Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, Februari 21, 2022

KSR-PMI UMI Adakan Diksar yang ke XXII Tahun 2022

KSR-PMI UMI Adakan Diksar yang ke XXII Tahun 2022

Makassar, HR.ID - Pendidikan Dasar (Diksar) tentang kepalangmerahan  dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa, Korsp Sukarela (UKM-KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) komisariat Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi selatan.

Menurut rencana, kegiatan Diksar KSR-PMI, UMI Makassar akan dilaksankan dengan 4  tahap, pertama yakni pendftaaran/seleksi berkas, kemudian tahap kedua wawancara, Ketiga, pelatihan Indoor yang meliputi Materi dan latihan fisik.  Dan yang keempat adalah pelatihan Outdoor yakni penerapan materi dilapangan yang telah diberikan saat Indoor.  Diksar meliputi pelatihan kedisiplinan, pelatihan ketahanan mental dan fisik, pembentukan karakter, dan pengembangan pengetahuan.

Hal ini disampaikan oleh ketua KSR-PMI, UMI, Qhary Abid Furqaan. Kata dia, diksar ini adalah angkatan ke 22 tahun 2022 sejak terbentuknya 25 Oktober 1989. Pendaftaran sudah usai sejak 11 Februari lalu dan tahap wawancara yang sudah berlangsung pada Ahad (20/2/2022) kemarin. 

“Ada 50 calon peserta yang mendaftar, akan tetapi yang hadir wawancara sebanyak 37 calon peserta, sementara ada satu orang calon peserta yang melakukan wawancara secara online,” kata Abid  via samartphone, Senin (21/2/2022).

Terkait alasan ketidakhadiran sejumlah calaon peserta diklat, Abid mengungkapkan jika hal tersebut terkait dengan kelengkapan adminisatrasi yang tidak sanggup mereka penuhi, diantaranya adalah surat pemberian izin orang tua yang bersangkutan.

“Saat ini telah dilaksanakan pelatihan secara indoor yang berlangsung sejak pagi tadi dan akan berlangsung beberapa hari, ada 16 peserta wanita dan 22 pria," jelasnya.

Abid mengakui jika peserta pada periode sebelumnya memang relative lebih dibandingkan dengan periode saat ini yang pada periode sebelumnya pesertanya sangat antusias dibandingkan sekarang.

“Mungkin saat ini faktor Informasi mengenai Open Recruitmen UKM KSR PMI UMI sangat terbatas kepada mahasiswa dikarenakan mahasiswa saat ini masih kuliah online,” jelasnya.

Selain itu, Katua KSR-PMI, UMI yang belum lama terpilih ini berharap agar diksar yang akan dilaksanakan yang menurut rencana akan ditutup degan kegiatan Indoor di wilayah Kab. Maros mulai 14 Maret 2022 yang juga akan berlangsung beberapa hari semuanya berjalan dengan lancar tanpa kendala sedikitpun.

Sementara itu, ketua panitia diksar XII KSR-PMI, UMI berharap agar saat pelaksnaan diksar Indoor seluruh peserta tetap memperhatikan latihan fisik sehingga kebugaran saat pelaksanaan Indoor nanti tetap terjaga.

“Saya selaku ketua panitia berterimakasih sebesar besarnya baik kepada pengurus, teman-teman panitia, steering dan senior-senior yang selalu mendampingi jalannya kegiatan Diksar XXII,” ucap Denis Saputra

Red: (Hersandy)

Minggu, Februari 20, 2022

Citra Polisi Jelek, Polisi ini Buat Karya Ilmiah untuk Dapatkan Gelar Profesor Keadilan

Citra Polisi Jelek, Polisi ini Buat Karya Ilmiah untuk Dapatkan Gelar Profesor Keadilan


SERANG. HR.ID - Paradigma pemolisian yang berorientasi pada keadilan restoratif bagi para pihak menjadi fenomena progresif yang sesuai dengan dinamika kebutuhan masyarakat belakangan ini. Untuk memberikan payung hukum dalam operasionalisasi di lingkungan tugas, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahkan telah mengeluarkan Perpol Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Salah seorang perwira polisi yang berpangkat Irjen dengan percaya diri melakukan penelitian tentang keadilan para penegak hukum dalam hal ini kepolisian menangani tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif bagi masyarakat yang dijadikan obyek hukum.

Dia adalah Kapolda Banten, Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto yang masih dapat menyempatkan diri melakukan penelitian tentang bagaimana pelaksanaan keadilan restoratif oleh personel kepolisian, tidak hanya fungsi reserse kriminal, namun juga pada pelaksana tugas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti Bhabinkamtibmas.

“Sesungguhnya dalam tataran sederhana, keadilan restoratif telah dilaksanakan oleh para Bhabinkamtibmas dengan metode problem solving, menyelesaikan permasalahan warga dengan pelibatan para pihak bermasalah dan pranata sosial lainnya dengan mengedepankan win-win solution kepada para pihak,” kata Rudy Heriyanto.

Dalam penelitiannya, Kapolda menemukan bahwa faktor utama dalam upaya mencapai keadilan restoratif tersebut adalah kemampuan dan keterampilan personel kepolisian untuk memediasi para pihak. Personel kepolisian menjadi tumpuan para pihak untuk menyelesaikan permasalahan pasca memahami peristiwa dan ekspektasi pelapor dan juga mendapatkan informasi dari terlapor.

“Kemampuan membangun mediasi kepolisian memainkan peran sangat besar dalam mencapai keadilan restoratif,” jelas dia. 

Tepat hari Sabtu (19/02/2022), Rudy Heriyanto akan menyampaikan orasinya, berjudul ‘Mediasi Kepolisian Dalam Rangka Mencapai Restorative Justice’ di depan Rektor Universitas Lampung dan civitas akademika lainnya, sekaligus mengukuhkan gelar Guru Besar dalam Bidang Ilmu Mediasi Kepolisian di Universitas Lampung.

“Alhamdulilah, pengukuhan menjadi Guru Besar menjadi motivasi bagi saya pribadi dan keluarga untuk terus belajar dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Rudy Heriyanto.

Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Karomani.M.Si., bersama Senat Universitas Lampung dalam gelaran acara Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Profesor Fakultas Hukum Universitas Lampung kepada Rudy Heriyanto sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Mediasi Kepolisian yang testimoninya diselenggarakan di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Bandar Lampung dengan tetap mengedepankan disiplin terhadap protokol kesehatan. Rudi heriyanto resmi memamakai gelar Professor. Irjen Pol. Prof.Dr. Rudy Heriyanto.

Banyak yang berharap, dengan lahirnya seorang guru besar dengan desertasi tentang keadilan restorative dari kalangan kepolisian apalagi saat ini citra kepolisian untuk khalayak banyak sangatlah buruk utamanya dari segi keadilan.  Ditengarai, banyak oknum kepolisian yang memeras, mengintimidasi dan bahkan sampai memukuli warga masyarakat yang terlibat kasus hukum baik saat BAP berlangsung atau saat pemanggilan dan penangkapan.

Ini beberapa indikasi penyebab citra kepolisian buruk dimata masyarakat

Masuk jadi Polisi Selalu Identik Dengan Duit, ini sudah menjadi rahasia umum meski pembuktiannya minim.  Tapi boleh Tanya kejujuran dalam hati polisi itu sendiri…bayar apa tidak saat masuk ?

Polisi Suka Bertindak Anarkis Terhadap Masyarakat Kecil/sipil, contohnya di Wadas dan penagnganan Demonstran.

Polisi tidak dianggap lagi pengayom Masyarakat karena selama ini terindikasi tunduk pada politik Penguasa

Polisi Suka Mencari Masalah, Bukan Menyelesaikan Masalah

Ada duit, Baru Bergerak utamanya pada kasus pasal karet seperti tuduhan penada bagi pembeli barang bekas hasil curian.

