Selasa, Juni 07, 2022

Sudah Lima Tahun Jermbatan di Nagan Raya Rusak Tapi Hingga Kini Belum Dibenahi

Sudah Lima Tahun Jermbatan di Nagan Raya Rusak Tapi Hingga Kini Belum Dibenahi


Nangan Raya, HR.ID
- Sudah Lima Tahun pemerintah Aceh belum juga megerjakan perbaikan jembatan yang ambruk di Nagan Raya, padahal masyarakat Gampong Cot Rambung Kecamatan Kuala pesisir Kabupaten Nagan Raya sangat mengharapkan tentang pembangunan yang jembatan berlokasi didusun Lueng boh maplam yang sudah lama ambruk. 

"Pernah terjadi Kecelakaan sampai terjadi tidak waras akibat terjatuh saat melewati jembatan yang ambruk," sebut HS (7/6./2022 Pada Media Hrapan Rakyat pagi waktu setempat.

Menurut pengakuan.Hs jika jembatan yang rusak tidak cepat dibangun besar kemungkinan hubungan kedusun Lueng bob Mamplan akan menempuih waktu yang cukup lama dan ini akan merugikan akibat tidak lancarnya perekonomian..

Sementara dari pantauan wartawan menemukan beton jembatan yang sudah ber lemut jika tidak cepat ditangani oleh pihak tertentu akan menyebab pandangan kurang mulus bisa jadi beton tua.


Red: (MJ/Ros)**.

Senin, Juni 06, 2022

3 Remaja Ditangkap di Jl. Pengayoman, Makassar, Diduga Lakukan Prostitusi Online

3 Remaja Ditangkap di Jl. Pengayoman, Makassar, Diduga Lakukan Prostitusi Online


Makassar, HR.ID
- Karena diduga melakukan bisnis esek-esek online, Tiga orang remaja ditangkap polisi saat menunggu salah satu teman wanitanya yang sedang asik melayani pria hidung belang.

Penangkapan ini terjadi di salah satu hotel yang terletak di Jl. Pengayoman, Kota Makassar, Sulawesi selatan.

Menurut keterangan pihak yang berwajib, penangkapan ini terjadi saat polisi sedang melakukan patroli Kamtibmas di sekitar Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Pada Minggu dini hari (05/06/2022).

Salah satu Tim Penikam Polrestabes Makassar yang melakukan penangkapan, Briptu Lukman kepada wartawan, Minggu (5/6/2022) membenarkan jika para remaja putra putri tersebut ditangkap karena diduga melakukan prostitusi online melalui aplikasi sosmed.

"Para remaja itu ditangkap saat sedang menunggu teman wanita mereka yang sedang berkencan dengan pria hidung belang di salah satu hotel di Makassar melalui aplikasi media sosial," ungkap Lukman

Kata lukman, selain mengamankan dua orang remaja pria inisial AA (16), dan NS (18), mereka juga mengamnkan satu orang remaja wanita inisial NF (15).

Penangkapan ketiganya berawal saat dua remaja (AA dan NS) sedang nongkrong dengan gelagat mencurigakan. Karena kecurigaan itu, Tim Penikam Polrestabes Makassar menginterpgasi yang bersangkutan dan selanjutnya dilakukan penggeledahan.

Saat interogasi, pihak kepolisian menemukan kejanggalan bahwa mereka diduga terlibat dalam prostitusi online. Polisi pun melakukan pengembangan dan mengamankan wanita NF sebagai korban dalam kasus ini.

"Kita amankan meraka para pelaku karena diduga melakukan prostitusi online dan wanita yang jadi korban adalah wanita masih di bawah umur sekitar 15 tahun," lanjut Lukman

Saat ditangkap dan gelandang ke posko Tim Penikam Polrestabes Makassar, kedua tersangka mengaku jika mereka menjajakan NF ke pria hidung belang melalui media sosial dengan biaya sekali kencan senilai Rp 400 ribu.

"Untuk sekali kencan para terduga pelaku memasang Tarifnya sebesar Rp 400 ribu untuk sekali kencan," ungkap Lukman.

