan) akan di kenakan sanksi pidanan berupa denda antara Rp. 5 Jutasampai Rp. 50 Juta. Tindak pidana tersebut merupakan tindak pidana ppelanggaran.

Dalam pasal 10 UU No. 7 Tahun 1981 mengenai wajib lapor ketenagakerjaan. Dalam undang undang tersebut bahwa perusahaan yang tidak melakukan pelaporan ketenaga kerjaan akan diancam dengan denda paling banyak Rp. 1.000.000 atau pidana penjara paling lama 3 bulan.

“Kami tinggal menunggu hasil temuan dan klarifikasi Disnaker Kabupaten Bandung atas laporan kami tersebut terhadap Pengawasan kepada CV. Jaya Lestari terkait kepatuhan Perusahaan terhadap UU Cipta Kerja,,” ucapnya.

Ia pun mengingatkan perusahaan jangan coba coba  melakukan suap dan memberi gratifikasi agar tidak berhadapan dengan hukum. Pungkasnya.


Red: (Regis Fausan)



Senin, Oktober 17, 2022

IPW: Kasus Narkoba TM, Kapolri Harus Mengawalnya Hingga Tuntas

IPW: Kasus Narkoba TM, Kapolri Harus Mengawalnya Hingga Tuntas


Jakarta, HR.ID
- Banyak kasus menimpah institusi hukum Polri saat ini, sikap tegas orang nomor satu tentu akan berperan lebih aktif dan menegakkan keadilan sesuai dengan jalur yang semestinya, seperti yang menimpa Jenderal bintang Dua,TM dalam kasus Narkoba.

Apresiasi sikap tegas dan tidak tebang pilih dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pemberantasan narkoba, langkah itu tidak boleh surut untuk ditegakkan di lingkungan Polri sendiri. Hal ini disampaikan oleh ketua Indonesian Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso di Jakarta, Senin (17/10/2022).

Sugeng berharap kepada Polri, terhadap kasus Irjen Teddy Minahasa yang terlibat dalam peredaran narkoba, Kapolri sebagai pimpinan tertinggi di kepolisian harus mengawalnya hingga tuntas. Baik itu dalam proses sidang etik maupun proses pidananya.

Menurut Ketua Indonesian IPW Sugeng Teguh Santoso, ini harus dilakukan, untuk meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri yang terpuruk akibat peristiwa “Duren Tiga” dan “Kanjuruhan”. Sekaligus untuk menjaga marwah lembaga Polri karena perbuatan yang dilakukan oleh Irjen Teddy Minahasa dan kawan-kawan itu jelas mencoreng upaya institusi yang sedang membangun citra Polri sebagai aparat penegak hukum.

“Sugeng menilai, kepercayaan publik oleh masyarakat terhadap Polri mulai meningkat saat jajaran kepolisian menangkap bos judi online Apin BK di Malaysia dan tiga buronan lainnya dari Kamboja berinisial TS, EA, dan IT pada Jumat (14 Oktober 2022) malam,” jelasnya.

Dalam hal ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah menegaskan bahwa pengungkapan kasus judi online telah menjadi komitmen Polri memberantas kejahatan penyakit masyarakat, khususnya perjudian.

Penangkapan itu terjadi setelah beberapa waktu lalu Polri mengirim anggotanya ke sejumlah negara untuk mengejar bos judi online kelas kakap.

“Sementara dalam penanganan kasus Irjen Teddy Minahasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah memerintahkan kepada Propam Polri untuk melakukan sidang Etik terhadap Irjen Teddy Minahasa. Bahkan Kapolri menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh mantan Kapolda Sumbar dan Kapolda Jatim tersebut merupakan pelanggaran berat dan ancamannya Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” kata Sugeng.

Diketahu, Divisi Propam Polri pada hari Jumat (14 Oktober 2022) telah melakukan gelar perkara terkait keterlibatan oknum Polri dalam transaksi dan peredaran Narkotika jenis Sabu. Sedang pihak yang terlibat adalah Irjen Teddy Minahasa (mantan Kapolda Sumbar), AKBP Doddy Prawira Negara (mantan Kapolres Bukit Tinggi Polda Sumbar), Kompol Kasranto (Kapolsek Kalibaru Tanjung Priok Polres Jakarta Utara Polda Metro Jaya), Aiptu Janto Situmorang (Satnarkoba Polres Jakbar Polda Metro Jaya) dan Aipda Achmad Darwawan (Anggota Polsek Kalibaru Polres Jakarta Utara Polda Metro Jaya).