Memilah milah kasus, tergantung pesanan dan ada duitnya apa tidak ?

Polisi Buat Aturan, Polisi Juga Yang Melanggar. Lihat, banyak polisi yg terlibat kasus narkoba, backing tempat maksiat, perjudian dll.


(Redaksi)

Kamis, Desember 23, 2021

SD Inpres Sambung Jawa III Laksanakan GeNose dan Vaksinasi di Lingkup Sekolah

SD Inpres Sambung Jawa III Laksanakan GeNose dan Vaksinasi di Lingkup Sekolah


Makassar, HR.ID - Dalam rangka upaya Pencegahan Penyebaran nirus corona (Covid19) diawal-awal penerapan belajar Tatap Muka, pimpinan sekolah dalam hal ini kepala sekolah dari Sekolah Dasar ( SD ) Inpres Sambung Jawa III menggelar kegiatan Antigen & vaksinasi kepada seluruh pihak yang terkait dalam lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dilakukan sejak Senin (20 /12/21) itu dengan sasaran intinya yakni kepada para guru-guru, security (satpam sekolah), para penyedia dan karyawan kantin yang berada dilingkup sekolah serta sekaligus para siswa siswi.  

Kepala sekolah, Fatmawati Naim, S. Pd memberikan penjelasan bahwa selain dilakukan kegiatan vaksinasi pada SD Inpres Sambung Jawa III yang terletak di jalan Tanjung Rangas, no.1 kota Makassar ini juga menggelar kegiatan pendeteksian covid19 dengan metode GeNose. 

Dari informasi yang disampaikan Fatmawati bahwa hari ini Rabu (22/12/21) sebagai hari terakhir kegiatan yang dimaksud kini giliran siswa kelas 2 yang diagnosa deengan  pelaksana kegiatan dipimpin atau diketuai oleh salah seorang guru yakni Titiek Aminah, AT. S.Pd.

"Kehati-hatian dengan segala upaya kewaspadaan adalah satu hal yang sangat diperlukan dalam usaha kita bersama untuk memberantas Covid19 ini,” kata Ibu Kepsek Fatmawati Naim, S. Pd dilokasi kegiatan.

Dari liputan yang kami lakukan, meski memperlihatkan adanya kerumunan namun tetap terlihat menerapkan protocol kesehatan termasuk bagi para orang tua siswa yang datang mendampingi anak-anaknya sesuai petunjuk yang disampaikan kepala sekolah.

Selain itu, Fatmawati juga berterimakasih kepada seluruh yang terlibat dalam kegaiatannya, apalagi hasil yang dicapai positif dan sangat memuaskan.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan antigen dan GeNose ini, semua siswa positip dan terimakasih kepada seluruh orang tua siswa atas kerjasamanya dan kerja guru kelas yang penuh perhatian dan kasih sayang kepada siswanya sehingga kedua kegiatan ini berjalan lancar,” tutup Fatmawati.

 

Red (Denny M, SE)

Selasa, Desember 21, 2021

Pemberian Cindera Mata Kepada Guru Warnai Reuni Akbar Tepang Sono dan Silaruhmi SDN Muhamad Toha Bandung

Pemberian Cindera Mata Kepada Guru Warnai Reuni Akbar Tepang Sono dan Silaruhmi SDN Muhamad Toha Bandung

By: (Siti Sundari)

Bandung,20/12/2021

Kalau ada acara reuni alumni Sekolah  Menengah Atas atau Perguruan Tinggi itu biasa.Tapi kalau reuninya  alumni Sekolah Dasar itu sungguh luar biasa. Apalagi bila sejak lulus hingga beranak cucu tidak pernah ketemu kawan kecil semasa SD. Tentu kejadian lucu, senang,  takjub dan haru mewarnai pertemuan itu.

Hal itu pula yang terjadi di acara " Reuni Akbar, Tepang Sono, Nostalgia dan Silaturahmi  SDN Muhamad Toha Bandung" pada 18/12/2021 lalu,  di suatu rumah makan sunda di jalan Soekarno Hatta, Bandung.

Sebagaimana dikatakan Iliiana Arifiyandi yang akrab dipanggil Hendi, salah seorang alumni angkatan 1972, reuni SD baru kali  ini  ada dan sekalinya ada dihadiri ratusan alumni.

"Luar biasa. Bangga. spektakuler. Haru. Saya rasa baru  kali ini ya  reuni alumni SD. Biasanya kan reuni SMA, Perguruan Tinggi  atau komunitas. Ini reuni SD lho. Jadi acara reuni alumni SDN M.Toha ini  luar biasa", ujar Hendi bersemangat.

Reuni yang diprakarsai oleh Andini Putri  (angk' 1979), Haris (angk'1974) serta Ruhiyat (guru SDN M. Toha 1970-1996) itu karena pandemi sempat tertunda selama 20 bulan. Namun meski tertunda antusiasme para alumni itu tidak surut untuk hadir.  Sebanyak hampir 423 alumni dari berbagai angkatan, latar belakang pendidikan dan pekerjaan, yang rata-rata sudah emak-emak, sudah jadi aki nini, bahkan ada yang sudah jadi buyut  pun  berdatangan ke  lokasi acara reuni. Dilihat dari kendaraan yang terparkir,  mereka berdatangan dari berbagai kota. Ada yang datang sendiri,  berpasangan, ramai-ramai 1 mobil, bahkan ada yang diantar anak cucunya karena usianya benar-benar sudah sepuh.

Seperti Dimyat misalnya, laki-laki berusia 82 tahun itu begitu semangat  dan nampak senang dan haru hadir ditemani dua cucunya. Dimyat disambut panitia dan ditempatkan di kursi VIP . Meski langkahnya terlihat gontai dan dipapah cucunya, namun penglihatan, pendengaran dan selera makannya masih nampak bagus. Itu terbukti saat penulis bertanya, Dimyat menjawab dengan baik.

\

"Bapak usia berapa.Masya Allah Bapak bisa hadir ya di acara reuni", tanya penulis.

"82 tahun Neng. Alhamdulillah. Terima kasih", jawab Kakek Dimyat sambil menikmati makan siangnya bersama cucu laki-lakinya.

Menurut Andini Putri Ketua Panitia Reuni Akbar,  yang hadir di reuni ini memang sengaja  tidak dibatasi dengan alumni angkatan tertentu, tapi lintas angkatan. 

"Jadi angkatan berapa sja bisa ikut reuni akbar ini. Dan jangan bilang  aki nini ya, karena kita tetap menciptakan suasana serasa masih SD. Jadi yang ada adalah senior dan junior",  kelakar Andini di tengah hiruk pikuk acara.

Andini juga menambahkan, dari 423 alumni yang hadir itu terdiri atas 17 angkatan. Angkatan tertua yang hadir adalah dari angkatan 1959 dan angktan termuda dari alumni angkatan 1977.

Acara reuni yang ditandai dengan pemberian penghargaan  berupa cindera mata kepada guru-guru melalui suatu prosesi tari persembahan, membuat suasana larut dalam keharuan mendalam.

Usai acara persembahan kepada guru, dilanjut  dengan  foto bersama guru dan tiap angkatan alumni.

Mata Ruhiyat, 78 tahun, mantan guru kesenian dan Kepala sekolah SDN Muh. Toha nampak berkaca-kaca saat Andini usai menyanyikan lagu nostalgia, memeluk dan membisikkan rasa terima kasihnya kepada Ruhiyat atas segala pengajaran yang telah diberikan.

"Terima kasih Bapak Guru. Bapak sudah mengajari saya membaca dan memberi banyak ilmu. Tak dapat kami membalasnya", bisik Andini penuh keharuan.