Hingga berita ini di publikasikan, ketiga remaja itu telah diamankan di Mapolrestabes Makassar, guna untuk melakukan pendalaman peran masing serta proses hukum lebih lanjut.

Red. (MHRP

Minggu, Juni 05, 2022

2 Orang Debt Collector Ditangkap Usai Rampas Sepeda Motor

2 Orang Debt Collector Ditangkap Usai Rampas Sepeda Motor

Jakarta, HR.ID - Polsek Kembangan, Jakarta Barat, berhasil mengamankan 2 debt collector yang buron usai melakukan perampasan sepeda motor di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

2 orang debt collector yang sempat buron tersebut berinisial SB (26) dan YR (22), Sebelumnya Polsek Kembangan mengamankan 1 rekan nya berinisial OYS (31).

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan mengatakan, saat ini Polsek Kembangan, Jakarta Barat, berhasil mengamankan 2 pelaku yang berprofesi sebagai Debt Collector.

"Kedua pelaku diamankan setelah terlibat aksi perampasan sepeda motor di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, jadi total yang berhasil kita amankan sebanyak 3 orang" kata Kompol Moch Taufik Iksan saat dikonfirmasi, Jumat, (3/6/2022).

Dikesempatan yang sama, Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Kompol Binsar H Sianturi menjelaskan, kejadian tersebut bermula dimana Pelaku OYS (31) bersama dengan 3 rekan lainnya memberhentikan korban Ilyas Ramadhan yang sedang mengendarai sepeda motor jenis scopy di Pondok indah.

"Modus pelaku mengaku sebagai petugas leasing dan menuduh korban terlambat membayar angsuran dan denda pengambilan BPKB," kata Kompol Binsar

Selanjutnya pelaku mengambil kendaraan sepeda motor korban dengan memboncengi korban ke arah jalan raya Joglo Kembangan, Jakarta Barat.

Setibanya dilokasi, pelaku yang membawa handphone milik korban berpura-pura menyerahkan kepada korban.

Saat korban turun dari boncengan pelaku, kemudian korban berjalan mengambil handphone yang dibawa oleh rekan pelaku, lalu sepeda motor milik korban di bawa oleh pelaku yang memboncengi korban.

Namun saat pelaku berusaha melarikan diri, pelaku mengalami kecelakaan dengan menabrak pengendara sepeda motor yang sedang di kendarai oleh seorang ibu-ibu.

"Melihat kejadian tersebut pelaku sempat menjadi bulan bulanan warga sekitar, beruntung nyawa pelaku berhasil diselamatkan oleh petugas kepolisian dari Polsek Kembangan yang sedang berpatroli," ucapnya Kompol Binsar.

Lanjut Kompol Binsar menerangkannya, kedua pelaku yang sempat buron SB (26) dan YR (22) berhasil kami amankan di daerah Tangerang.

"Para pelaku sudah beraksi selama 1 tahun dengan modus mengaku sebagai petugas debt collector, pelaku sudah merampas sepeda motor lebih dari 5 kali," ujar Kompol Binsar.

Para pelaku usai berhasil merampas sepeda motor kemudian dijual kembali kepada seorang penadah dan kami telah berhasil mengidentifikasi pelaku penadah tersebut.

"Rata-rata dari hasil penjualan tersebut pelaku menjual dengan harga 3 juta hingga 4 juta, masing-masing pelaku mendapat pembagian sebesar 300 ribu hingga 400 ribu rupiah," jelas Binsar.

Pihak kepolisian ini juga menerangkan jika terangkan pelaku bukan dari leasing resmi, tapi mereka hanya mengaku bahwa dirinya ditugaskan untuk melaksanakan penarikan /kendaraan bermotor jenis rda dua ,

"Mereka hanya mengaku saja sebagai petugas debt collector," ungkap Binsar.

 

Dijelaskan juga bahwa pada umumnya mereka beraksi secara random, dengan artian mereka mencari sasaran secara acak untuk mencari korbannya.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, Jakarta Barat, Akp Reno Apri Dwijayanto menghimbau kepada masyarakat, jika menjumpai hal serupa agar segera melaporkan ke Polsek terdekat.