Sugeng menilai, rapat gelar perkara tersebut telah memutuskan bahwa pemeriksaan dari Paminal dapat dinaikkan ke pemeriksaan Wabprof karena dugaan ke lima anggota terduga pelanggar cukup bukti melanggar Kode Etik Polri dengan pelanggaran yang dilakukan terduga dengan kategori berat.

Lanjut Sugeng, pelanggaran anggota Polri terhadap narkoba memang telah diatur dalam peraturan Kapolri dan terakhir diperbaruhi dalam Peraturan Polri (Perpol) nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri yang ditetapkan 14 Juni 2022 oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di dalam Pasal 13 huruf e Perpol tersebut ditegaskan setiap pejabat Polri dalam etika kepribadian, dilarang melakukan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan obat terlarang meliputi menyimpan, menggunakan, mengedarkan dan/atau memproduksi narkotika, psikotropika dan obat terlarang.

Sementara dalam dugaan pidananya, Irjen Teddy Minahasa telah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya. Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa, penetapan tersangka dilakukan setelah sebelumnya penyidik memeriksa Teddy sebagai saksi. TM sudah ditetapkan jadi tersangka oleh Mapolres Metro Jakarta Pusat pada Jumat (14/10/2022).

Irjen Teddy Minahasa selain menjadi tiga kali promosi sebagai Kapolda di tiga propinsi, ia juga merupakan mantan ajudan Wapres Jusuf Kalla. Dalam kasus yang menimpanya, TM akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2, juncto Pasal 132 Ayat 1, juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Red: (ImamSudrajat)

Sabtu, Oktober 15, 2022

Klarifikasi Irjen Teddy Minahasa,  Bersumpah Jika Dirinya Bukan Pengedar Narkoba ?

Klarifikasi Irjen Teddy Minahasa, Bersumpah Jika Dirinya Bukan Pengedar Narkoba ?


Jakarta, HR.ID
- Beredar di kalangan Jurnalis klarifikasi Irjend Polisi Teddy Minahasa Putra beberapa jam setelah dirinya ditangkap Propam karena dugaan pengedaran Narkoba. 

Dalam Klarifikasi tersebut, dibagian bawah terdapat tulisan “Salam Hormat: TM” inisial dari Teddy Minahasa. Teddy membantah jka dirinya terlibat dengan kasus pengedaran Narkoba. 

Terkait dengan pemeriksaan urine dan darah Positif mengkonsumsi Narkoba, karena beberapa jam sebelum diambil sampel Urine dan darahnya yakni 13 Oktober 2022 ia menjalani perawatan di dokter dan dirinya mengaku sempat dibius selama kurang lebih 3 jam.

Terkait kebenaran apakah tulisan itu adalah benar dari Teddy Minahasa atau hanya tukisan hoaks, hingga berita ini dipublikasikan belum kami dapatkan Informasi.

Baca Juga: 

Kronologis Penangkapan Kapolda Jawa Timur Karena Narkoba

 

Ini klarifikasi lengkap Irjen Teddy Minahasa Putra sebagaimana yang beredar di kalangan wartawan:

SAYA BUKAN PENGGUNA ATAU PENGEDAR NARKOBA

1). PENGGUNA :

a. Saya menjalani tindakan suntik lutut, spinal, dan engkel kaki pada hari Rabu tanggal 12 Oktober 2022 jam 19.00 di Vinski Tower, oleh dr. Deby Vinski, dr. Langga, dr. Charles, dr. Risha, dan anastesi (bius total) oelh dr. Mahardika selama 2 jam.

b. Besoknya, hari Kamis tanggal 13 Oktober 2022 jam 10.00 saya menjalani tindakan perawatan akar gigi di RS. Medistra oleh drg. Hilly Gayatri, dan tim dokter oleh RS Medistra. Juga dibius total selama 3 jam.

c. Pada hari Kamis, tanggal 13 Oktober 2022 sepulang dari RS Medistra, saya langsung ke Divpropam Mabes Polri untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa saya “membantu” mengedarkan narkoba, kemudian jam 19.00 saya diambil sampel darah dan urine.

Ya pasti positif karena dalam obat bius (anastesi) terkandung unsur narkoba.

2. PENGEDAR :

a. Pada sekitar bulan April – Mei, Polres Kota Bukittinggi mengungkap kasus narkoba sebesar 41,4 kg.