Tak kalah dengan Andini, Syafril  72 tahun (angk' 1962) penasehat acara Reuni Akbar  menyumbangkan suara emasnya  dengan lagu lawas "I've been Away too Long".  Meski sudah gaek, suaranya begitu memukau para alumni dan mengundang tepuk tangan yang meriah.

Nampak begitu rindunya para alumni, dengan mengenakan dress code masing-masing angkatan tak ayal lagi membuat suasana riuh rendah.

"Haiii.. coba tebak siapa saya".

"Masya Allah.. kok  kamu jadi Ndut sih, padahal dulu kamu ceking".

"Kamu kerja dimana",

"Punya anak berapa",

"Masih dinas apa sudah pensiun", itulah  sapaan dan celotehan para alumni yang sempat mampir di telinga penulis.

Sementara itu secara terpisah Ruhiyat, yang termasuk salah seorang pemrakarsa acara reuni akbar, sebagai alumni guru SDN M.Toha bersama guru-guru lainnya  ingin agar para alumni ini agar tidak putus silaturahminya hendaknya dirangkul dalam suatu wadah organisasi.

"SDN M.Toha selain bangunannya jadi situs Kota Bandung karena peninggalan Zaman Belanda, banyak berprestasi  di bidang seni budaya dan bidang lainnya, saya harap perlu ditindaklanjuti dengan membentuk organisasi ikatan alumni", jelas Ruhiyat mengungkapkan impiannya.

Rupanya bukan hanya Ruhiyat saja yang punya impian itu, ternyata hal senada dan impian yang sama  juga  diharapkan oleh Pepen (guru aktif SDN M.Toha),  Syafril (Oteng), Hendi, Haris serta para alumni lainnya.

Suara dan aspirasi itu  tentu saja bagi Andini Sang  Ketua Panitia, adalah  suatu hal yang memang perlu ditindaklanjuti.

"Insya Allah ke depan berangkat dari Reuni Akbar ini, alumni yang hadir akan dijadikan database pembentukan  ikatan alumni SDN Muhamad Toha Bandung agar silaturahmi antara alumni dengan alumni, antara alumni dengan guru dan sekolah tetap terjalin",  tandas Andini yang diamini oleh Hendi dan Oteng serta rekan alumni lainnya.

Kamis, Oktober 28, 2021

BNNK Jakarta Utara Melakoni Rehabilitasi P4GN

BNNK Jakarta Utara Melakoni Rehabilitasi P4GN

HR.ID - Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak menurunkan semangat Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara dalam menjalani program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Program itu pun dilakoninya melalui program rehabilitasi dengan motode Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang salah satunya saat ini di fokuskan pada Kelurahan Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.

Kepala BNNK Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Yudhistira mengatakan P4GN harus dijalani secara holistik dan terintegerasi. Tidak hanya BNNK Jakarta Utara, komitmen pencegahan dan pemberantasan narkotika ini juga harus melibatkan peran pemerintah, pemangku kepentingan (stakeholder), dan unsur masyarakat.

“Pandemi Covid-19 nyatanya tidak menurunkan kasus Covid-19. Beragam modus baru hingga barang bukti yang meningkat menandakan kasus narkotika di masa pandemi Covid-19 tidak menurun,” kata AKBP Bambang Yudhistira, dalam sambutannya secara dalam jaringan (daring) pada acara Workshop Sosialisasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) bersama Pelindo di Hotel All Sedayu, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (27/10).

Dikonfirmasi terpisah, Sub Koordinator Seksi Rehabilitasi BNNK Jakarta Utara, dr.Novianti Purnamasari menerangkan kegiatan ini merupakan pemantapan komitmen Kelurahan Pademangan Barat dalam menjalani program rehabilitasi dengan metode IBM. Terlebih mendukung enam kader IBM untuk dapat memberikan sosialisasi, menjangkau, memberikan pendampingan, hingga assessmen dasar terhadap penyalahguna narkoba.

“Ini melanjutkan program yang sama pada tahun 2020 lalu di Kelurahan Pademangan Barat untuk dapat kembali berkomitmen di tahun 2021 ini. Untuk tahun lalu, kader mampu menjangkau sepuluh penyalahguna narkoba yang saat ini sudah tidak lagi menyalahgunakan narkoba dan produktif, serta mampu kembali beraktifitas di masyarakat,” terangnya dr.Novianti Purnamasari.

 

Dalam sambutannya secara langsung, Camat Pademangan, Didit Mulyadi menerangkan program rehabilitasi dengan metode IBM yang kini difokuskan pada Kelurahan Pademangan Barat dilakoninya dengan penuh komitmen bersama stakeholder dan unsur masyarakat.

 

Dengan menyontoh jejak Kelurahan Ancol yang telah ditetapkan sebagai kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar), Didit yakin Kelurahan Pademangan Barat dapat bersih dari penyalahgunaan narkoba.

 

“Upaya kami diantaranya dengan membentuk kader IBM, menghadirkan program keterampilan agar warga aktif sehingga terhindar dari narkoba. Termasuk juga memasifkan sosialisasi penyalahgunaan narkoba seperti memasang spanduk atau banner di sudut-sudut jalan,” tutupnya. (Red/Imam)

Senin, Oktober 04, 2021

Ini Kegiatan Majelis Taklim Istiqomah Hijrah DIY Saat Ini

Ini Kegiatan Majelis Taklim Istiqomah Hijrah DIY Saat Ini

 

Yogyakarta: HR.ID  Majelis Taklim Istiqomah Hijrah DIY merupakan salah satu Majelis/Ormas yang tergabung dalam Pokmaslipas (Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan)  Mitra Bapas Kelas I Yogyakarta yang mempunyai tugas pokok bidang Kepribadian dan bidang Kemandirian pada hari Minggu tanggal  3/10/2021 melaksanakan pengajian rutin bulanan bertempat dirumah Sdr. Taufik (Ucil) yang beralamat di Jln. Turi KM 01 Kembangarum 16 Bandaran Rt 04 Rw 33 Ds Donokerto Kec. Turi Kab. Sleman DIY.

Acara pengajian tatap muka yang secara rutin dilaksanakan setiap bulan oleh Majelis ini sempat berhenti beberapa bulan  lantaran diberlakukannya PPKM oleh Pemerintah  sehingga kajian tetap berlangsung walau lewat medsos streaming.

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain para pengurus dan warga jama'ah Majelis Istiqomah Hijrah serta tamu undangan lain.

Tidak lupa seluruh jama'ah Majelis mengucapkan banyak terima kasih pada  pihak Bapas Jogja juga kepada Ibu Gusti Ayu Putu Suwardani selaku Kadivpas Kanwil Kemenkumham DIY yang telah memberikan bimbingan dan bantuan dana guna terlaksananya program program sesuai AD/ART Organisasi.

Ustad Catur Andriyana yang juga sebagai pembina dalam kajiannya mengajak kepada seluruh hadirin untuk tetap berlomba dalam kebaikan juga  mempertahankan dan meningkatkan semangat menuntut ilmu/mengaji walau dalam situasi pandemi covid 19 atau situasi bagaimanapun, terangnya.

Di akhir acara ketua Majelis Heryananto menjelaskan bahwa disamping pertemuan rutin bulanan juga dilaksanakan kajian dua mingguan yang dikhususkan untuk para pengurus guna penguatan diri masing masing  perorangan, pungkasnya.

 

Red: (Vito)

Selasa, Juli 13, 2021

Catatan Seorang Polisi Wanita 'Fajar Astuti'

Catatan Seorang Polisi Wanita 'Fajar Astuti'


Cerita klasik legenda Mahabharata menyimpan banyak catatan
tentang perempuan perkasa yang mampu menginspirasi. Dia adalah Srikandi dengan kemampuannya memanah hingga berhasil mengalahkan Bisma.