"Jangan mau diambil paksa debt collector ditengah jalan karena perbuatan mengambil motor milik orang lain ditengah jalan adalah rangkaian peristiwa tindak pidana, " ujar Akp Reno.

Reno menjelaskan, debt collector yang benar adalah mendatangi rumah debitur pada jam operasional antara jam 08.00 WIB s/d 17.00 WIB terkait masalah penunggakan.

Umumnya mereka para debt collector beraksi dengan menggunakan dan memiliki aplikasi untuk pengecekan nomor polisi.

Baik itu yang ada di playstore maupun diinstall langsung dan menanyakan hal tersebut kepada korbannya setelah mereka mengetik nomor polisi dan kemudian memberhentikan kendaraan korbannya.

"Saran kami agar OJK dan Kominfo melakukan filtering dan dilakukan take down terhadap aplikasi pengecekan nomor polisi yang tidak berijin dari korlantas polri," tutupnya Akp Reno. 


Red: (Imam Sudrajat)

Sabtu, Juni 04, 2022

PT PLN Dapat Digugat Jika Pemasangan listrik Warga Ditolak Hanya Karena Tidak Bayar Biaya Supervisi

PT PLN Dapat Digugat Jika Pemasangan listrik Warga Ditolak Hanya Karena Tidak Bayar Biaya Supervisi

Makassar. HR.ID - Saat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerapkan penggunaan Nomor Identitas Instalasi Tenaga Listrik (NIDI) sebagai salah satu syarat dikeluarkannya Sertifikat Laik Operasi (SLO) kepada pelaku usaha jada penyediaan tenaga listrik.

Dengan mewajikan inplementasi NIDI tersebut, pemerintah beranggapan instalasi listrik dapat beroperasi dengan aman. Sebab, NIDI memuat lokasi dan tanggal selesai pemasangan instalasi listrik, badan usaha pemasangan instalasi listrik, spefisikasi komponen terpasang, hingga gambar instalasi listrik.

Menaggapi hal yang dimaksud pemerintah tersebut, praktisi Hukum Willy Brordus Pondaag, S.H, menjelaskan jika Usaha Penunjang Ketenagalistrikan sangat jelas hak dan tanggungjawabnya sebagaimana ketentuan pasal 15 dan pasal 16 UU/Ketenagalistrikan.

“Jadi intinya keberadaan Usaha Penunjang ketenagalistrikan (Instalatir/Kontraktor listrik) tidak boleh melebihi atau over dalam melaksanakan tugasnya, apalagi sampai-sampai membuat kesepakatan "Supervisi berbayar", kata Willy

Menurut Willy, Persoalan Nomor Identitas Instalasi Tenaga listrik yang di singkat NIDI atas Produk DJK, dilaksanakan atau tidak bukan problem bagi Masyarakat, asalkan tidak ada Pungutan. Karena jika sudah menyangkut pungutan-pungutan, saya kira pihak yang memungut harus di edukasi dan jika tetap dilakukan oleh pemungut, sebaiknya di laporkan saja ke Aparat Penegak Hukum. (APH)

Masalah kelistrikan Berpijak pada UU No 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, dan sebagai upaya untuk mempertegas hak dan kewajiban setiap warga negara dan penduduk guna mewujudkan tanggung jawab negara dan korporasi, oleh karenanya kata Willy, segala pungutan-pungutan harus diatur melalui UU, utamanya dalam penyelenggaraan pelayanan publik serta norma hukum yang memberi pengaturan secara jelas.

Lanjut Willy, Nomor Identitas Instalasi Tenaga listrik yang di singkat NIDI itu-kan hanya Administrasi guna pemenuhan kebutuhan pelayanan yang tidak boleh dimanfaatkan dengan membebankan masyarakat tanpa dasar hukum dan saya kira tanpa NIDI pun PT PLN (persero) akan tetap melakukan pemasangan jika sudah sesuai syarat yang diatur oleh direksi. Sebab jika PT PLN menolak pemasangan hanya karena masyarakat tidak membayar biaya supervisi, Masyarakat dapat menggugat Perusahaan Negara itu.