Pemusnahan barang bukti dilakukan pada tanggal 14 Juni 2022.

Dan pada proses pemusnahan barang bukti ini, Kapolres Kota Bukittinggi beserta orang dekatnya melakukan penyisihan barang bukti narkoba tersebut sebesar 1% untuk kepentingan dinas.

Kemudian pada tanggal 20 Oktober 2022 Kapolres Kota Bukittinggi terkena mutasi (pindah tugas ke Biro Logistik Polda Sumbar).

Ini tentunya membuat kekecewaan yang mendalam oleh Kapolres Kota Bukittinggi saat itu, karena ekspektasinya adalah dapat prestasi dan bisa dinaikkan pangkatnya menjadi Kombes. Pol. seiring dengan rencana kenaikan tipe polres kota Bukittinggi. (sekarang sudah naik tipe).

Saya sebagai Kapolda disebut telah memberikan perintah penyisihan barang bukti narkoba tersebut.

b. Pada tanggal 23 Juni 2022 ada orang yang pernah menipu saya soal informasi penyelundupan narkoba sebesar 2 ton melalui jalur laut bernama Anita alias Linda, yang membuat saya rugi hampir 20 M untuk biaya operasi penangkapan di Laut China Selatan dan sepanjang Selat Malaka dari kantong pribadi, menghubungi saya untuk minta melanjutkan kerja sama dengan saya yaitu menjual pusaka kepada Sultan Brunai Darussalam serta minta biaya operasional untuk berangkat ke Brunai Darussalam.

Namun saya tidak berikan dan saya tawarkan untuk berkenalan dengan Kapolres Kota Bukittinggi karena ybs ada barang sitaan narkoba.

c. Sesungguhnya, niatan saya adalah untuk melakukan penangkapan thd Linda yang akan dilakukan oleh Kapolres Kota Bukittinggi dengan tujuan :

1. Anita alias Linda masuk penjara dan terbalaskan kekecewaan saya saat dibohongi selama operasi penangkapan di Laut China Selatan dan Selat Malaka.

2. Kapolres Kota Bukittinggi mendapatkan reward dari pimpinan karena berhasil menangkap langsung Anita alias Linda.

d. Namun ternyata implementasi dari teknik delivery control maupun under cover oleh Kapolres tidak dilakukan secara prosedural.

Di sinilah saya disebut terlibat telah memperkenalkan Anita alias Linda kepada Kapolres Kota Bukittinggi untuk transaksi narkoba.

Padahal saya tidak pernah tahu yang sesungguhnya atas wujud dari narkoba yg disisihkan tersebut, tidak pernah melihat barangnya, tidak tahu jumlahnya, dan tidak tahu disimpan dimana. Sehingga saya juga tidak yakin bahwa Kapolres Kota Bukittinggi benar-benar telah menyisihkan sebagian dari barang bukti narkoba tersebut atau tidak.

3). SAYA BERSUMPAH DI HADAPAN TUHAN YANG MAHA KUASA BAHWA SAYA TIDAK PERNAH SEKALIPUN MENGKONSUMSI NARKOBA APALAGI MENJADI PENGEDAR NARKOBA SECARA ILEGAL.

Namun, saya menghormati proses hukum yang ada dan saya setia kepada negara dan institusi saya (POLRI).

Salam hormat : TM.


Red: (MHR)

Kronologis Penangkapan Kapolda Jawa Timur Karena Narkoba

Kronologis Penangkapan Kapolda Jawa Timur Karena Narkoba

Jakarta, HR.ID - Tragedi satdion kanjuruhan yang mengakibatkan tewasnya ratuusan penonton yang diduga akibat tembakan gas Air Mata oleh petugas kepolisian. Bututnya Kapolda Jawa Timur di copot dari Jabatannya. Meski alasan pencop[otan nico adalah dengan alas an penyegaran namun masyarakat menilai lain, apalagi masyarakat Jawa Timur yang bersimpatik dengan korban Kanjuruhan terus menyuarakan agar Nico dicopot.

Beberapa hari usai Tragedi Kanjuruhan, Irjen Nico Afinta digantikan oleh Irjen Polisi Teddy Minahasa Putera sebagai Kapolda Jawa Timur. Nico Afinta kini dipindahkan ke jabatan baru, yakni Sahlisosbud Kapolri. Sebelumnya, Irjen Teddy Minahasa menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Penggantian jabatan di tubuh Polri tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/2134/X/KEP./2022 pada 10 Oktober 2022.