Tapi pencapaian Srikandi tidak serta-merta muncul begitu saja. Tempaan dan gemblengan dari berbagai latihan hingga kontemplasi terhadap diri serta lingkungan, adalah modal awal keahlian dari Srikandi dan ini menjadi inspirasi hingga saat ini sebagai sebutan wanita perkasa atau hebat.

Serupa dengan polisi wanita (Polwan) bernama Fajar Astuti, berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) tersebut, menapaki hidup seperti Srikandi.

Berasal dari Keluarga Petani

Bripda Fajar Astuti adalah sulung dari empat bersaudara. Lahir di Sleman, Yogyakarta, 28 Oktober 1998, orangtua Bripda Fajar bekerja hanya sebagai petani cabai di lereng Gunung Merapi. Tepatnya di kawasan Turi, Sleman, Yogyakarta.

Menjadi tulang punggung keluarga, Bripda Fajar menjalani karir di Kepolisian Republik Indonesia, lengkap dengan berbagai kerikil. Salah satunya, melawan rasa tidak percaya diri.

“Saya mudah inscure. Apalagi latar belakang saya yang hanya berasal dari keluarga petani cabai. Tapi karena tanggung jawab menjadi tulang punggung keluarga, membuat saya harus belajar untuk mengendalikan ketidak-percayaan diri tersebut," kata Bripda Fajar.

Lulus Bintara Polri pada 2017, Bripda Fajar mengenang salah satu momen yang akhirnya benar-benar membuat ia percaya, tidak ada yang tidak mungkin apabila terus berusaha. Caranya dimulai dengan mempercayai dirinya sendiri.

“Pengalaman menjadi salah satu dari 24 anggota tim Polwan yang mendaki Gunung Carstenz di Papua pada 2017, membuat saya tersadar, saya bisa kok melakukan apapun asal mempercayai diri sendiri terlebih dahulu,” kenang Bripda Fajar AStuti sembari tersenyum.

Usai dari pendakian, Bripda Fajar kembali bertugas dengan modal kontemplasi di Gunung Carstenz, dengan meniti karir di Ditsamapta Polda DIY. Lalu pada 2018, Bripda Fajar berkarir di Ditreskrimsus Polda DIY. Tidak berhenti sampai di situ, pada 2019, Bripda Fajar terpilih menjadi Sekretaris Pribadi Pimpinan Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono.

Bermimpi Menjadi Pasukan Pengamanan PBB, Kehidupan terus melaju bersama detak waktu. Diam-diam, Bripda Fajar menyimpan satu minat dan impian yang tak biasa, menjadi anggota pasukan pengamanan PBB. Bripda Fajar kemudian mendaftar seleksi misi PBB pada 2020.

Fajar Astuti terispirasi untuk menjadi seorang polisi PBB. “Saya ingin menjadi anggota pasukan pengamanan PBB, karena itu mimpi saya semenjak menjadi Polisi. Bagi saya, menjadi anggota pasukan pengamanan PBB adalah salah satu wujud pengabdian yang mulia yaitu membantu para civilian disana, melindungi aset dan personil PBB, memberikan perlindungan terhadap para warga lokal di Central Afrika serta mempromosikan HAM kepada masyarakat dunia.”

Tapi lagi-lagi, rasa tidak percaya diri hinggap. Bagaimana tidak, seleksi yang harus Bripda Fajar lalui berupa tes kesehatan, kesemaptaan jasmani, tes bahasa Inggris, tes menembak, tes mengemudi, tes psikologi, wawancara dan tes komputer. Semua berlangsung kurang lebih 10 hari dan menginap di Sepolwan Lemdiklat Polri pada Agustus 2020.

Fajar bercerita, katanya “Enggak mudah buat saya untuk mengikuti tes tersebut karena kami diwajibkan bisa berbahasa Inggris saat tes dengan menyerahkan sertifikat TOEFL,  serta harus mahir mengemudi, dan dengan rentang waktu yang begitu singkat.”

Usai menjalani serangkaian tes, Bripda Fajar kembali harus menghadapi rasa was-was, dengan menunggu pengumunan yang berjarak 7 bulan setelah tes. Ia hanya bisa mempersiapkan diri dengan berbagai kemungkinan, berkontemplasi sambil mengadu kepada Sang Maha Pencipta. Juga meminta doa kepada orang tuanya.

“Alhamdulillah, saya akhirnya dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti Latihan Pra Penugasan Garbha FPU 3 Minusca.  Akhirnya berbagai doa saya yang awalnya hanya sekadar coretan di buku diary, sebentar lagi akan terwujud,” ujar Bripda…


Red: (Imam)

Kamis, Juni 24, 2021

Bupati Aceh Barat Akan Luncurkan Aksi Nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif

Bupati Aceh Barat Akan Luncurkan Aksi Nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif

HR.ID - Bupati Aceh Barat yang diwakili Asisten bidang perekonomian dan pembangunan Setdakab Aceh Barat Drs. Husaini, M.Pd ikuti peluncuran rencana aksi nasional pengembangan anak usia dini holistik integratif Paud tahun 2020-2024 dalam rangka  implementasi pengembangan anak usia dini holistik integratif yang di laksanakan secara virtual di ruang rapat Sekda Aceh Barat pada Kamis (24-06-2021).

Acara peluncuran Rencana Aksi Nasional pengembangan anak usia dini holistik integratif ini di selenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang juga diikuti oleh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju serta seluruh Gubernur  dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri dalam negeri yang diwakili oleh Plh. dirjen bina pembangunan daerah Kementerian Dalam Negeri, Sri purwaningsih, SH, MAP, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat yg di koordinir oleh Menteri PMK yang telah menyelesaikan serta meluncurkan rencana aksi nasional pengembangan anak usia dini holistik integratif Paud tahun 2020-2024. Ia berharap rencana aksi nasional Paud Holistik Integratif ini bisa diteruskan pada jenjang berikutnya dan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun rancangan aksi nasional di tingkat daerah ucapnya.

Lebih lanjut, Sri purwaningsih menyebutkan bahwa Pemerintah daerah mempunyai kewajiban dalam memberikan pendidikan serta pelayanan minimal terhadap anak usia dini secara maksimal. Kementrian dalam negeri sangat mendukung peluncuran rencana anak nasional holistik integratif ini guna mendorong terwujudnya generasi yang produktif dan berkualitas ungkapnya.

Ia meminta kepada pemerintah daerah agar turut menyertakan program rencana anak nasional holistik integratif ini ke dalam RKPD. Ini sebagai bentuk komitmen bagi para kepala daerah dalam mensukseskan Paud holistik integratif di daerah masing-masing pintanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri menyampaikan  bahwa rencana  aksi nasional  Paud Holistik integratif ini merupakan upaya untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing yang kuat ujarnya.

Pengembangan anak usia dini harus menjadi prioritas dalam membangun bangsa. Menurutnya, ini adalah landasan untuk mencapai generasi emas di masa yang akan datang papar Femmy.

Ia menambahkan bahwa rencana aksi nasional hari ini merupakan kelanjutan dari berbagai program sebelumnya yang disusun oleh wakil-wakil dari kementerian dan lembaga yang bersinergi dalam gugus tugas nasional pengembangan PAUD Holistik Integratif.

Femmy mengharapkan dengan diluncurkannya rencana aksi nasional ini dapat menjadi pedoman untuk melakukan koordinasi dan gotong royong bagi seluruh stakeholder dalam memenuhi dan melindungi hak anak usia dini guna menjamin terpenuhinya kebutuhan tumbuh kembang anak secara optimal imbuhnya

Senada dengan itu, Kepala Bappenas yang di wakili oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Dr. Ir. subandi, M.Sc menyapampaikan bahwa setelah melalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya peluncuran rencana aksi nasional pengembangan anak usia dini holistik integratif dapat dilaksanakan. Program ini merupakan inisiasi yang dilakukan oleh Bappenas dalam rangka mengembangkan anak usia dini secara holistik dan terintegrasi.