Semantara itu beberapa waktu lalu, pemerintah menegaskan jika NIDI menjadi syarat untuk terbitnya SLO yang memastikan bahwa instalasi listrik yang dipasang atau dibangun benar-benar aman. Kewajiban memiliki NIDI dilakukan demi menjaga keselamatan ketenagalistrikan, karena penerbitan NIDI memerlukan laporan pekerjaan pembangunan dan pemasangan dari badan usaha yang telah memiliki IUJPTL.

Untuk itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Agung Pribadi, menjelaskan jika NIDI akan bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha jasa tenaga listrik, yaitu menjaga pemenuhan keselamatan ketenagalistrikan pada suatu instalasi, menjadi solusi bagi instalatir resmi yang memiliki izin untuk dapat melakukan pekerjaannya, serta memperluas kesempatan untuk berusaha dan memperkuat pendataan Sumber Daya Manusia di bidang ketenagalistrikan.

Selain itu, dengan adanya NIDI masyarakat dipermudah dalam mendapatkan instalasi yang aman serta adanya jaminan untuk memperoleh detail dari instalasi yang dimiliki. NIDI juga mempermudah Pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap perizinan berusaha yang telah diterbitkan.


Red: (Mamat Sanrego)

Minggu, Mei 29, 2022

Heboh ! Pilot dan Pramugari Lion Air Digerebek Saat Lagi Main Gituan

Heboh ! Pilot dan Pramugari Lion Air Digerebek Saat Lagi Main Gituan


Surabaya. HR.ID
- Video Syur pilot vs pramugari Lion Air yang digerebek di sebuah hotel kota Surabaya beredar luas ke masyarakat.  Keduanya diduga ditangkap basah lantaran diduga selingkuh dan saat mereka berduaan di sebuah kamar Hotel.

Dari informasi yang dihimpun redaksi, Penggerebekan terjadi di salah satu hotel, Jalan Darmo, Surabaya dan vide penggerebakan itu telah beredar luas sejak beberaoa hari ini.

Lambeturah.co.id  menyebutkan jika Pilot Lion Air yang diketahui bernama Ricko Idwiansyah menjalin hubungan terlarang dengan Anisa Nadila Putri, pramugari di maskapai yang sama.

Sang istri sah turut mengajak sejumlah keluarganya untuk menggerebek suaminya, pada Kamis (19/5/2022), pukul 01.00 WIB dini hari.

Kasus ini telah ditangani pihak kepolisian setempat dengan terlapor seorang oknum pilot oleh istri sahnya atas dugaan perselingkuhan dengan wanita lain yang ternyata adalah seorang pramugari. Kini telah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Pihak kepolisian membenarkan jika Ibu itu menggerebek suaminya saat bersama perempuan lain yang diduga pramugari, di salah satu hotel di Jalan Raya Darmo, Surabaya. Saat digrebek oleh istri dan keluarganya keduanya berada di dalam satu kamar. Setelah itu dibawa ke Mapolrestabes Surabaya dan diadukan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)

“Ya, ada laporan di SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu),” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, Jumat (20/5/2022) saat dimintai tanggapannya oleh awak media.

Sementara itu, Corporate Communications Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menegaskan, jika pihaknya akan mememberikan tidakan tegas bagi pegawai yang melakukan pelanggaran sesuai dengan peraturan perusahaan, namun ia memahami jika mereka berdua telah dewasa dan itu adalah tanggung jawab mereka.

“Lion Air tidak mencampuri ke ranah pribadi. Mengenai tindakan yang dilakukan dari oknum kedua belah pihak menjadi tanggungjawab keduanya, karena sudah sama-sama dewasa,” kata Danang, Ahad (29/5/2022).

Drinya juga berharap adanya penangan oleh pihak terkait dan sangat menghormati serta mendukung upaya penyidikan yang sedang dilakukan dan diselesaikan sesuai pedoman yang berlaku.

“Lion Air meminta agar tidak melibatkan perusahaan (institusi Lion Air) yang bersifat tendensius, berdampak merugikan perusahaan,” tutup Danang.

Video Ini Yang Beredar di Masyarakat. Tonton Videonya.

Red: (MHR)

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Artikel Penting Untuk Dibaca

loading...
loading...