Tedy sangat dikenal dikalangan konglomerat karena ia disebut sebagai polisi terkaya di Indonesia persi LHKPN.  Harta kekayaan Irjen Teddy Minahasa sebagian besar berasal dari kepemilikan 53 bidang tanah.

Ke-53 tanah itu tersebar di Pasuruan dan Malang dengan nilai Rp 25.813.200.000. Selain itu Irjen Teddy Minahasa memiliki lima kendaraan dengan nilai Rp 2.075.000.000.

Irjen Teddy Minahasa juga memiliki aset berupa harta bergerak senilai Rp 500 juta; surat berharga Rp 62,6 juta serta kas dan setara kas Rp 1.523.717.203. Beberapa hartanya berupah Tanah dan bangunan miliknya di Pasuruan, Jawa Timur serta di Kota Pesawaran, Lampung. Total kekayaan Teddy Rp 29.974.417.203.

Namun nasib sial menimpa Polisi terkaya ini baru yang baru saja sekitar Empat hari ditunjuknya sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Nico, ia ditangkap karena diduga menjual Narkoba jenis Sabu seberat 5 kilogram. Teddy diamankan oleh Divisi Propam Polri

Penangkapan Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa bersamaan dengan acara pengarahan Presiden ke jajaran petinggi Polri di Istana Negara, pada Jumat siang (14/10/22). Seluruh kapolres, kapolda, serta petinggi Mabes Polri diinstruksikan untuk berkumpul di istana. Informasinya, dari 34 kapolda yang hadir di Istana, ada satu yang belum hadir, yaitu Irjen Teddy Minahasa.

Irjen Teddy Minahasa Putra ditangkap di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian atau PTIK, Jakarta Selatan sesaat sebelum menaiki bus yang membawanya beserta beberapa petinggi Polri lainnya ke Istana Negara untuk menemui Presiden Jokowi.

Atas penangkapan Teddy Minahasa, Kapolri, Jenderal Sigit Prabowo, menegaskan, membatalkan TR (Telegram) terkait penempatan Irjen Teddy Minahasa Putra sebagai Kapolda Jawa Timur.

"Terkait dengan posisi Irjen Pol TM yang kemarin baru saja kita keluarkan TR untuk mengisi Polda Jatim, hari ini saya akan keluarkan TR pembatalan," kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konprensi pers, Jumat sore (14/10/2022).

Dalam komprensi pers itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengungkap kronologi penangkapan Teddy Minahasa, yang berawal dari pengembangan kasus yang ditangani Polda Metro Jaya.

Kata Kapolri, penangkapan Teddy Minahasa berawal dari pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan aparat Polda Metro Jaya beberapa hari lalu. Polda Metro menangkap tiga warga sipil yang berstatus pengedar narkoba.

“Beberapa hari lalu Polda Metro mengungkap jaringan peredaran gelap narkoba yang berawal dari laporan masyarakat. Kemudian saat itu diamankan tiga warga sipil, dikembangkan ternyata mengarah keterlibatan anggota Polri berpangkat Bripka dan seorang kapolsek berpangkat kompol,” jelas Kapolri.

Ia lantas memerintahkan jajaran Bareskrim untuk membantu tim Polda Metro mengusut kasus tersebut hingga menangkap lagi seorang pengedar narkoba dan seorang anggota Polri berpangkat AKBP.

Ternyata perwira Polri berpangkat AKBP tersebut adalah Kapolres Bukittinggi, Sumatra Barat. Dari sanalah keterlibatan Teddy Minahasa terungkap hingga kemudian dilakukan penangkapan

“Saya minta dikembangkan, kita lihat keterlibatan Irjen TM. Atas dasar hal tersebut, kemarin saya minta Kadiv Propam menjemput dan memeriksa TM. Tadi pagi telah dilaksanakan gelar untuk menentukan dan saat ini Irjen TM resmi sebagai terduga pelanggar dan sudah dilakukan patsus. Terkait dengan hal tersebut Kadiv Propam melanjutkan proses lidik untuk proses ancaman hukuman PTDH,” ujar Kapolri.