Lebih lanjut, Subandi menyampaikan pengembangan anak usia dini harus dilaksanakan secara holistik dan integratif agar kebutuhan esensial anak dapat terpenuhi yang meliputi kesehatan dalam pemenuhan gizi anak, pendidikan yang baik terhadap anak, pengasuhan anak yang baik, serta adanya perlindungan terhadap anak. Ujanya.

Subandi menyebutkan bahwa Paud ini masuk ke dalam target pencapaian yang berkelanjutan. Ia mengatakan saat ini setiap daerah telah mulai membuat kebijakan guna mendukung Paud holistik dan integratif serta telah membentuk forum anak ungkapnya.

Lebih lanjut, Subandi menyampaikan bahwa investasi untuk anak usia dini merupakan modal untuk keberhasilan bangsa dan negara di masa yang akan datang. Dengan berjalannya program Paud holistik dan integratif diharapkan bisa menciptakan manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi yang juga merupakan salah satu fokus pembangunan nasional paparnya.

Semoga rencana aksi nasional ini bisa menjadi pedoman bagi daerah dalam menjalankan program Paud yang holistik dan terintegrasi guna mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan harapnya.


Red: (Muhibbul Jamil).

Selasa, Juni 22, 2021

MA Memenangkan STAIN Aceh Barat Terkait Sengketa Lahan Kampus

MA Memenangkan STAIN Aceh Barat Terkait Sengketa Lahan Kampus


HR.ID - Bupati Aceh Barat,  H. Ramli MS terima kunjungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia yang diwakili oleh Kasubbag hukum Ibnu Anwaruddin, SH, MH yang didampingi oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku dirundeng Meulaboh Dr. Inayatilla, M.Ag dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas hasil putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang di menangkan oleh pihak STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang di laksanakan di ruang rapat Bupati Aceh Barat Senin (21-06-2021).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa dengan adanya putusan Kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan pihak STAIN Teungku dirundeng Meulaboh ini patut kita syukuri karena persoalan lahan yang sudah berlangsung cukup lama ini telah menemui titik akhir serta mempunyai kekuatan hukum tetap ucap Ramli

“Ini merupakan preseden yang baik terhadap penyelesaian konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Segala permasalahan yang terjadi harus diselesaikan melalui jalur hukum sehingga semua pihak yang terlibat akan mendapatkan kepastian hukum dan tidak menimbulkan persoalan lain di kemudian hari,” paparnya.

Lebih lanjut, Ramli berharap segala permasalahan yang selama ini terjadi terkait dengan sengketa lahan antara STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dengan warga dapat terselesaikan dengan baik sehingga proses belajar mengajar pun bisa kembali efektif.

Ramli mengatakan sebagai negara hukum sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah dan seluruh rakyat indonesia untuk mematuhi segala putusan hukum yang telah ingkrah. Jangan ada lagi perdebatan maupun konflik karena ini hanya akan menguras energi kita ke hal yang kurang produktif ungkapnya

Ramli meminta kepada pihak Stain teungku dirundeng Meulaboh agar melakukan koordinasi dengan para pihak terkait dalam menindaklanjuti putusan MA ini agar pelaksanaannya bisa di lakukan dengan lancar ujarnya

Ia juga berharap tindak lanjut dari putusan MA ini dapat dilaksanakan dengan cara persuasif dan damai tanpa menimbulkan konflik baru. Diharapkan semua pihak dapat menerima hasil putusan ini dengan baik dan bijaksana harapnya.

Sementara itu, Kasubbag hukum Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Ibnu Anwaruddin, SH, MH berharap dengan adanya putusan ingkrah dari MA ini diharapkan proses belajar mengajar STAIN Meulaboh ini bisa berjalan secara normal dan efektif kembali.

“Semoga situasi kampus dapat kembali kondusif apalagi saat ini kita sedang dalam masa penerimaan mahasiswa baru,” harapnya.

Ia juga berharap dengan kondisi kampus yang kondusif STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh bisa semakin berkembang kedepannya serta dapat segera menyelesaikan proses menjadi Institute Agama Islam Negeri (IAIN).

Senada dengan itu, Ketua STAIN Teungku dirundeng Meulaboh, Dr. Inayatilla, M.Ag, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan silaturahmi sekaligus membahas tindak lanjut permasalahan sengketa lahan yang baru saja di menangkan pihak STAIN Tengku di Rundeng Meulaboh melalui putusan kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Ia mengatakan saat ini STAIN Meulaboh sedang dalam proses menjadi Institute Agama Islam Negeri (IAIN), untuk itu kita harus memastikan aktifitas kampus kembali normal dan kondusif.


Red (Muhibul)

Rabu, Desember 30, 2020

Polrestabes Makassar Fasilitasi Mahasiswa Lakukan Daialog akhir tahun 2020

Polrestabes Makassar Fasilitasi Mahasiswa Lakukan Daialog akhir tahun 2020

HR.ID - Polrestabes Makassar kembali memfasilitasi para mahasiswa menggelar dialog Akhir tahun yang dilaksanakan pada hari Selasa, 29/12/20 di Country Coffe Resto (CCR) setelah 18 Desember juga dilakukan hal serupa di tempat yang sama.  Polrestabes dalam hal ini Unit 3 Sat Intelkam selaku pelaksana kegiatan menghadirkan Nara Sumber dari BEM Mahasiswa UINAM dan UNISMUH dengan Panelis seorang dosen Fak Hukum Unhas Makassar.

Lagu indonesia raya berkumandang dalam ruangan sebelum pemaparan materi dari masing-masing yang diberi kesempatan sebagai pembawa materi, Andi Massakili (Sekretaris Dema UINAM), Junaedi selaku moderastor (Mewakili Pengurus DEMA UINAM) dan Faturrahman (pemateri Mewakili BEM Fakultas Unismu Makassar).

Salah satu yang cukup menarik dalam dialog tersebut yakni pemaparan panelis, Fajlurrahman Jurdi, SH. MH yang menanggapi pemateri dengan menyebutnya bahwa salah satu kelemahan pemuda milenia saat ini adalah mudahnya mereka menyerap informasi yang tidak benar, mereka lebih mudah percaya isu-isu yang mengarah ke hoax daripada menelahnya untuk dijadikan kebenaran.

Menurut Fajlurrahman, penyebutan tuduhan adanya kelompok Radikal, intoleran apalagi kelompok Masyarakat yang ingin merubah pancasila, ingin menjadikan Indonesia Negara Islam yang saat ini lagi popular itu adalah keliru. Sebagai pemuda, disinilah letak menelaah informasi yang berkembang di media-media social untuk dijadikan bahan acuan untuk mendapatkan kebenaran dan tidak turut larut serta ikut serta menyebarkan informasi yang keliru. 

“Ada isu radikalisme. Intoleran, kelompok masyarakat yang ingin merubah pancasila menurut pandangan saya itu adalah keliru,“ kata Fajlurrahman

Fjlurrahman mengungkapkan, bahwa persoalan yang kita hadapi saat ini adalah krisis kepercayaan terhadap pemerintah dimana salah satunya adalah sikap Unjustice pemerintah terhadap masyarakat sehingga memunculkan perlawanan, tapi itu bukan berarti ingin mengganti Pancasila.

“Mereka hanya menuntut sebagian kecil apa yang ada dalam konstitusi yakni keadilan. Jika Hukum tidak tumpul keatas dan tajam ke bawah, maka akan pulih kembali,” katanya

Disamping itu adanya krisis manajemen berbangsa yang dihadirkan pemerintah saat ini.  Sederhananya. Ia mencontohkan dimana pemerintah membiarkan pilkada berjalan dimasa Pandemi covid-19.

‘Ini sebenarnya adalah krisis berbangsa, ini krisis manajemen sebenarnya. Pemerintah sudah tahu berapa orang bertumbangan sebelum pilkada ini di putuskan, bahkan menambah dana sekitar 5 koma sekian triliyun untuk menata pilkada itu, akibatnya muncul klaster Pilkada,” ungkapnya.

Selain itu kata Farilrrahman adanya krisis politik yang kini dihadapai bansa ini.  Ia mencontohkan seperti apa yang adik-adik mahasiswa lakukan baru-baru ini yakni aksi demo menolak UU Omnibus Law yang dibuat oleh DPR-RI. 

“Jangan kita menunguh ditimpa baru kita berbuat, menunggu keluarga kita kena baru kita bersuara, jangan,” kata dia

Setelah tanggapan panelis terhadap materi dari ke Tiga Narasumber, selanjutnya beberapa Mahasiswa yang hadir berdialog tentang peran kepemudaan yang berhubungan erat dengan kebijaksanaan Pemerintah dalam persoalan yang sedang dihadapi termasuk soal pendemi Covid 19 untuk tetap mematuhi portokol kesehatan sebagai salah satu usaha dalam memotong mata rantai virus corona.


Sementara itu usai belangsungnya dialog, kepada HR.ID, Kanit 3 Sat Intelkam Polrestabes Makassar, Sri Darwati yang juga turut hadir dalam giat itu mengatakan bahwa dirinya berterimakasih kepada semua adik-adik mahasiswa yang turut hadir dalam dialog ini.

“Ini momen yang cukup baik, memberi kesempatan kepada adik-adik mahasiswa untuk salng berkomunikasi, berdialog, memberi masukan sebagai generasi milenia penerus bangsa di masa pandemi copid 19 yang lagi melanda bangsa kita,” kata Sri Darwati yang didampingi beberapa orang timnya.

Sri Darwati juga mengungkapkan jika kegiatan ini tidak terlepas dari keseriusan pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Makassar dalam rangka merangkul generasi muda untuk sama-sama saling menjaga Keamanan dan ketertiban Masyarakat khusunya wilayah kota Makassar.

Daikhir Acara  yang bertemakan ‘Pemberdayaan pemuda dalam menjaga Integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia’ Sri Darwati membagikan Plakat kepada masing-masin 3 orang perwakilan Mahasiswa sebagai pemateri dan juga seorang Panelis, dan selanjutnya ditutup dengan foto bersama.

Red: (A.MsH)

Minggu, Desember 20, 2020

Jelang Akhir Tahun 2020 Polrestabes Makassar Fasilitasi Mahasiswa Gelar Dialog Akhir Tahun

Jelang Akhir Tahun 2020 Polrestabes Makassar Fasilitasi Mahasiswa Gelar Dialog Akhir Tahun

 

HR.ID - Jelang akhir tahun 2020 Polrestabes Makassar memfasilitasi Mahasiswa menggelar dialog akhir tahun, sebagai refleksi pengabdian kepemudaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam melaksanakan fungsi  sosial kontrol.

Mengusung Tema ‘Pemberdayaan pemuda dalam menjaga Integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia’ dilaksanakan mulai pukul 14.00 wita Sabtu 19 Desember 2020 di CCR (Country Coffe Resto) yang terletak di Jl. Toddopuli Raya, Kota Makassar, yang dihadiri tim polrestabes Makassar yang diwakili Unit 3 Sat Intelkam.

AKP Sri Darwati selaku Kanit 3 Sat Intelkam Polrestabes Makassar yang hadir dalam dialog tersebut mengatakan jika Giat yang dilakukan ini adalah sebagai upaya dan bentuk keseriusan pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Makassar merangkul generasi muda untuk bersama-sama menciptakan rasa perdamaian, menjaga keamanan Dan ketertiban masyarakat khususnya diwilayah Kota Makassar.

Disamping itu, Sri Darwati juga berharap dengan dialog ini, para adik-adik mahasiswa selaku pemuda penerus bangsa dapat memberikan alternative masukan atas ide-ide mereka kepada pihak kepolisian dan itu akan menjadi langkah maju untuk saling bersinergi antara mahasiswa selaku pemuda dan pihak kepolisian sebagai petugas keamanan masyarakat.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Fajlurrahman Jurdi, SH. MH sebagai pakar ilmu hukum tatanegara yang bertindak selaku Panelis tampil memaparkan materi yang banyak menyinggung tentang peran mahasiswa dalam menkritik pemerintah. Fajlurrahman sedikit memaparkan berkaitan dengan adanya perubahan undang-undan cipta kerja yang dikemas dalam Omnibus Law.

Dalam undang undang Omnibus Law disebutnya ada beberapa pasala yang justru tidak mengakomodir masyarakat bahwa dengan adanya perampingan sejumlah pasal-pasal yang ada sebelumnya.

Olennya itu menurut Fajrulrrahman, disinalah letak peran Mahasiswa sebagai generasi muda diminta untuk menjadi seorang kritikus. Namun tidak hanya sekedar bersuara.

“Jangan tahunya hanya protes, pokoknya tidak, padahal mereka tidak tahu apa yang mereka perjuangkan. Tapi yang perlu dilakukan adalah menelaah isi, tahu yang mana mesti diperjuangkan,” kata dia

Selain itu, Fajrulrrahman juga menyoroti tentang kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan Pilkada serentak yang dianggapnya sangat di paksakan dimasa Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Negeri Indonesia.

Pada kesempatan dialog akhir tahun ini giat yang di fasilitasi oleh Polrestabes makassar ini menghadirkan Andi Massakili (Sekretaris Dema UINAM) dan Al Ihwan Nur (Ketua BEM Fakultas Tenik UNISMUH Makassar). sebagai pembawa materi, M. Nur Alfi Syahrir selaku moderastor (Mewakili Pengurus DEMA UINAM). 

Sesi Tanya jawab pada acara dialog kali ini berlangsung kurang lebih dua jam lamanya.  Beberapa orang peserta yang hadir dari kalangan Mahasiswa terlihat sangat bersemangat mengikuti jalannya dialog hingga berakhir dan ditutup dengan Foto bersama.


Red: (A.MsH)

Jumat, September 25, 2020

Dana Bos Afirmasi dan Kinerja Sekolah Cair, Ada Dugaan Perusahaan Besar Kuasai Pengadaan Barang/Jasa

Dana Bos Afirmasi dan Kinerja Sekolah Cair, Ada Dugaan Perusahaan Besar Kuasai Pengadaan Barang/Jasa

HR.ID - Saat ini, sekolah dasar dan menengah baik swasta maupun negeri boleh berbesar hati pasalnya Dana BOS Afirmasi dan Dana BOS Kinerja kini telah cair untuk dimanfaatkan sesuai dengan keperluannya dimasa pandemi covid-19 yang saat ini lagi melanda negeri.

Dengan bergulirnya Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi dan bantuan Operasional Sekolah kinerja di kota Makassar tahun 2020, diharapkan dalam membelanjakannya bisa memberikan manfaat kepada sekolompok pengusaha kecil.

“Diharapkan mestinya ada kesempatan kepada Pelaku Usaha Mikro serta Kecil, dan tidak semata-mata dimonopoli oleh Pengusaha Menengah dan besar,” kata Muh. Bahar Razak ketua DPD KGS LAI Sulsel (25/09/20) menanggapi cairnya dana BOS Afirmasi tersebut.