Melalui tes urine Teddy positif narkoba, dan sialnya lagi ia diduga juga menjual sabu-sabu seberat 5 kg dari total 41,4 kg barang bukti hasil pengembangan peredaran Narkoba di kota Bukittinggi, Sumatra Barat yang diamankan pada 13 Mei 2022. ke seorang bandar besar bernama Linda Pujiastuti  (Mami Linda) sebulan setelahnya. Linda adalah seorang pengusaha salah satu tempat hiburan/diskotik di Jakarta

Peran Teddy saat itu adalah sebagai orang nomor satu di Kepolisian yang menjabat sebagai Kapolda Sumatra Barat yang mengunkap kasus Narkoba di Bukittinggi.

Irjen Teddy juga disebut mengawali perkenalan antara Linda Pujiastuti yang berdasarkan bukti percakapan di WhatsApp Irjen Teddy mengarahkan AKBP Dody agar menjual Sabu sebanyak 2 kilogram kepada Linda Pujiastuti. Penjualan awal seberat 2 kilogram itu karena, kondisi keuangan Mami Linda terbatas, dengan harga Rp.300 juta.dibayar menggunakan dolar Singapura.

Sialnya, pembelian Mami Linda itu tercium oleh pihak kepolisian sehingga ia tertangkap. Dari hasil keterangan dan iterogasi Mami Linda didapatkan keterangan bahwa ia membeli barang haram tersebut dari pihak kepolisian berpangkat AKBP.

Terkait dengan barang bukti 41,4 kilogram yang berhasil disita tersebut, pada Rabu 15 Juni 2022 lalu Irjen Teddy Minahasa bersama dengan forkopimda kota Bukittinggi, melakukan pemusnahan barang bukti tersebut seberat 35 kilogram. Pemusnahan dilakukan di Mako Polres Bukittinggi. Dalam pernyataannya saat itu, Irjen Teddy menyebutkan jika ada 5 kilogram sabu dari barang bukti tersebut tidak dimusnahkan, karena dijadikan sample barang bukti yang akan dihadirkan di pengadilan.

Namun yang terjadi, penyisihan barang bukti 5 kilogram sabu tersebut, berubah skenario dengan cara mengganti barang bukti yang asli dengan tawas.

Dari laporan hasil penyelidikan yang dilakukan Pengamanan Internal di Lingkungan Polri (Paminal), 5 kilogram barang bukti yang dijual kepada mami Linda, memang adalah merupakan penyisihan barang bukti yang dilakukan oleh mantan Kapolres Bukit Tinggi AKBP Dody Prawiranegara dan juga atas sepengetahuan dari Irjen Pol Teddy Minahasa. Ini terkonfirmasi berdasarkan keterangan dari AKBP Dody Prawiranegara dan histori chat WhatsApp dengan Irjen Teddy.

Irjen Teddy Minahasa Putra berpangkat terakhir di kepolisian dengan Dua bintang, lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 23 November 1970. Kendati demikian, ia tumbuh besar di Pasuruan, Jawa Timur.

Red: (MHR)

dari berbagai sumber

Minggu, Oktober 02, 2022

Ratusan Orang Tewas Usai Pertandingan Arema Vs Persebaya

Ratusan Orang Tewas Usai Pertandingan Arema Vs Persebaya


HR.ID - Ratusan penonton Tewas usai laga antara Arema FC, Malang  Vs Persebaya, Surabaya di lapangan Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Penyebab insiden yang menewaskan 127 orang itu adalah Peluruh Gas Air Mata yang ditembakkan oleh tim pengamanan Kepolisian Setempat.

Dari beberapa sumber yang diterima HR.ID, kronologis kejadian bermula sekitar Pukul 21.58 Wib usai pertandingan Arema Vs Persebaya yang berakhir untuk kemenangan Persebaya 3 – 2, saat itu pemain dan official Persebaya Surabaya dari lapangan masuk ke dalam kamar ganti pemain namun dilempari oleh aremania dari atas tribun dengan botol air mineral gelas, dan lain lain.

Selanjutnya saat pemain dan official Arema FC yang juga dari lapangan berjalan untuk masuk menuju kamar ganti pemain, salah satu orang yang dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati Sergio Silva dan Adilson Maringa. Disinyalir satu orang suporter itu seperti memberikan motivasi dan kritik kepada mereka. Kemudian disusul yang lainnya ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema.

Pemain Arema, John Alfarizie terlihat mencoba memberi pengertian kepada orang-orang tersebut namun hal itu memicu semakin banyaknya supporter lainnya berdatangan. Kondisi ini terlahat menampakkan akan terjadi kericuhan daqlam stadion karena dari berbagai sisi stadion sejumlah orang juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain.

Saat itu terlihat lemparan berbagai macam benda ke arah lapangan. Suppoter  yang tidak terkendali berjubel menyerbu dan masuk ke lapangan, Para pemain secepatnya digiring masuk kedalam ruang ganti dengan kawalan pihak keamanan.

Supporter yang turun ke lapangan kini semakin banyak dan menyerang aparat keamanan. Pihak aparat melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter, akan tetapi saat aparat memukul mundur supporter dari salah satu sisi, suporter dari sisi lainnya menyerang ke arah aparat. Ada beberapa orang terlihat tergelepar ditengah lapangan akibat pukulan pentungan, tendangan dan pukulan tangan kosong dari aparat

Akibatnya aremania semakin brutal dan terus menyerang aparat keamanan serta diperingatkan beberapa kali namun tak tidak dihiraukan, kemudian aparat keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah Lapangan, Tribun Selatan (11,12,13) dan Tribun Timur (Tribun 6).

Aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah suppoter yang ada di lapangan. Silih berganti suporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara. selain hujan lemparan benda dari sisi tribun, di dalam lapangan juga terjadi serangan balasan oleh aparat keamanan dengan menembakan gas air mata ke arah suporter.

Puluhan gas air mata telah ditembakkan ke arah supporter. Jumlah supporter saat itu diperkirakan sekitar 40 ribu, sementara disetiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata. dan ada beberapa peluru yang mengandung Gas itu yang langsung ditembakkan ke arah tribun penonton yang hanya diam, yaitu di tribun 10.

para suporter yang panik karena gas air mata berlarian dan membuat situasi semakin ricuh. Orang yang berada dalam lapangan berlarian mencari pintu keluar, akan tetapi mereka tertahan keluar karena sudah penuh sesak hingga terjadi penumpukan dan saling dorong.

Dari pengakuan salah satu supporter Arema, ia melihat dengan jelas banyak ibu-ibu, wanita, orang tua dan anak anak kecil yang terlihat sesak tak berdaya. Tidak kuat ikut berdesakan untuk keluar dari stadion. Apalagi mereka juga terlihat sesak napas karena terkena gas air mata. Situasi ini membuat seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet.  Mereka terkurung dari kepulan asap gas air mata.

Sekitar pukul 22.30 Massaa Supporter terlihat melakukan insiden perlawanan dengan pelemparan batu, kayu, botol dan lain-lain ke arah mobil aparat dan mengeroyoknya karena dianggap mengurung mereka didalam Stadion dengan Kepulan asap gas air mata. Mereka juga terlihat melakukan pembakaran, sambil meneriakkan “Polisi Jancuk” karena kekesalannya.

Sementara itu, Kondisi diluar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam. Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita, suporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata-kata makian dan amarah. Batu batako, besi dan bambu berterbangan dari tangan-tangan mereka.

Situasi ini mulai meredah sekitar pukul 23.00 dimana banyak diantara para penonton bergelimpangaan tak sadarkan diri.  Sebagian yang tidak terdampak membantu mereka yang tak berdaya dan menaikkannya ke mobil untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menanggapi tragedi ini, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu pagi, 2/10/2022) menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa itu. Iapun menjelaskan bahwa dari 127 orang yang meninggal dunia, dua diantaranya merupakan anggota Polri. 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Nico juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.  Selain itu tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Sebagaimana diketahui bahwa penggunaan gas air mata oleh kepolisian dianggap menyalahi aturan FIFA.  FIFA telah menjelaskan perangkat pertandingan dilarang menggunakan gas air mata didalam stadion. Sebabnya bisa menimbulkan kepanikan saat terjadi kerusuhan.

Seperti yang terjadi pada tragedi Stadion Kanjuruhan, situasi demikian menimbulkan kepanikan hingga merenggut ratusan nyawa. Penggunaan gas air mata pun sejatinya telah dilarang oleh FIFA. Aturannya tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations Pasal 19 Poin b.  FIFA menjelaskan perangkat pertandingan dilarang menggunakan gas air mata didalam stadion. Sebabnya bisa menimbulkan kepanikan saat terjadi kerusuhan.

Hingga berita ini dipublikasikan masih ada ratusan orang yang dirawat diberbagai Rumah sakit setempat dan banyak diantaranya dalam keadaan kritis,


Red: (MHR)


Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Artikel Penting Untuk Dibaca

loading...
loading...