Dari temuan KGS LAI, Bung Bahar mengatakan bahwa penyaluran dana BOS dan dana bantu dan BOS kinerja, harusnya sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran serta  setidaknya mampu memberdayakan para usaha kecil dan mikro dimana setiap sekolah yang pembelanjakannya, tidak harus kepada perusahaan Nasional, seperti Berbelanja kepada Perseroan Terbatas (PT) yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah).

"Keberadaan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, itu dilaksanakan karena dasar-dasar kebijakannya adalah berasal dari UU UMKM, oleh karena setiap Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan pemerintah, harus pula tunduk pada Eksistensi maupun esensi UU UMKM,” jelas Bahar

Menurutnya, telah terjadi dari beberapa sekolah penerima Bantuan, justru realitasnya ada yang di kuasai oleh perusahaan besar yang berskala Nasional dan berdomisili di Jakarta dengan cara-cara yang tidak sesuai baik esensi maupun eksistensi UU No.20 tahun 2008 tentang UMKM.

"Kami perlu mengingatkan kepada sekolah-sekolah penerima bantuan ini, agar tetap berhati-hati dalam membelanjakan Uang Negara,” Bahar mengingatkan

Lanjut, Bahar, Apalagi Sekolah penerima Bantuan ini sebenarnya di Prioritaskan bagi Sekolah yang memiliki Proporsi Siswa dari keluarga Miskin dan atau sekolah yang memiliki Proporsi guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil atau guru tetap yayasan yang lebih kecil.

"Jadi jangan coba-coba bermain dengan Pengusaha Besar kemudian menerima imbalan diskon karena barangnya yang dipaksakan untuk dibeli oleh sekolah penerima Bantuan,” ancamnya

Bahar menambahkan, alokasi dana untuk setiap sekolah penerima bantuan itu  masing-masing hanya 60 juta, maka wajar jika Dalam kegiatan Pengadaan barangnya pun tidak di ikuti oleh Pelaku usaha besar yang memiliki Modal besar, apalagi berskala Nasional yang notabene dapat menjanjikan keuntungan "tertentu" kepada Kepala sekolah atau dinas terkait.

Diketahui ada sekitar 56.115 sekolah di 33.321 desa dan kelurahan dengan jumlah Triliunan Rupiah yang mendapatkan dana BOS Afirmasi dan dana BOS Kinerja dimasa Pandemi Covid-19 ini.

Menurut Dirjen Faud Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sutarto yang dikatakan di webinar Sosialisasi Petunjuk Teknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yang disiarkan di streaming Youtube bahwa dana Bos Afirmasi dan Kinerja telah cair dibulan September ini dan telah disalurkan ketotal sasaran 56.115 sekolah dengan total dana  3,2 Triliun Rupiah`

Kemendikbud mengeluarkan kebijakan untuk memberikan bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi dan kinerja bagi sekolah swasta yang rentan akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, kedua jenis BOS itu diperuntukkan hanya kepada sekolah negeri dengan kualifikasi berada di daerah 3T dan memiliki riwayat kinerja yang baik. Namun karena situasi pandemi sekarang ini, untuk pertama kalinya sekolah swasta kemudian dapat bantuan melalui BOS Afirmasi dan BOS Kinerja dengan syarat difokuskan untuk sekolah yang paling membutuhkan dan terdampak pandemi Covid-19.


Red: (Mamat.S)

Jumat, Agustus 14, 2020

Siaran Pers AMDI, Tagih Janji Pidato Presiden Pada Hut RI 74 Lalu Terkait Beasiswa Para Dosen

Siaran Pers AMDI, Tagih Janji Pidato Presiden Pada Hut RI 74 Lalu Terkait Beasiswa Para Dosen



HR.ID - Aliansi Mahasiswa dokter Indonesia melakukan zoom meiting terkait dengan protes yang dilakukan kepada pemerintah yang tidak lagi memberikan bantuan bagi para dosen berperestasi yang tengah menempuh pendidikan Doktor.

Hal ini diungkapkan ketika mereka menyatu di siaran pers pada (13/8/20) melalui zoom meiting.yang dihadiri seluruh pengurus dan anggota Aliansi Mahasiswa Doktor Seluruh Indonesia (AMDI).

Dalam siaran pers yang salinannya diberikan kepada HR.ID pada (14/8/20) mengungkapkan jika ada ratusan dosen yang sedang menempuh pendidikan doktor angkatan 2018 terancam tidak bias melanjutkan pendidikan karena tidak ada biaya.

Menurut keterangan itu bahwa pendidikan doktor, lazimnya disediakan pemerintah sebagai bagian dari tanggung jawab  sesuai dengan target peningkatan mutu SDM (Undang-Undang 12 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).

Namun pada tahun 2018 yang lalu pemerintah tidak memberlakukannya lagi demikian pula dosesn yang layak melanjutkan pendidikan dan mendapatkan Beasiswa telah ditiadakan.

AMDI juga merasa kecewa telebih pada satu tahun yang lalu, Presiden Joko Widodo pada Pidato Kenegaraan menyambut Hut RI ke-74 di Gedung Nusantara menggemakan tag line strategi pembangunan Indonesia yang sangat indah.

Jokowi mengumandangkan ‘SDM Unggul, Indonesia Maju’ dan pada kesempatan itu pula, Presiden mengatakan bahwa tantangan Indonesia dapat dijawab dengan menyiapkan SDM yang unggul, sehingga Indonesia dapat melakukan lompatan-lompatan kemajuan.

Kini AMDI kembali ingin menyongsong pidato Presiden menyambut Hut RI ke-75, sebab SDM Unggul hingga kini  belum terlihat realisasinya, khususnya bagi peningkatan mutu dosen lewat pemberian beasiswa yang memadai.

Dikatakan pula jika janji Kemendikbud pada pertemuan dengan perwakilan AMDI tanggal 12 Desember 2019 di Gedung Kemendikbud yang diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Anondho Wijanarko, M.Eng., sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan Pak Anang Kusuma sebagai Pranata Humas Ahli Pertama Kemendikbud, untuk menganggarkan beasiswa on-going bagi mahasiswa doktor 2018, namun itu belum terealisasi sampai sekarang.

Angin segar bagi AMDI yang mendapat dukungan dari Komisi X DPR RI agar Kemendikbud segera menyelesaikan masalah anggaran beasiswa namun itupun juga sepertinya tidak mendapat respon dari Kemendikbud.

Dikatakan pula bahwa rencana pemerintah yang akan memberikan hanya bantuan SPP selama 2 kali lewat LPDP,  hal itu bukanlah solusi yang tepat. Selain hanya memberikan kepada sedikit calon penerima, bantuan SPP juga dianggap tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan doktor hingga selesai. Tanpa komponen biaya hidup, buku, riset, transportasi, mustahil kegiatan pendidikan dapat dilanjutkan. Padahal, dosen yang melanjutkan pendidikan doktor telah melepaskan semua fasilitas dan tunjangan yang didapatkan saat menjadi dosen.

“Menyikapi hal tersebut, Kami dosen yang sedang menempuh pendidikan Doktor Angkatan 2018 lewat Rapat Akbar pada tanggal 13 Agustus 2020, meminta kepada Mas Mentri, Nadiem Makarim, untuk segera memberikan bantuan beasiswa on-going yang layak. Kami merasa bagian penting dalam mewujudkan SDM Unggul. Beasiswa on-going adalah kelangsungan study kami. Kami harap, Mas Mentri mendengar aspirasi ini,” tutup keteranga pers tersebut yang disahkan oleh Muharam Yamlean selaku Ketua.

Red: (S.Parman)

Minggu, Agustus 09, 2020

Kab. Bone Masuk Zona Kuning Covid-19 yang Diisinkan Sekolah Tatap Muka

Kab. Bone Masuk Zona Kuning Covid-19 yang Diisinkan Sekolah Tatap Muka


Foto; Lomba Gerak Jalan 74 tahun Indonesia Merdeka di Kab. Bone
HR.ID - Dimasa wabah Covid 19,  Kab. Bone yang terletak di Propinsi Sulawesi selatan saat ini ditetapkan sebagai Zona kuning  dan masuk daftar dari 163 daerah yang  diisinkan sekolah dibuka dengan tatap muka langsung.

163 Daftar ini di uumkan pemerintah pusat melalui Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Kemendikbud Jumat (7/8/20).

Namun menurut dia, kebijakan yang terlihat pada peta per tanggal 2 Agustus 2020, ada 163 zona kuning yang kiranya nanti ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka. Tetapi, sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bisa menjelaskan secara detail polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya, keputusan untuk memulai sekolah atau belajar tatap muka juga dikembalikan kepada daerah, para bupati, para wali kota, dan juga gubernur, karena para pejabat itulah yang paling tahu situasi di daerah masing-masing.

Menurut keterangan Doni, keputusan membuka sekolah di zona kuning dikembalikan kepada pemerintah daerah setempat. Namun ia mengingatkan ada sejumlah tahapan jika sekolah tatap muka kembali dilakukan di daerah zona kuning Corona.

Beberapa warga kab. Bone yang dikonfirmasi terkait kebijakan pemerintah pusat ini menyampaikan terimakasihnya jika memang itu diperlakukan kembali meski tetap mengikuti anjuran pemerintah tentang protocol kesehatan.  Apalagi anak-anak utamanya siswa SD, SMP sulit untuk dikendalikan dalam Phisical Distencing dan juga mungkin pemakaian Masker yang sulit dilakukan oleh anak-anak.

“Pakai Masker mungkin susah dilakukan anak-anak, bisa saja sebentar pakai jika guru melihat tapi jika tidak terlihat mereka akan melepasnya lagi, begitu juga jaga jarak bersama temannya sangat sulit dilakukan anak-anak,” kata Anti Sabtu (7/8/20) orang Tua Siswa yang mengaku anaknya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar.

Menurutnya ada kekuatiran jika anak mereka melakukan sekolah tatap muka akan tetapi hal ini diserahkan ke pemerintah daerah yang tentu lebih banyak tahu tentang Kondisi wilayah yang menyangkut wabah Corona yang melanda daerahnya.

Dilain jawaban, beberapa ibu-ibu yang dijumpa justru menyarankan agar sekolah tatap muka itu memang harus dibuka, karena menurutnya wabah Corona itu tidak jelas.  Ibu para siswa itu seakan tak percaya adanya Covid-19 yang mewabah saat ini.  Ia juga mengaku merasa kesulitan mendidik anak-anaknya utamanya dari seging daring Online karena merasa belum paham. 

Dari 200 ibu orang tua siswa yang dijumpai, 150 orang diantaranya tak percaya dengan Corona dan menginginkan sekolah dibuka segera, dan 27 orang ibu merasa kuatir  jika sekolah dibuka dan 23 orang lainnya menjawab biasa saja dan menyerahkan kebijakan ke pemerintah daerah.

Berdasarkan pantauan kami beberapa waktu lalu, Dua pusat perbelanjaan rakyat, pasar Bajoe dan juga Pasa Senteral Palakka mencerminkan adanya ketidak percayaan Masyarakat Kab. Bone tentang Corona.  Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang mengabaikan protocol kesehatan utamanya Pemakaian Masker jika diluar rumah dan Jaga Jarak. Misalnya di Pasar Bajoe bahkan para pengunjung rela berhimpit-himpitan satu dengan yang lainnya seakan tak peduli adanya wabah corona.  Demikian juga para pedagang kurang lebih 75% persen mengabaikan pemakaian Masker.

Kebijakan pemerintah tentang pembukaan Sekolah Tatap Muka di Kab. Bone yang menyerahkannya kepemerintah daerah masing-masing, kami mencoba mengjkonfirmasi pemerintah daerah Kab. Bone dalam hal ini Dinas Pendidikan dengan menanyakan kapan waktu tepat sekolah-sekolah akan dibuka ? namun Hingga berita ini kami publikasikan, belum mendapatkan konfirmasi.

Red: (MD)


Jumat, Juli 17, 2020

Kordinator Pengawas Sekolah Apresiasi Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat

Kordinator Pengawas Sekolah Apresiasi Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat

Kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu, S.Sos., M.Si

HR.ID - Kordinator pengawas pendidikan di kabupaten Maybrat, Jeni Lanting, S.Pd memberi apresiasi kepada dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Maybrat yang dipimpin kepala dinas Kornelius Kambu, S.Sos., M.Si yang mendongkrak peringkat pelayanan pendidikan di Maybrat dari urutan 13 dari Tahun 2018 dan saat ini sudah naik jadi peringkat kedua SD setelah kabupten Sorong dan peringkat 4 tingkat SMP di kabupaten kota di provinsi Papua barat.

"Kami mewakili tim pengawas tingkat SD dan SMP, tenaga pendidik dan kependidikan kabupten Maybrat memberi dukungn penuh kepada kepala dinas pendidikan Kornelius Kambu, S.Sos., M.Si sebagai peserta pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 angkatan VIII di LAN Makasar," terang dia kepada HR.ID Selasa, (14/7/20)

Menurut dia, tahun 2018 progres pendidikan di kabupaten Maybrat berada diperingkat terakhir yaitu 13 di provinsi Papua barat tetapi kata dia, kini sudah alami perubahan yang baik karena atas kepemimpinan pak Kambu ini. Sehingga, pemerintah Maybrat saat ini, berada di peringkat kedua pelayanan sekolah dasar dan peringkat keempat untuk SMP.

"Ini sebuah kemajuan yang kita lakukan selama 2 tahun, hal-hal yang dilakukan selama ini oleh kepala dinas bersama komponen pendidikan seperti rapat kordinasi dengan kepala sekolah, pengawas sekolah, pertemuan guru-guru bersama dinas dengan bupati, hanya bagaimana untuk menyikapi permasalahan pendidikan PAUD/TK, SD dan SMP di kabupaten Maybrat dan apa yang harus dilaksanakan sehingga mutu pendidikan di Maybrat mengalami peningkatan." terangnya

Lanjut dia, dengan adanya peningkatan mutu pendidikan itu karena atas komitmen kepala dinas bersama staf di dinas dan atas kepercayan bupati Maybrat kepada Kornelis Kambu, berjuang dan membangun pendidikan itu secara bertahap dan alami peningkatan yang signifikan dari urutnn13 bisa masuk urutan 2 untuk SD dan 4 untuk SMP

Lanjut dia, yang membanggakan lagi itu ia mengaku dibimbing mengikuti studi banding di SMP Negeri 6 Tangkura Kota Makasar tahun 2019 lalu, mereka  melihat perkembangan disana dan keterbatasan kita di Maybrat. Sehingga, membuat kami pulang dengan menerapkan apa yang telah dilihat  dan dalam dua tahun mereka bisa mencapai urutan mutu pendidikan di kabupaten Maybrat.

Lantin berharap dan mengajak kepada tenaga pendidik, kependidikan, pengawas dan lainya di kabupaten Maybrat, agar terus memberi apresiasi dan dukungannya atas kebijakan bupati dan wakil bupati Maybrat periode 2017-2022 khususnya dinas pendidikan agar proses pendidikan di Maybrat berjalan maju menuju pembangunan sumber daya manusia di Maybrat yang lebih baik lagi.

Red: (Engel)

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Artikel Penting Untuk Dibaca

loading...
loading...